----- Forwarded Message ----
From: wendall stan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, February 17, 2010 4:58:56 PM
Subject: [Mayapada Prana] Trs: Nice Story: I Luv My Family

  

 


----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Hasreiza (KII-HRD) <re...@kurnia. com>
Kepada: hitchiker_12324@ yahoo.com
Terkirim: Rab, 17 Februari, 2010 15:37:43
Judul: FW: Nice Story: I Luv My Family



________________________________

From:Hasreiza (KII-HRD) 
Sent: Wednesday, February 17, 2010 15:29
To: Hasreiza (KII-HRD)
Subject: Nice Story: I Luv My Family
Importance: High
 
Nice Story to read:
 
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering 
aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, 
baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang 
suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. 
Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, 
tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk 
menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat 
ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan 
untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia 
makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku 
bergegas berangkat ke tempat kerja. 

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari 
ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang 
hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke 
kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke 
tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, 
tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! 
Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah mangkuk 
yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Ya Allah! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung 
menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan main anny a, dengan 
pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, 
dia hanya memberi penjelasan singkat: "Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak 
ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. 
Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor 
gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini 
dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi 
untuk saya .. Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku 
menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku 
lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... 
Saya minta maaf Ayah ... " 
 
Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak 
saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis 
dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. 
Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan 
memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku 
membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di 
tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku 
melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa 
sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto Bundanya yang 
dikasihinya. 
 
Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk 
memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih 
sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuh anny a. Tanpa terasa, 
anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. 
Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa 
kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia. Namun... belum lama, aku 
sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal.... Guru Taman 
Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari 
sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa 
menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah 
kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko 
alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya 
pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja
 lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Ayah". Selang beberapa lama aku selidiki, 
ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, 
karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan 
ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu...... 
 
Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah 
memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. 
Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih 
menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan 
merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!
 
Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini Ramadhan 
dan Hari Raya Idul Fitri hampir tiba. Semangat Idul Fitri ada dimana-mana juga 
di hati setiap orang yg lalu lalang... Ayat-ayat Al-Quran terdengar diseluruh 
pelosok jalan .... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang 
menyelesaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos 
menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga 
sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka 
menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah 
mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak 
pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak 
memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar 
keterlaluan. . Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, 
Ayah". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk
 menjelaskan alasannya melakukan itu.  Setelah itu saya pergi ke kantor pos 
untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di 
rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, 
perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah 
isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk Bunda.....". Tiba-tiba mataku 
berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya 
kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg 
sama?"  Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat Bunda untuk waktu 
yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi 
bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, 
ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku 
mengirimkannya sekaligus".  Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan 
kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa
 yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan... 
 
Aku bilang pada anakku, "Nak, Bunda sudah berada di surga, jadi untuk 
selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk Bunda, cukup dengan 
mendoakannya selesai Shalat maka doanya tersebut akan sampai kepada Bunda 
seperti surat-surat yang akan kamu kirimkan kepadanya. Setelah mendengar hal 
ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan 
nyenyak. 
Namun saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut dan salah satu 
dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......

'Bunda sayang', Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 
'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di 
pertunjukan tersebut.. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya 
juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan 
mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, 
aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah 
keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya 
bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang 
sebenarnya.  Bunda, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia 
teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di 
kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk 
kita berdua, saya rasa. Tapi Bunda, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah Bunda 
muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu
 dan ingat bahwa aku ernah memiliki seorang Ibu? Temanku bilang jika kau 
tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang 
tersebut dalam mimpimu. Tapi Bunda, mengapa engkau tak pernah muncul??? 
 
Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak 
pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak 
ditinggalkan oleh istri saya .... Untuk para suami, yang telah dianugerahi 
seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu 
berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa 
umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan 
selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. 
Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan 
segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, 
tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.
 
 
Source: Dari Milist sebelah
________________________________
Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! 
__._,_.___
Reply to sender | Reply to group Messages in this topic (1) 
Recent Activity:        * New Members 3 
Visit Your Group Start a new topic 
Iklan:
<*> Rahasia Otak
"Teknologi Simulasi Gelombang Otak: Kunci Hidup Sukses, Sehat dan Bahagia"
http://www.rahasiaotak.com/

<*> Rahasia Suami!
http://www.pria-jantan.net/?id=red_conjurer

<*> Rahasia Istri!
http://www.rahasiaistri.com/?id=red_conjurer

Sister List:
<*> Harmonisasi Universal
"Milis HU dalam Bahasa Indonesia"
http://groups.google.com/group/harmonisasi-universal

<*> Harmonization Universal
"Milis HU dalam Bahasa Inggris"
http://groups.yahoo.com/group/harmonization-universal 
 
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
. 

__,_._,___


      

-- 
Quote: 
** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will 
become scientific. Disagreements between science and religion will come to an 
end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are 
derived from the same source, and are only modifications of the One Universal 
Energy **
****
Sharing File Audio-Video-Software-Manual Meditasi di : 
http://tiny.cc/huarchive
****
List events inisiasi di group HU & registrasi di :
http://tiny.cc/huevents
****

Kirim email ke