REPOST : ---------- Pesan terusan ---------- Dari: selarasmilis <[email protected]> Tanggal: 11 Januari 2009 12:37 Subjek: Mas Angel Banget dan Mas Wawan...Fw: masne ANGEL...[Spiritual-Indonesia] Re: Mit Ke: [email protected]
Dear Eyang dipo menurut analisis saya mungkin begini (monggo yang lain melengkapi warnanya) ketika orang sudah melakukan final judgement thd ketiadaan tuhan, dia juga terjebak kepada absolutisme ketuhanan yang lain, hanya fokus belief systemnya PERCAYA untuk TIDAK PERCAYA. Mungkin dalam pemetaan Carl Jung (lebih detailnya om Frans yg tahu) itu adalah judgement.(keterperangkapan penilaian) Kemaren saya diskusi dng Om Frans, memang saya sengaja menarik relevansi spiritual yang membumi agar tidak melupakan kewajiban tanggung jawab thd sekitarnya, karena trend-nya memang lagi begini. Trend atau jaman akan berubah terus dan kita dituntut untuk adaptable thd pengertian2 syariat yg berubah dan hakekat yg tidak berubah. Tulisan Mas Doel sangat saya kagumi, bahwa pada akhirnya agama dan filsafatnya memang membentuk pemahaman hakekat, namun harus proses kejedug atau mature terlebih dahulu, dan saya mencoba mengakselerasi untuk kehidupan anak cucu kita kelak agar maksudnya tidak terlalu kebentur cukup parah. Dalam psikologi modern ada pembagian, ini juga simbol yang dikiri digerakan otak kiri dan yang dikanan digerakan otak kanan Extrovert versus Introvert Sense vs intuisi Thinking vs feeling Judging vs perceiving saya coba urutkan, paling dasar kebutuhan manusia adalah MEMBUTUHKAN orang lain, atau extrovert, setelah proses usia yang cukup tua nantinya akan semakin Introvert. Untuk itu pula saya berani mengatakan TUHAN saya adalah sistem sosial, agar orang menyadari bahwa dirinya menjadi bagian dari sistem sosial. Agar orang menyadari bahwa dirinya perlu belajar terhadap orang lain. Individu dan orang lain adalah sesama Tuhan yang harus saling belajar. Selain itu seorang anak belum berkembang proses otak kanannya,atau lebih didominasi otak kiri yang dogmatis. Semakin dewasa maka akan terjadi perpindahan dari Judging ke perceiving. Nah di proses ini baru mengerti ttg Tuhan yang sebenarnya. Tuhan yg hakekat, bukan tuhan yg diasosiasi oleh sebuah kata. Tuhan bukanlah sesuatu yg absolut.Tuhan bukanlah sesuatu kebenaran yang absolut. Tuhan adalah pemahaman. ALbert Einstein mengungkapkannya dengan teori relativitas karena dia mulai menggunakan otak sebelah kanannya. Rick Strassman juga menyebutkan bahwa bekerjanya kelenjar pineal gland sudah merupakan sistem yg sudah ada dalam manusia dan dia juga bilang itu God spot atau God kodrati. Sigmund Freud mengatakan proses paling PRIMER dari sistem manusia adalah ID atau rahim insting2, dan hanya menyebutkan ini sudah menjadi warisan dari SONO-nya. Saya juga semakin mengerti kemaren membaca ulang tentang hubungan ID proses primer dan mimpi, bisa jadi mimpi memang suatu manifestasi dari ROH. Proses komunikasi sebenarnya adalah manifestasi otak kanan/emosi ingin berbicara thd otak kanan/emosi yang lain, namun tidak bisa,karena otak kanan imajiner, sehingga diperlukan otak kiri untuk menyusun kata2 agar sesuai kesepakatan mayoritas. Misal ALLAH, Jesus, Yahwe, ini adalah database word yang ada di otak kiri database yg ada di memory kanan --UNDEFINED-- rasakan sendiri Ketika kita menggunakan sistem logic saja, maka ALLAH akan terkunci hanya sebagai kata ALLAH, tapi tidak merasakannya, dianggapnya kebenaran hanya itu, namun sekali lagi bekerjanya otak kanan perlu proses, dan keseimbangan otak kanan dan kiri adalah sistem berpikir cerdas. Albert Einstein dan juga Hegel, mengungkap teori relativitas dan dialektika ketika menggunakan otak kanannya. Saya kira keterjebakan adalah ketika kita menilai bahwa KEBENARAN hanya 1 karena ini judging, termasuk menganggap benar TIDAK ADA. Menganggap tidak ada juga keterjebakan judging yang lain atau keterperangkapan olah otak kiri.Otak kiri digunakan untuk menetapkan nilai, angka dan ukuran2 lainnya, otak kanan digunakan untuk imajiner yang tidak terukur. Tuhan hanya bisa dirasakan, diproses melalui otak kanan yang PERCEIVING.....atau relative...itulah hakekat sesungguhnya. Tuhan tidak bisa didefinisikan atau diolah logic otak kiri, karena menyempitkan maknanya, saat ini menurut saya yg perlu dilakukan adalah implementasi KETUHANAN, yaitu BERKARYA. Lenin dan Tan Malaka bukanlah absolut menolak Tuhan, Lenin hanya marah thd imperialisme dan rejim gereja yang dahulunya memang gelap. Lenin hanya marah thd agama yang merupakan tempat pelarian, Lenin hanya menginginkan rakyat Russia untuk berkarya atau aktiv, tidak menyerah terhadap takdir. Namun saya perhatikan katolik sudah punya jalan keluar thd keselamatan yaitu konsili 2 vatikan. Mereka berusaha adaptasi ketuhanan thd jaman, meski aneh, tapi is ok demi keselamatan umat lebih banyak yg belum mengerti thd konsep relativitas. Rakyat Russia adalah agnostik, atau lebih memilih tidak memikirkannya namun lebih baik berkarya untuk di Bumi. Mengapa saya kagum thd Tan Malaka? Karena beliaulah jembatan Marxist thd budaya Timur. Tan Malaka pernah ikut dalam syariat islam dan berkelompok thd syariat islam merah. Tan Malaka juga berani menyatakan di konferensi international komunis di moscow bahwa perjuangan Indonesia tidak akan pernah berhasil tanpa melibatkan komponen islam. Tan Malaka jelas mengungkapkan kalau mati akan bertemu Tuhan meski kalau hidup di dunia hukumnya adalah hukum material (fisika) Sigmund Freud tidak bisa menjawab ID berasal darimana selain ditulisnya ini telah terwaris. Rick Strassman hanya menulis bahwa dymethiltriptamine adalah apa yang kamu sebut God area. Semua hanya konsep, dan konsep hanya akan menyempitkan makna luasnya saja. salam wawan --- In [email protected]<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Mas Dipo <dipo1...@...> wrote: Mas Wawan, Silahken menjawab penjelasannya mas Angel Banget yang tidak percaya dengan adanya Tuhan dan dengan mimpi-mimpinya itu. Kami manusia yang terlahir dibawah tahon 70'an sambil duduk menyimak sharing dari rekan-rekan yang terlahir diatas era 70'an.... Untuk Mas Angel Banget terima kasih atas sharingnya... Monggo silahken.... Salam, dipo ________________________________ > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** Milis HU Internasional: http://health.groups.yahoo.com/group/harmonization-universal -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
