TIPS e-psikologi Assertive *)     

 

Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, 
dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan 
menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Dalam bersikap asertif, seseorang 
dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan 
perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk 
memanipulasi, memanfaatkan atau pun

merugikan pihak lainnya.

 

Apakah bedanya dengan agresif dan non-asertif ?

Seseorang dikatakan asertif hanya jika dirinya mampu bersikap tulus dan jujur 
dalam mengekspresikan perasaan, pikiran dan pandangannya pada pihak lain 
sehingga tidak merugikan atau mengancam integritas pihak lain. Sedangkan dalam 
agresif, ekspresi yang dikemukakan justru terkesan melecehkan, menghina, 
menyakiti, merendahkan dan bahkan menguasai pihak

lain sehingga tidak ada rasa saling menghargai dalam interaksi atau komunikasi 
tersebut.

 

Sikap atau pun perilaku agresif cenderung akan merugikan pihak lain karena 
seringkali bentuknya seperti mempersalahkan, mempermalukan, menyerang (secara 
verbal atau pun fisik), marah-marah, menuntut, mengancam, sarkase (misalnya 
kritikan dan komentar yang tidak enak didengar), sindiran ataupun sengaja 
menyebarkan gosip. 

 

Seseorang dikatakan bersikap non-asertif, jika ia gagal mengekspresikan 
perasaan, pikiran dan pandangan/keyakinannya; atau jika orang tersebut 
mengekspresikannya sedemikian rupa hingga orang lain malah memberikan respon 
yang tidak dikehendaki atau negatif.

 

Mengapa orang enggan bersikap asertif ?

Kebanyakan orang enggan bersikap asertif karena dalam dirinya ada rasa takut 
mengecewakan orang lain, takut jika akhirnya dirinya tidak lagi disukai ataupun 
diterima. Selain itu alasan "untuk mempertahankan kelangsungan hubungan" juga 
sering menjadi alasan karena salah satu pihak tidak ingin membuat pihak lain 
sakit hati. Padahal, dengan membiarkan diri untuk bersikap non-asertif 
(memendam perasaan, perbedaan pendapat), justru akan mengancam hubungan yang 
ada karena salah satu pihak kemudian akan merasa dimanfaatkan oleh pihak lain. 

Seberapa asertif-kah Anda ?

Di bawah ini ada beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada diri Anda 
sendiri yang dapat menjadi indikator asertivitas.

·         Apakah Anda terbiasa mengekspresikan secara jelas perasaan atau 
pandangan Anda pada orang lain ?

·         Apakah Anda meminta tolong pada orang lain pada saat Anda memang 
membutuhkan pertolongan ?

·         Apakah Anda mampu mengekspresikan kemarahan atau pun rasa tidak enak 
Anda secara proporsional pada pihak lain yang telah membuat Anda merasa sakit 
hati ?

·         Apakah Anda suka bertanya pada orang lain pada saat menghadapi 
kebingungan ? 

·         Apakah Anda mampu memberikan pandangan secara terbuka saat Anda 
merasa tidak sepaham dengan pendapat orang lain ?

·         Apakah Anda sering berbicara di depan kelas/umum ?

·         Apakah Anda mampu untuk berkata "tidak" pada saat Anda tidak ingin 
melakukan pekerjaan tersebut ?

·         Apakah Anda berbicara dengan sikap percaya diri, serta berkomunikasi 
secara hangat ? 

·         Apakah Anda memandang wajah lawan bicara Anda pada saat Anda 
berbicara dengannya ?

 

Tips untuk bersikap assertif

Tips untuk mampu mengatakan "tidak" terhadap permintaan yang tidak diinginkan

1.     Tentukan sikap yang pasti, apakah Anda ingin menyetujui atau tidak. Jika 
Anda belum yakin dengan pilihan Anda, maka Anda bisa minta kesempatan berpikir 
sampai mendapatkan kepastian. Jika Anda sudah merasa yakin dan pasti akan 
pilihan Anda sendiri, maka akan lebih mudah menyatakannya dan Anda juga merasa 
lebih percaya diri.

2.    Jika belum jelas dengan apa yang dimintakan pada Anda, bertanyalah untuk 
mendapatkan kejelasan atau klarifikasi. 

3.    Berikan penjelasan atas penolakan Anda secara singkat, jelas, dan logis. 
Penjelasan yang panjang lebar hanya akan mengundang argumentasi pihak lain.

4.    Gunakan kata-kata yang tegas, seperti secara langsung mengatakan "tidak" 
untuk penolakan, dari pada "sepertinya saya kurang setuju..sepertinya saya 
kurang sependapat...saya kurang bisa....." 

5.    Pastikan pula, bahwa sikap tubuh Anda juga mengekspresikan atau 
mencerminkan "bahasa" yang sama dengan pikiran dan verbalisasi 
Anda...Seringkali orang tanpa sadar menolak permintaan orang lain namun dengan 
sikap yang bertolak belakang, seperti tertawa-tawa dan tersenyum.

6.    Gunakan kata-kata "Saya tidak akan...." atau "Saya sudah memutuskan 
untuk....." dari pada "Saya sulit....". Karena kata-kata "saya sudah memutuskan 
untuk...." lebih menunjukkan sikap tegas atas sikap yang Anda tunjukkan. 

7.    Jika Anda berhadapan dengan seseorang yang terus menerus mendesak Anda 
padahal Anda juga sudah berulang kali menolak, maka alternatif sikap atau 
tindakan yang dapat Anda lakukan : mendiamkan, mengalihkan pembicaraan, atau 
bahkan menghentikan percakapan.

8.    Anda tidak perlu meminta maaf atas penolakan yang Anda sampaikan (karena 
Anda berpikir hal itu akan menyakiti atau tidak mengenakkan buat orang 
lain)...Sebenarnya, akan lebih baik Anda katakan dengan penuh empati seperti : 
" saya mengerti bahwa berita ini tidak menyenangkan bagimu.....tapi secara 
terus terang saya sudah memutuskan untuk ..."

9.    Janganlah mudah merasa bersalah ! Anda tidak bertanggung jawab atas 
kehidupan orang lain...atau atas kebahagiaan orang lain, bukan..... 

10. Anda bisa bernegosiasi dengan pihak lain agar kedua belah pihak mendapatkan 
jalan tengahnya, tanpa harus mengorbankan perasaan, keinginan dan kepentingan 
masing-masing.(jr)

 

Sumber *) Asertivitas Oleh Jacinta Rini Team e-psikologi

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Quote: 
** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will 
become scientific. Disagreements between science and religion will come to an 
end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are 
derived from the same source, and are only modifications of the One Universal 
Energy **
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke