Terima kasih Rainny Situmorang Mudah2an saya bisa juga hadir di sana, sekalian merajut taliwangsa yang terpencar selama selama ini
Rahayu rahayu h3rm4n ----- Original Message ----- From: Rainny Situmorang To: [email protected] Sent: Thursday, June 18, 2009 1:30 AM Subject: [HU] OOT: Rajah Sabuana Di Gunung Tangkuban Parahu, wewengkon Gunung Sunda Purba From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Abdon Nababan Sent: Thursday, June 18, 2009 1:06 PM To: Hayati Groups Subject: [hayati] Upacara Sunda Wiwitan - Fwd: (Rajah Sabuana Di Gunung Tangkuban Parahu, wewengkon Gunung Sunda Purba) Kawan-kawan, Berikut ini ada informasi tentang Upacara "Kuwera Bakti Darma Wisundarah" yang akan diselenggarakan di Puncak Gunung Tangkuban Perahu hari Minggu tanggal 26 Juli 2009. Bagi yang berminat mengikuti upacara, silahkan menghubungi Panitia Penyelenggara di alamat email: [email protected] atau [email protected]. Lebih jauh tentang Sunda Wiwitan, silahkan lihat di: www.wiwitansunda.blogspot.com. Salam, Abdon Nababan Date: Thu, 18 Jun 2009 12:01:09 +0700 Subject: (Rajah Sabuana Di Gunung Tangkuban Parahu, wewengkon Gunung Sunda Purba) From: "dinan sabar.dinan" <[email protected]> Upacara “KUWERA BAKTI DARMA WISUNDARAH” (Rajah Sabuana Di Gunung Tangkuban Parahu, wewengkon Gunung Sunda Purba) Bubuka ...Eling, eling mangka eling/ Eling kadiri sorangan/ Eling ka diri nu lian/ Urang jeung Alam taya antara3x/ Mun aya antarana Urang rek cicing dimana? iyeuh.../ Pun, Hirup ti pamedalan nepi Pangbalikan/ Neda Ampun Nya Paralun/ Neda Jembar Pangampura/ Hampura Sapapanjangna Ahuuuuung... [Terjemah Bhs.Ind: ...Sadar, sadar hingga sadar sesungguhnya Sadar akan diri sendiri Sadar kepada diri yang lain Kita dengan Alam tiada berjarak 3x) Bila berjarak Kita bertempat dimana? Hai.. Pun (Kuserahkan), Hidup sejak lahir hingga kembali pulang Mohon Ampun semua pengampunan Mohon Keluasan Pengampunan Pengampunan sepanjang-panjangnya Ahuuuuung...(Engkau YangMaha)] (Rumpaka Rajah Pamunah) Upacara Kuwera Bakti Darma Wisundarah ini untuk menjalankan ‘pesan’ Kasepuhan (orangtua adat) dari Kanekes, yang menitipkan 3(tiga) Gunung, yaitu Pakualam yang harus diperhatikan sebagai tempat suci yang penting bagi warga adat yang mengakui dirinya urang Bandung. Gunung TangkubanParahu adalah yang ketiga setelah Gunung Wayang dan Gunung Gede. Inti upacara dari semua upacara (juga di tiga Gunung tersebut) adalah berterimakasih, menerima semua kasih dengan menebarkan kasih diantara sesama ciptaanNya. Bersama-sama (dengan menerima perbedaan bangsa serta budayanya, warna kulit, gender, atau apapun, sebagai anugerah alamiah, dengan penuh cinta kasih yang murni, bebas dari manipulasi) kita pancarkan rasa terkasih kita dengan karya bakti keindahan, memuji dengan semua persembahan, tata ruang, musik, nyanyian dan tarian, serta seluruh kesungguhan darma menerima Cahaya Hyang Maha. Rajah di Gunung TangkubanParahu, memberi ketegasan bahwa di setiap titik di bumi ini, alam telah memberi tempat dan tanggungjawab kepada setiap hidup yang terpilih untuk satu dengan lingkungan hidupnya, dan eksistensi itu tidak dapat diubah dengan apapun karena itu sudah terbentuk dan tumbuh secara alamiah ribuan tahun lalu atau lebih, jadi pasti di setiap tempat ada para pendahulu. Itulah sebabnya, Pancaran kasih para pendahulu harus dihidupkan, para pemelihara warisan leluhur sangat baik dipertemukan dalam satu perjamuan spiritual, yaitu salah satunya berkumpul melakuan ritual bersama di Perahu alam, Gunung TangkubanParahu, yaitu salah satu Gunung yang tersisa dari Gunung Sunda Purba (Purwakancana). Menyiapkan amparan bagi kehidupan yang sangat baru, dari perubahan yang sangat besar di semesta ini, yang akan datang dengan waktu tak lama lagi. Mempererat persaudaraan sedunia dengan Sapajajaran, Silihwangian Sabuana. Semoga kita semua, dapat melakukan darma dengan ‘kebeningan rasa’. Memancarkan Cinta kasih bagi semua yang telah lahir dan nyata, sebagai bagian dari Yang MahaHidup. Rahayu, Rahayu, rahayu. Rajah Sabuana Upacara akan dilaksanakan di puncak Gunung TangkubanParahu (berarti: Perahu Terbalik), merupakan salah satu gunung yang mengitari cekungan bandung, gunung berapi yang letaknya di utara Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Gunung TangkubanParahu adalah anak dari letusan Gunung Sunda Purba (Purwakancana), konon merupakan gunung tertinggi di dunia di jaman dahulu. (Dua kata yang cukup penting, memberi isi pada upacara kita nanti, yaitu Parahu dan Gunung Sunda. Parahu berarti Bahtera, kendaraan di laut yang juga menjadi bahan cerita kitab suci bangsa semit, pada saat Nabi Nuh membuatnya di puncak gunung, untuk menyelamatkan beragam spesies disaat air meluap penuh menutup bumi. Parahu pun dapat bermakna Para yang artinya bisa menunjukan jamak, atau juga bisa berarti “yang diatas” sebagaimana para adalah berarti ruang diatas atap penutup sebuah ruangan dalam sebuah bangunan, dan hu berarti “Dia yang tertinggi”. Jadi Parahu bisa berarti “Mereka yang tertinggi, yang terdahulu, yang menjadi sumber hidup”. Gunung Sunda, Gunung bagi banyak orang di dunia ditempatkan sebagai tempat yang suci, melambangkan sumber aliran dan ajaran hidup atau guru alam. Sunda, selain sebutan salah satu bangsa di Pulau Jawa, memiliki sekian banyak makna, salah satunya adalah cahaya awal yang sangat terang, cahaya yang memberi pencerahan pada saat para pertapa mencapainya. Gunung Sunda dalam makna yang universal adalah Guru yang menunjukan Cahaya Ketuhanan.) Lamanya upacara digelar satu hari, di mulai sejak matahari terbit, hingga matahari hampir terbenam, dibuka dengan mipit amit (memohon ijin) para pangjejer (Pemangku yang menyelenggarakan upacara ini), menempatkan sesajen (Persembahan).Lalu, penyambutan tamu dan peserta upacara diiringi gamelan Gending Pakuan Pajajaran. Setelah itu areal Upacara akan dibersihkan secara spiritual oleh Belasan orang Kasepuhan (tetua adat sunda), dengan bunyi-bunyian dari angklung buhun dan tarian adat, mereka datang berjalankaki sejauh lebih dari 300km selama berhari-hari menuju tempat upacara, dari kampungnya di Kanekes (Baduy dalam), Banten, Indonesia. (Orang Kanekes/”Baduy dalam” adalah warga adat sunda wiwitan yang menjalani hidup sangat sederhana dan bertapa (yoga), mereka menyadari tugasnya, yaitu “Ngabaratapakeun telungpuluhtelu nagara” (hidup bertapa untuk seluruh isi dunia), dan telah hidup seperti itu turun-temurun selama ratusan tahun atau mungkin lebih dari seribu tahun yang lalu) Setelah itu, dengan keadaan seluruh peserta upacara telah berkumpul dalam suasana cukup fokus, maka dilanjutkan “Kuwera Bakti”, di buka oleh rajah kacapi suling oleh jaro rajah, dilanjut oleh semua peserta upacara dari berbagai bangsa, berbagai kepercayaan, berbagai cara, untuk meditasi bersama, bermusik, mantera-mantera, nyanyian suci serta tarian secara mengalir diantar oleh jaro salametan. Berakhir dengan Rajah Pamunah dan Tarawangsa. Penyelenggara, peserta dan waktu Upacara diselenggarakan oleh warga adat sunda wiwitan di Kota Bandung, yang biasa berkumpul dan bertemu dalam “Tumpekan” (sebuah upacara adat cara leluhur sunda yang rutin dilaksanakan setiap hari sabtu) di “Patumpekan Jalan Kuring”. Juga didukung oleh warga adat, serta beragam komunitas sosial yang ada di daerah Gunung TangkubanParahu dan sekitarnya. Bekerjasama dengan semua orang yang memiliki perhatian terhadap semua warisan sakral leluhurnya. Peserta terbuka untuk seluruh orang yang tertarik mengikutinya, baik individu ataupun komunitas, terutama adalah yang bisa mewakili