Ytk,

Mas Gerry pernah menjelaskan kepada saya mengapa kita perlu malaikat dan tidak 
langsung Tuhan? Penjelasan yang saya tangkap adalah (maaf saya ungkapkan dengan 
kata dan ibarat yang saya sendiri) mereka berguna untuk keperluan 
manusiawi/duniawi kita dan sedikit hal-hal yang lebih tinggi dari yang duniawi. 
Ketika kita butuh obat...cukup seorang dokter yang kita mintai tolong bukan 
pada Tuhan. Ketika kita memerlukan kewaskitaan untuk mempertimbangkan sesuatu 
atau melakukan hal-hal yang adikodrati (misalnya bilokasi atau berada di dua 
tempat untuk kepentingan menolong orang)...cukup seorang malaikat yang 
menolong, tidak perlu Tuhan langsung. Dalam Kitab Suci agama-agama Semit, 
banyak dikisahkan peran malaikat bagi para kudus...tidak harus Tuhan yang 
melakukannya. Para malaikat adalah utusan Tuhan untuk membantu mengatasi 
permasalahan kita dan menunjukkan/memberi teladan bagaimana kita
 memiliki unconditional love & wisdom supaya kita mampu siap bila 'bersemuka' 
dengan Tuhan baik di dunia ini maupun di akhirat. 

Sayang, saya tidak begitu menguasai peran malaikat di agama Timur (Hindu-Budha).

Tentang kodrat manusia lebih tinggi dari malaikat, saya yakin itu benar, 
seperti yang diajarkan dalam ajaran-ajaran agama semit....kecuali kalau ada 
malaikat Allah yang datang memberikan petunjuk lain...
..
Secara implisit,  MA.Metatron (Sg Pembina langsung HU kita) memuji manusia 
karena memiliki free will, ciptaan yang paling sempurna (paling lengkap dengan 
ujud material, tetapi bisa mencapai kemampuan seperti malaikat, bebas memilih 
yang di luar Tuhan) dan diciptakan dari kehendak kasih yang tertinggi sehingga 
terikat semata-mata dengan kasih Tuhan yg adalah Tuhan sendiri.....dalam 
konteks ini malaikat tercipta mirip seperti batu, atau tumbuhan atau hewan 
dengan kehendak yang terbatas....  moga-moga tidak terlalu rumit...saya sendiri 
masih harus belajar dan perlu mengalami sendiri ..
 :-).

Saya kutipkan beberapa pesan dari MA Metraton mengenai dirinya dan 
manusia....maaf dalam b.inggris:





" We hold you, your world, your universe and all the dimensions of reality
between us, Sandalphon and I. We are part of you and you are part of us. We all
sprang forth from the creative thought of God. We contain within us the Tree of
Life. Whether you know us or not, we share in your experience as embodied 
consciousness.
We assist you in creating that experience, whatever you choose it to be. As you
came forth from God, seeking to have your own unique experience, you were given
the gifts of free will and absolute creatorship. You have all existed as a part
of God always. You have chosen, at times, to experience yourself as an
individual consciousness, and at times as a part of the One Consciousness. You
have chosen to have the embodied experience in materiality that you are now
partaking of. 
...............................




Thus, the thought that some part of creation could be less than perfect came
into being. As more parts of God-consciousness began to agree with that
thought, the frequency of materiality descended further. What was created from
the highest frequencies of love and joy descended into the lower frequencies of
judgment and fear. This has been your world, your planet Earth, and all life
forms which dwell upon her – living the experience of not-perfect. You who
dwell upon the Earth have, in truth, never been anything other than perfect
facets of creation. You have been having the experience of being not-perfect
and separate from the God-consciousness that you really are. 

salam HLLlino









--- On Thu, 11/13/08, Tirtha Bhuwana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Tirtha Bhuwana <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [HU] Re: SAYA dan PARA MALAIKAT
To: [email protected]
Date: Thursday, November 13, 2008, 1:52 AM



 
 

Sorry huers yang baik, saya kurang ngerti dengan Malaikat dan kedudukan serta 
tradisinya 
karena kebetulan tidak di ajarkan di ajaran kepercayaan yg saya anut. 

 
Dalam pembicaraan ini tercantum bahwa manusia 
adalah mahluk lebih sempurna daripada malaikat itu sendiri 
(apakah ini  benar ??)
 
Lalu bagaimana hubungannya dengan meminta 
pengajaran, bantuan atau perlindungan kepada para Malaikat ? Kenapa kok ngga 
langsung ke Tuhan aja kalo gitu
 
Salam harmonis
tirtha
 
 
 
----- Original Message ----- 

  From: 
  Herman Adriansyah 
  To: [email protected] 
  
  Sent: Wednesday, November 12, 2008 11:50 
  AM
  Subject: [HU] Re: SAYA dan PARA 
  MALAIKAT
  

  Akuurrrr.... Marsel... Dengan kata lain Mengenal 
  dan berhub dengan para malaikat, para jin, para iblis bahkan raja iblis 
  sekalipun nggak ada salahnya, tapi ada tapinya Kita musti bentengi dulu diri 
  kita dari pengaruh negatifnya. Percayalah kita MANUSIA diciptakan LEBIH 
  SEMPURNA dari mereka semua. Hanya saja kita nggak atau belum tau 
  kelebihan2yang membuat kita SEMPURNA itu. Untuk itu kepada para HU-Ers yang 
  punya pengalaman dan mumpuni ayooo sharing disini untuk menggali dan 
  menularkankannya kepada yang lain.
   
  Salam harmony
  love light and blessings
  h3rm4n
  
    ----- Original Message ----- 
    From: 
    marsel ryucell 
    To: [email protected] 
    
    Sent: Wednesday, November 12, 2008 9:58 
    AM
    Subject: [HU] Re: SAYA dan PARA 
    MALAIKAT
    
yah kembali lagi kepada Lucifer  cahaya fajar.
yang 
    selalu menerangi kegelapan.
tetapi dibalik itu..... siapa tahu...
lha 
    wong kita dibohongi manusia saja sering tidak tahu kok.
apalagi malaikat 
    ( iblis ) yg notabene ada sebelum 
    manusia.
CMIIW.

Salam,
Marsel.










      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Quote: 
** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will 
become scientific. Disagreements between science and religion will come to an 
end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are 
derived from the same source, and are only modifications of the One Universal 
Energy **
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke