Rahasia Masuk Ke Level Deep Hypnosis

Baru-baru ini saya mendapat email dari peserta roadshow The Secret of Mindset, 
di Jogjakarta, yang bertanya, "Pak, saya penasaran dengan yang Bapak lakukan. 
Bagaimana Pak Adi bisa begitu mudah membawa peserta seminar, yang jumlahnya 
ratusan, masuk hingga ke kedalaman profound somnambulism?"

Penasaran dengan pertanyaan ini, karena peserta ini menggunakan istilah yang 
sangat teknis, profound somnambulism, saya lalu menanyakan latar belakangnya. 
Peserta ini, sebut saja, Pak Anggoro, menerangkan bahwa ia juga mempelajari 
hipnosis dan hipnoterapi. Namun selama ini mengalami kesulitan membawa kliennya 
masuk ke kondisi very deep hypnosis atau yang dikenal dengan level profound 
somnambulism. 

Bagi anda, pembaca, yang tidak menghadiri roadshow seminar saya mungkin bingung 
apa yang saya lakukan? Di seminar saya menjelaskan dan memeragakan cara untuk 
masuk ke pikiran bawah sadar dengan sangat cepat dan mudah. Pertama, saya akan 
memberikan contoh dengan meminta seorang peserta maju ke depan, ke atas 
panggung, untuk saya bimbing masuk ke kondisi deep hypnosis. 

Dalam waktu yang sangat singkat dan sangat mudah, peserta ini, bisa masuk 
sangat dalam, hingga mencapai kondisi profound somnambulism. Untuk membuktikan 
bahwa subjek hipnosis saya ini telah masuk ke level yang sangat dalam saya 
melakukan uji kedalaman. Salah satu fenomena kondisi profound somnambulism 
adalah negative visual hallucination. Dan subjek saya ini memberikan respon 
yang sesuai dengan kedalaman hipnosis yang ia capai saat itu. 

Setelah menjelaskan panjang lebar beserta contoh dan peragaan yang gamblang, 
saya selanjutnya membimbing semua peserta untuk masuk ke kondisi deep hypnosis 
atau profound somnambulism. Dan rupanya hal ini yang membuat Pak Anggoro 
penasaran. 

Nah, mungkin anda juga bertanya, seperti Pak Anggoro, bagaimana cara saya 
melakukannya? Mengapa begitu mudah? Pake ilmu apa ya?  Apa rahasianya? 

Apakah memang ada rahasia di balik apa yang saya lakukan? Nggak ada rahasia. 

Lho, kok nggak ada rahasia? Kalo begitu mengapa sulit untuk mencapai kondisi 
profound somnambulism? Lha, memang bukan rahasia, kok. Di berbagai buku, 
literatur, dan pelatihan hipnosis/hipnoterapi "rahasia" ini pasti dijelaskan 
atau diajarkan sebagai pengetahuan dasar. Namun sayangnya informasi ini kurang 
mendapat perhatian yang layak dan malah sering diabaikan.  

Ada beberapa hal yang selama ini menghambat seorang operator (baca: hipnotis 
atau hipnoterapis) untuk bisa membimbing subjek hipnosis atau klien masuk ke 
kondisi hipnosis yang sangat dalam. 

Pertama, banyak operator yang berpikir bahwa hipnosis adalah sesuatu yang 
mereka lakukan terhadap subjek hipnosis, subjek masuk kondisi hipnosis karena 
hasil kerja si operator. Pemahaman ini kurang tepat. Yang benar adalah subjek 
masuk kondisi hipnosis karena subjek mau. Jadi, langkah awal adalah si subjek 
harus bersedia untuk dihipnosis.

Kedua, operator harus bisa menghilangkan perasaan takut ataupun mispersepsi 
subjek terhadap hipnosis. Ini faktor yang sangat-sangat penting. Mengapa? 
Karena pencapaian kedalaman hipnosis berbanding terbalik dengan intensitas 
perasaan takut.

Dengan kata lain, bila subjek sangat takut maka ia tidak akan bisa dihipnosis. 
Bila takutnya sedikit maka ia bisa masuk lebih dalam lagi. Jika sama sekali 
tidak ada rasa takut maka subjek bisa masuk dengan sangat mudah ke level 
hipnosis yang sangat dalam.   

Setelah klien tidak takut dan bersedia dihipnosis maka langkah selanjutnya 
adalah operator harus bisa mengembangkan imajinasi dan menciptakan pengharapan 
mental pada diri subjek. 
Ketiga, banyak orang mempunyai pemahaman yang kurang tepat, jika tidak mau 
dikatakan salah, mengenai hipnosis. Banyak orang berpikir bahwa untuk bisa 
masuk ke kondisi hipnosis maka secara fisik subjek harus rileks. Dengan 
demikian, jika subjek mau dibawa ke kondisi hipnosis yang sangat dalam maka ia 
harus sangat-sangat rileks. Dengan kata lain, level relaksasi berbanding lurus 
dengan level kedalaman hipnosis.

Pemahaman ini, sekali lagi, kurang tepat. Benar, salah satu ciri orang yang 
berada dalam kondisi hipnosis adalah tubuhnya tampak rileks. Namun tubuh yang 
rileks tidak berarti orang dalam kondisi hipnosis. 

Definisi hipnosis yang saat ini paling banyak digunakan dan diterima adalah 
definisi yang dilansir oleh U.S. Dept. of Education, Human Services Division, 
yaitu "Hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind 
followed by the establishment of acceptable selective thinking" atau "hipnosis 
adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu 
pemikiran atau sugesti"

Bila dicermati dengan saksama maka dari definisi di atas tampak jelas bahwa 
hipnosis sama sekali tidak ada hubungannya dengan kondisi rileks, rileks secara 
fisik. Untuk bisa dikatakan sebagai kondisi hipnosis, menurut definisi di atas, 
maka ada dua syarat yang harus dipenuhi. Pertama, penembusan faktor kritis, dan 
kedua, diterimanya suatu sugesti oleh pikiran bawah sadar. 

Faktor keempat,  yang membuat seseorang sulit masuk ke kondisi hipnosis yang 
dalam adalah karena operator salah memilih teknik.  Ada sangat banyak teknik 
untuk menembus faktor kritis pikiran sadar. Akan terlalu teknis bila saya 
jelaskan di artikel ini. Namun secara umum, ada 6 (enam) teknik dasar yang 
biasa digunakan. Dari enam teknik dasar ini selanjutnya berkembang menjadi 
sangat banyak teknik. 

Satu teknik yang paling umum dan paling banyak digunakan adalah progressive 
relaxation. Teknik ini paling banyak digunakan karena paling mudah dan paling 
"aman" untuk operator. Oh ya, sebenarnya nama progressive relaxation juga 
kurang tepat. Nama yang benar adalah fractional relaxation. Usahakan untuk 
tidak menggunakan teknik ini. Gunakan teknik lain yang lebih efektif. 

Progressive relaxation tidak cocok untuk orang analitis, kritis, pemikir, 
melankolis, pengacara, pimpinan perusahaan, atau orang yang berada pada level 
otoritas tinggi. 

Oh ya, banyak orang mengatakan bahwa orang analitis adalah orang yang sangat 
sulit untuk dihipnosis. Apa benar seperti itu? Ah, tidak. Tahukah anda bahwa 
sebenarnya orang analitis adalah orang yang sangat sugestif.  Nah, bingung, 
kan? 

Faktor kelima, dan ini juga sering diabaikan oleh banyak operator, adalah 
semantik atau pilihan kata. Banyak operator menggunakan kata yang mengandung 
makna si operator lah yang mencipta kondisi hipnosis pada diri subjek. 
Contohnya seperti ini, "Sekarang anda merasa diri anda semakin rileks dan lebih 
rileks lagi" atau "Sekarang anda menjadi 10 kali lebih rileks". Ini adalah 
perintah yang belum tentu akan dijalankan oleh subjek. Yang lebih tepat adalah 
dengan menggunakan kalimat yang lebih permisif, persuasif, dan bersifat 
himbauan. 

Jika lima faktor di atas diperhatikan dengan sungguh-sungguh maka siapapun bisa 
dibimbing masuk ke kondisi hipnosis yang sangat dalam, dengan sangat mudah dan 
cepat.

sumber http://adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&mode=detil&ID=130

-- 
Quote: 
** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will 
become scientific. Disagreements between science and religion will come to an 
end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are 
derived from the same source, and are only modifications of the One Universal 
Energy **
****
Sharing File Audio-Video-Software-Manual Meditasi di : 
http://tiny.cc/huarchive
****
List events inisiasi di group HU & registrasi di :
http://tiny.cc/huevents
****

Kirim email ke