Rekan-rekan yang terkasih, 
Saya perkenalkan artikel-artikel Gali Kata Alkitab yang merupakan hasil kajian 
dari akar kata bahasa Ibrani kuno. Harap berguna dan menjadi berkat bagi Anda 
sekalian. Saya juga menunggu masukan, saran, ataupun kritik dari Anda sekalian. 
Untuk penyebaran artikel itu saya juga menyediakan blog Gali Kata Alkitab yang 
dapat diakses di alamat berikut: 
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/ 
http://herysetyoadi_001.blogs.friendster.com/gali_kata_alkitab/ 
Jika Anda keberatan dengan email ini, saya mohon maaf, dan silakan Anda kirim 
email balik dengan pesan “berhenti”. 
Jika Anda tidak keberatan menerima email seperti ini, saya akan mengirimnya 
secara rutin, seminggu sekali. 
Tuhan memberkati kita sekalian. 
  
Salam saya, 
herysa 
--------------------- 
  
Gali Kata Alkitab 
Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab yang 
diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang 
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam 
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata 
Alkitab" dari telepon selular nomor  085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. 
Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- 
mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama 
disebarkan juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap 
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. 
  
Pelayanan via E-mail 
Edisi 24: Kamis, 21 Agustus 2008 
Didikan 
Kata “didikan” merupakan padanan dari kata Ibrani “musar” 
(mem-sureq-samekh-qames-resh), meskipun kata itu bukanlah padanan tunggalnya. 
Beberapa kata lain, seperti “teguran”, “hukuman”, “hajaran”, “pelajaran”, 
“ganjaran”, “petunjuk”, “peringatan”, dan “kecaman” merupakan padanan dari kata 
“musar” tersebut. 
Berikut ini ayat-ayat dalam Alkitab (Indonesia Terjemahan Baru/ITB) yang  
terdapat padanan kata “musar” itu, yaitu: “didikan” (Ayub 5:17; Amsal 1:2,7; 
3:11; 4:1, 13; 5:12, 23; 8:33; 10:17; 12:1; 13:1, 18; 15:5, 10, 32; 19:20, 27; 
22:15; 23:12, 23), “teguran” (Ayub 20:3, Mazmur 50:17, Yeremia 17:23, dan 
Zepanya 3:2), dan “kecaman” (Zepanya 3:7). Berikutnya, kata “hajaran”, 
“penghajaran”, bahkan “menghajar” (Amsal 13:24, Yeremia 2:30; 5:3; 7:28; 30:14; 
32:33; 35:13, dan Hosea 5:2), “pelajaran” (Amsal 24:32), “ganjaran” (Yesaya 
53:5), “peringatan” (Ezekiel 5:15), “petunjuk” (Yeremia 10:8), dan “hukuman” 
(Amsal 7:22, Bahasa Indonesia Sehari-hari/BIS). 
Apa arti kata “musar” tersebut ditinjau dari tulisan Ibrani kuno? Kata itu 
berasal dari akar kata induk “sr” (samekh-resh). Dalam piktograf Ibrani kuno, 
huruf “samekh” adalah gambar duri atau onak yang melambangkan ide “memutar”, 
sedangkan huruf “resh” adalah gambar kepala seorang laki-laki. Jadi gabungan 
dua gambar itu berarti “memutar kepala”. 
  
Arah kepala menentukan arah penglihatan dan jalan yang dipilih. Jika kepala 
menghadap ke utara, maka penglihatan ke arah utara dan arah jalan pun ke utara. 
Begitu juga jika kepala menghadap ke selatan, timur, ataupun barat, maka 
penglihatan dan jalan yang ditempuh ke arah itu juga. Seseorang “memutar 
kepala” anak-anak atau murid ke arah tertentu agar melihat ke arah yang ia 
kehendaki. 
  
Ide “memutar kepala” ini dapat dilakukan melalui pengajaran, perintah, bahkan 
kekuatan. Melalui pengajaran, perintah, atau pun kekuatan seseorang “memutar 
kepala” anak-anak atau murid yang dididiknya agar memiliki “arah penglihatan” 
yang dikehendakinya. 
  
Salomo melihat “didikan” (memutar kepala) itu amat penting. Bahkan, dia 
menghubungkan “didikan” itu dengan hidup. Dalam Kitab Amsal, setidaknya enam 
kali ia menghubungkan “didikan” itu dengan hidup. Baginya, “didikan” berkaitan 
dengan jalan kehidupan atau jalan yang benar, yaitu jalan Tuhan. Mari kita 
melihat beberapa ayat dari kitab Amsal! 
  
“Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena 
dialah hidupmu” (Amsal 4:13). 
  
“Lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku 
menolak teguran;  mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak 
mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?  Aku nyaris terjerumus ke 
dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan" (Amsal 5:12-14). 
  
“Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia 
tersesat (Amsal 5:23).    
  
“Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan 
teguran, tersesat” (Amsal 10:17).    
  
“Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan 
siapa benci kepada teguran akan mati” (Amsal 15:10).    
  
Implikasi 
Belajar dari Raja Salomo dalam Kitab Amsal, “didikan” itu begitu penting. 
“Didikan” menyangkut hidup atau matinya seseorang. Karena itu, mari kita 
lakukan “didikan” yang membawa hidup bagi anak-anak atau pun murid kita. 
Seperti padanan lain dari kata “musar” (memutar kepala), maka agar anak-anak 
atau pun murid kita memperoleh hidup, jangan segan memberikan “teguran”, 
“hukuman”, “hajaran”, “pelajaran”, “ganjaran”, “petunjuk”, “peringatan”, dan 
“kecaman”. 
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel dengan 
judul “Didikan” yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dalam rubrik "Gali Kata 
Alkitab" edisi 24, Rabu 20 Agustus 2008 dari nomor HP 085294397157. Berbagai 
sumber dipakai sebagai rujukan tulisan ini) 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke