Mas Tirtha, Saya nemu versi aslinya Meditasi Cahaya Sang Baghavan, barangkali kita bisa saling melengkapi
Salam, Rustan *Meditasi Cahaya** Bayangkan sebuah cahaya di depan kita. Mari kita bawa cahaya itu ke dahi kita. Kepala kita terisi dengan cahaya. Kapanpun terdapat cahaya tak akan ada kegelapan. Benak kita terisi dengan pikiran yang baik. Pikiran kita terisi dengan cinta dan kasih-sayang. Sekarang bawalah cahaya itu menuju jantung kita. Bayangkan di sana ada bunga teratai. Ketika cahaya itu mencapai teratai, teratai itu mulai membuka dan menjadi bunga yang indah. Hati kita menjadi murni dan terisi dengan cinta dan kasih-sayang. Sekarang bawalah cahaya itu turun menuju lengan kita dan menuju tangan kita. Kedua tangan kita terisi dengan cahaya. Dengan tangan-tangan ini, kita akan melakukan hal-hal baik dan melayani setiap orang dengan cinta dan kasih-sayang. Sekarang, bawalah cahaya itu turun menuju kaki dan telapak kaki. Kedua kaki kita terisi dengan cahaya. Kaki kita membawa kita ke tempat-tempat yang baik untuk bertemu orang-orang yang baik. Sekarang, bawalah cahaya ke atas melewati tubuh kita menuju mulut. Mulut kita terisi oleh cahaya. Kita bicara kebenaran. Kita berbicara hal yang baik dan berguna. Kata-kata kita penuh dengan cinta dan kasih-sayang. Sekarang bawalah cahaya itu menuju telinga kita. Kedua telinga kita terisi dengan cahaya. Kita mendengarkan hal-hal baik. Kita menyimak hal-hal baik. Kita mendengarkan setiap orang dengan cinta dan kasih sayang. Sekarang bawalah cahaya itu menuju mata kita. Kedua mata kita terisi dengan cahaya. Kita melihat setiap orang dengan cinta dan kasih sayang. Kita melihat kebaikan dalam setiap orang dan dalam segala hal. Sekarang bawalah cahaya itu kembali ke kepala kita. Pikiran kita perisi dengan cahaya. Kita diisi oleh cinta dan kebijaksanaan. Sekarang cahaya itu bertambah kuat. Cahaya itu menjadi lebih terang dan semakin terang. Cahaya itu kini menyebar ke luar hingga menyelimuti orangtua kita, guru-guru kita, kerabat, dan sahabat kita. Cahaya itu terus menyebar hingga menyelimuti semua orang di dunia begitu juga hewan dan seluruh alam. Seluruh dunia terisi dengan cahaya dan Cinta. Seluruh dunia terisi dengan kedamaian. Teruslah menyebarkan cahaya ini sampai ke segala penjuru semesta. Di manapun ada cahaya. Kita ada di dalam cahaya. Sang Cahaya ada di dalam diri kita. Kita adalah cahaya. (Tetaplah hening dan diam sebentar merasakan cinta cinta dan cahaya dalam diri setiap orang dan cahaya yang sama ada di dalam diri kita dan merasakan bahwa kita adalah cahaya. Lalu akhiri meditasi dengan kata-kata berikut) Sekarang bawalah cahaya itu dan pasanglah di dalam hati kita. Ke manapun kita pergi, di manapun kita berada, apa pun yang kita lakukan, kita akan selalu memiliki cahaya ini di dalam hati. Perlahan, sekarang kita dapat membuka mata.* Salam Mas Rustan, > Iya Mas, saya sudah ikut dari SMA. > Tapi sampai sekarang saya masih banyak kurangnya so belum bisa 100% sesuai > ajaran Beliau ;) > > Btw, saya sampaikan juga terimakasih untuk semua inspirasinya mas. > Salam Kasih dan Tahun Baru > Titha > > ----- Original Mess > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** Milis HU Internasional: http://health.groups.yahoo.com/group/harmonization-universal -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
