New Age) adalah suatu gerakan spiritual yang merupakan gabungan dari
spiritualitas Timur, Buddhisme, Pantheisme, Hinduisme, Mistisisme,
Orientalisme, dll, yang mengemukakan suatu filsafat yang berpusatkan
kepada manusia. Gerakan Zaman Baru mengajarkan bahwa manusia adalah
“allah”. Gerakan ini mulai dikembangkan dengan munculnya latihan-
latihan pengembangan diri, seminar pengembangan diri, yoga,
waitankung, seminar kata-kata motivasi, dll.
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

SALAH satu trend ekspresif zaman post modern adalah ditandainya
pergolakan sosial yang cepat. Namun, kita tak sekadar bersaksi atas
progresivitas pergolakan sosial, kecanggihan teknologi post industri
abad ini. Di sisi lain, kita dihadapkan seribu krisis kemanusiaan:
mulai dari krisis diri, alienasi, depresi, stres, keretakan institusi
keluarga, sampai beragam penyakit psikologis lainnya. Justru, jenis
penyakit yang mengguncang diri kita di tengah situasi krisis dewasa
ini, tak lain adalah hadirnya perasaan ketidaknyamanan psikologis. Ada
semacam ketakutan eksistensial yang mengancam diri kita di tengah
situasi krisis, sarat teror, konflik, dan kekerasan, sampai pembunuhan
yang menghiasi keseharian hidup kita.

Di Barat, khususnya Amerika Utara, situasi krisis serupa, justru
diiringi meningkatnya ketidakpercayaan pada institusi agama formal (a
growing distrust of organized religion). Barangkali, ekstrimnya
seperti dislogankan futurolog John Naisbitt bersama istrinya, Patricia
Aburdene dalam Megatrend 2000, Spirituality Yes, Organized Religion
No!.

Ada penolakan terhadap agama formal yang memiliki gejala umumnya sama
saja: eksklusif dan dogmatis, sambil menengok ke arah spiritualitas
baru lintas agama, yang menurut Majalah Newsweek (28 November 1994),
jumlahnya fantastis: 58 persen responden dalam suatu survei,
menunjukkan kegairahannya pada kebutuhan spiritualitas baru.

Inilah model generasi baru yang gandrung pada Spiritualitas New Age.
Russel Chandler, mantan jurnalis agama pada Los Angeles Times,
mengklaim, 40 persen orang Amerika percaya pada panteisme (kepercayaan
yang berprinsip pada all is God and God is all), 36 persen percaya
pada astrologi sebagai scientific, tepatnya percaya pada astrologi
sebagai metode peramalan masa depan (a method of foretelling the
future), dan 25 persen percaya pada reinkarnasi (lih. Chadler,
Understanding the New Age, 1988, hlm 20, 130-33).

Nah, fenomena keagamaan inilah yang menarik dipotret. Apa itu gerakan
New Age berikut ciri khasnya? Bagaimana model praktik spiritual New
Age di tengah eksistensi agama-agama besar selama ini? Benarkah
spiritualitas New Age tampil sebagai alternatif keberagaman dewasa
ini?

Gerakan "New Age"

Secara literal, New Age Movement adalah gerakan zaman baru, yang oleh
Rederic dan Mery Ann Brussat disebut sebagai "zaman kemelekan
spiritual". Ada semacam arus besar kebangkitan spiritual yang melanda
generasi baru dewasa ini, terutama di Amerika, Inggris, Jerman,
Italia, Selandia Baru, dan seterusnya. Ekspresinya beragam; mulai dari
cult, sect, New Thought, New Religious Movement, Human Potentials
Movement, The Holistic Health Movement, sampai New Age Movement.
Namun, benang merahnya hampir sama: memenuhi hasrat spiritual yang
mendamaikan hati.

Hasrat spiritual inilah yang menjadi ciri khas New Agers (istilah New
Agers ini relatif lebih lazim dipakai dalam konteks gerakan New Age,
dibanding misalnya istilah New Age Adherents maupun New Age
Believers). Sebagai a new revivalist religious impulse directed toward
the esoteric/metaphysical/spiritualism..., hasrat spiritual New Agers
yang secara praktis adalah a free-flowing spiritual movement,
terartikulasi ke berbagai manuskrip metafisika-spiritualitas
(Manuskrip Celestine, baik The Celestine Prophecy maupun The Celestine
Vision, Sophia Perennis yang menjadi filsafatnya New Agers, paradigma
The Tao of... yang sangat ekspresif menjadi trend penerbitan judul
buku-buku ilmiah dan populer, The Aquarian Conspiracy yang menjadi
buku pegangan New Agers, hingga merambah ke "pendidikan spiritual" dan
bahkan klinik-klinik spiritual dengan beragam variasinya.

Sebagaimana disinggung sepintas oleh Naisbitt dalam Megatrend 2000, In
turbulent times, in times of great change, people head for the two
extremes: fundamentalism and personal, spiritual experience... With no
membership lists of even a coherent philosophy or dogma, it is
difficult to define or measure the unorganized New Age movement. But
in every major U.S. and European city, thousands who seek insight and
personal growth cluster around a metaphysical bookstore, a spiritual
teacher, or and education center.