komunitas-komunitas warga adat di seluruh dunia yang masih memelihara adat dan ajaran dari leluhurnya. Keikutsertaan tidak selalu harus menghadirkan orang yang mewakili, tapi juga dapat digantikan oleh alat atau simbol, berupa persembahan yang biasa disertakan dalam sebuah upacara di tempatnya masing-masing. Akan tetapi kekuatan warna yang indah akan sangat diharapkan, apabila keikutsertaan juga menampilkan ritual dengan tatacara, mantera, nyanyian, musik atau tarian yang biasa digelar dalam sebuah upacara berterimakasih bagi Sang MahaPemberi, seperti di tempatnya masing-masing, di tanah leluhurnya. Kami yakin semuanya dapat menggelar bersama dengan mengalir secara harmonis. Waktu upacara, dilaksanakan pada Hari Minggu, Tanggal 26 juli 2009, atau dalam penanggalan Kalasunda: Wuku Sungsang, Radite-pahing, 11 Kresnapaksa, Yesta 1945 Candrakala, 5 Kawalu 1931 Suryakala, sejak matahari terbit hingga hampir terbenam. Dimana saat itu pun disebutkan sebagai hari yang baik untuk menebar benih. Penutup Semoga usaha kita bersama untuk mempertemukan para penerus ajaran leluhur, akan melahirkan kemerdekaan spiritual dimasa yang akan datang. dimana hegemoni ajaran kemanusiaan dan agama-agama yang telah teresidu oleh persaingan politik, perdagangan dan penghinaan serta penjajahan antar ras, yang berakibat konflik yang meluas pun akan berkurang pengaruhnya. Lalu mereka kembali kepada kemurnian ajarannya yang pada dasarnya adalah kasih kepada semua, sesama mahluk di dunia ini. Penyelenggara mengharapkan segala bantuan yang tulus, baik itu dana, tenaga, atau pemikiran dari semua pihak. Diharapkan pula para individu atau komunitas yang tertarik untuk turut serta dalam upacara ini, mengkonfirmasikan semua bentuk dukungannya, lewat semua fasilitas komunikasi yang tersedia. Bandung, 7 Maret 2009 (3 Suklapaksa 1945 Candrakala-Kalasunda) Jaro Salametan Kanta Purwadinata Konfirmasi: Alamat Panitia : Jl. Dr.Curie no 1 Bandung Indonesia Kontak: 1. Gin-gin Akil+62 02291643519 (Bhs.Indonesia/Sunda) 2. Wawan Sarbani Akil+62 081395382559 (Bhs.Indonesia/Sunda) 3. Sri “Gaby” Rahayu+62 081236072633 (English/French) Bank: BCA 0080340249 a/n. Akil Afiat Ginanjar Email: [email protected] Blog: wiwitansunda.blogspot.com __._,_.___ Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar To Post a message, send it to: [email protected] To Unsubscribe, send a blank message to: [email protected] MARKETPLACE How Many Triangles? 92.6% of Americans Fail this Question!. ------------------------------------------------------------------------------ (1) New IQ Challenge. 92.6% of Americans get this question wrong!. ------------------------------------------------------------------------------ Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families, for the world and for each other Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity Visit Your Group Yahoo! News Get it all here Breaking news to entertainment news Yahoo! Finance It's Now Personal Guides, news, advice & more. Yahoo! Groups Mom Power Find wholesome recipes and more. Go Moms Go! . __,_._,___ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** Milis HU Internasional: http://health.groups.yahoo.com/group/harmonization-universal **** **** HU Databases List : **** Mendaftar Inisiasi HU by Pillar: (6 Juli 09) http://www.flexlists.com/key/hCdOmk1co96klX1PA8fgt7LnP4sbzIbQloEIJFU7 **** Daftar yg membutuhkan Healing : http://www.flexlists.com/key/IGfr8xNZGMkXUQesG9unAGLG5pQRTAABhP3pnQp3 **** Inisiasi Shamballa MDH Level 1: (27 Juni 09) http://www.flexlists.com/key/pPjMa3iR2vDi99MJaH8ZFJTZtk9yayfznymxCFoF **** Inisiasi Shamballa MDH Level 2: (13 Juli 09) http://www.flexlists.com/key/ykJ2OKwfPd0uHQATQmAkA6Jrw72yYiPxCyzri6G8 **** -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