Oleh karena itu, seperti sudah menjadi fakta yang tak terbantahkan
adalah adanya gerakan masif dari generasi New Age yang selalu menyebut-
nyebut dirinya sebagai flower generations, berkiblat pada mainstream
spiritualitas, mulai dari kegemaran menyelami Manuskrip Celestine
sampai mengalami apa yang menjadi tradisi spiritual New Agers sebagai
spiritual gathering dengan berbagai variasi mistik-spiritualnya.

Gerakan yang dimulai di Inggris tahun 1960-an ini, antara lain
dipelopori Light Groups, Findhorm Community, Wrekin Trust. Ia menjadi
sangat cepat mendunia berskala internasional, terutama setelah
diselenggarakan seminar New Age oleh Association for Research and
Enlightenment di Amerika Utara, dan diterbitkannya East West Journal
tahun 1971 yang dikenal luas sebagai jurnalnya New Agers. Yang agak
sensasional dari gerakan New Age ini adalah setelah disiarkan via
televisi secara miniseri Shirley MacLaine Out on a Limb, bulan Januari
1987.

Spiritualitas "New Agers"

Ekspansi New Age menjadi populer dan fenomenal pada dasawarsa 1970-an
sebagai protes keras atas kegagalan proyek Kristen dan sekulerisme
dalam menyajikan wawasan spiritual dan petunjuk etis menatap masa
depan.

Pertama, di lingkungan gereja Kristen, misalnya, kita sulit menghapus
ingatan masa lalu saat Gereja menerapkan doktrin extra ecclesiam nulla
salus. No salvation outside the Church. Tidak ada keselamatan di luar
Gereja. Bukankah ini cermin watak Gereja yang sarat claim of
salvation? Bukankah claim of salvation tidak saja mengakibatkan sikap
menutup diri terhadap kebenaran agama lain, tetapi juga berimplikasi
serius terhadap konflik atas nama agama dan Tuhan. Karena itu,
"keselamatan" itu tidaklah penting di kalangan New Age. Sebab, New
Agers lebih percaya prinsip Enlightenment, di mana muncul kesadaran
spiritualitas di kalangan New Age bahwa manusia dapat tercerahkan,
menjadi sacred self, karena pada kenyataannya manusia adalah divine
secara intrinsik (persis konsep fithrah dalam Islam). Paham inilah
yang akhirnya menjadikan "pantheisme" begitu fenomenal di kalangan New
Age.

Kedua, protes New Agers atas hilangnya kesadaran etis untuk menatap
masa depan. Oleh karena itu, salah satu manuskrip terpenting yang
menjadi wawasan etis New Agers dalam menatap masa depan adalah The Art
of Happiness, New Ethic for the Milllenium karya Dalai Lama. Sebagai
alternatif dari protesnya terhadap kegagalan gereja Kristen dan
sekulerisme dalam menyajikan wawasan spiritual dan petunjuk etis
menatap masa depan, maka New Agers menoleh pada spiritualitas baru
lintas agama. Kita tahu, betapa New Agers begitu kuat berpegang pada
prinsip spirituality: the heart of religion.

Oleh karena itu, New Agers sangat menghayati betul arti pentingnya
monisme (segala sesuatu yang ada, merupakan derivasi dari sumber
tunggal, divine energy), pantheisme (all is God and God is all,
menekankan kesucian individu, dan karenanya proses pencarian Tuhan
tidaklah melalui Teks Suci, tetapi justru melalui diri sendiri, karena
God within our self), reinkarnasi (setelah kematian, manusia
terlahirkan kembali, dan hidup dalam alam kehidupan lain sebagai
manusia. Mirip konsep transmigration of the soul dalam Hindu), dan
seterusnya, seperti astrologi, channeling, pantheisme, tradisi
Hinduisme, tradisi Gnostis, Neo-Paganisme, theosopi, karma, crystal,
meditasi, dan seterusnya.

Tradisi spiritual New Agers lintas agama ini, tidak saja dapat
mengobati kegersangan spiritual yang sekian lama hampa dari lingkungan
agama formal, tetapi juga memberi muara kepada New Ages ke arah
terwujudnya Universal Religion. Agama Universal, di mana ada proses
awal kesadaran akan all is God and God is all yang menjadi sandaran
doktrin Pantheisme, tetapi kemudian bergeser ke arah kesadaran
spiritualitas New Age yang meyakini bahwa "hanya ada Satu Realitas
yang eksis". Semua agama, begitu keyakinan New Agers, hanyalah sekadar
jalan-jalan menuju kepada Satu Realitas yang menjadi ultimate reality
dari semua pejalan spiritual (agama-agama).
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Quote: 
** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will 
become scientific. Disagreements between science and religion will come to an 
end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are 
derived from the same source, and are only modifications of the One Universal 
Energy **

Milis HU Internasional: 
http://health.groups.yahoo.com/group/harmonization-universal

**** 
**** HU Databases List :
****
Mendaftar Inisiasi HU by Pillar: 
http://www.flexlists.com/key/hCdOmk1co96klX1PA8fgt7LnP4sbzIbQloEIJFU7
**** 
Daftar yg membutuhkan Healing : 
http://www.flexlists.com/key/IGfr8xNZGMkXUQesG9unAGLG5pQRTAABhP3pnQp3
****
Inisiasi Light of Fire by Christ: 
http://www.flexlists.com/key/HFi7Vka5cXsjQAke266d447S7mYoeSEWyX3tidyu
****
Inisiasi Merkaba by Gerry: 
http://www.flexlists.com/key/mfHHU5HANRFPLa3f6zud3v0aFm5T8NVv2DdWJUxw
****
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke