Rekan-rekan sekalian,  
Berikut ini saya postingkan artikel Gali Kata Alkitab (Edisi 55): Benci

Harap artikel ini menjadi berkat bagi kita sekalian. 
Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda akses di alamat berikut ini:  

http://herysa.blog.friendster.com/





http://www.sabdaspace.org/benci_gali_kata_alkitab_dalam_tinjauan_tulisan_ibrani_kuno
 
 


Tuhan Yesus memberkati.

Salam,  

herysa  
------------------------------------------------- 
  
  
  
  
Gali Kata Alkitab 
Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab yang 
diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang 
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam 
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata 
Alkitab" dari telepon selular nomor  085294397157 atau 08987403198 atas nama 
Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui 
e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. 
Artikel yang sama disebarkan juga melalui blog dengan alamat:  
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata  dan 
http://www.sabdaspace.org/blog/hery_setyo_adi Harap artikel-artikel ini menjadi 
berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. 
  
Pelayanan via E-mail 
Edisi 55: Kamis, 26 Maret 2009 





 
Benci 
Kata “benci” berpadanan dengan kata sane (Sin-Qames-Nun-Sere-Alef) dalam bahasa 
Ibrani. Kata sane diturunkan dari akar kata induk sn (Samekh-Nun), yang dalam 
tulisan-gambar (piktograf) Ibrani kuno masing-masing huruf melambangkan ide 
tertentu. Huruf Samekh adalah gambar duri, sedangkan huruf Nun adalah gambar 
benih. Gabungan dua piktograf tersebut berarti “benih duri”. 
Ada tanaman tertentu yang berduri. Duri memiliki ujung kecil yang tajam. 
Keadaan seperti itu menyebabkan seseorang menghindarinya. Jika seseorang 
berjalan di hutan dan menjumpai semak duri, maka orang itu akan berbelok arah 
untuk menghindarinya. Di belakang rumah tempat saya tinggal, ada jenis  tanaman 
liar menjalar yang berduri. Jika tanaman ini tumbuh dan saya terlambat 
membersihkannya, menyebabkan saya enggan ke kebun itu. Kaki atau tangan saya 
bisa terkena duri tanaman itu dan rasanya  pedih. Saya lebih baik menghindar 
tanaman itu. 
Seperti halnya sebuah duri itu, kebencian menyebabkan seseorang menghindar dari 
orang lain. Kata sin (dosa atau berdosa) dalam bahasa Inggris, ada kemungkinan 
memiliki hubungan dekat dengan akar kata induk sn (Samekh-Nun) ini. Jadi sin 
(dosa atau berdosa) memang harus dihindari. 
Firman Tuhan Membuat Kita Benci Dosa 
Beberapa ayat dalam Mazmur 119 menunjukkan bahwa dosa, khususnya dusta, harus 
dihindari. Pemazmur dengan jelas menyatakan dirinya benci dusta. Hal itu 
terjadi karena ia memiliki pengetahuan, mau bertindak, dan memiliki sikap hidup 
yang sesuai dengan Firman Tuhan.  
Pengetahuan tentang Firman Tuhan membuat pemazmur membenci dusta. “Aku beroleh 
pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta” 
(Mazmur 119:104). Perilaku yang bersesuaian dengan Firman Tuhan membuatnya 
benci terhadap jalan dusta. “Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan 
segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci” (Mazmur 119:128). Sikap pemazmur 
yang memihak kepada firman Tuhan membuatnya benci dan merasa jijik terhadap 
dusta. “Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai” 
(Mazmur 119:163). 
Pemazmur telah “berbelok arah” dari dusta. Ia benci dosa. 
Tuhan Yesus adalah teladan yang sempurna dalam segala hal, termasuk membenci 
dosa. Dia mencintai keadilan dan membenci kefasikan (Ibrani 1:9). Dia tidak 
berdosa (1 Petrus 2:22). Tapi, Tuhan Yesus mau makan dan minum bersama pemungut 
cukai dan orang berdosa (Lukas 5:30), sebab Dia mau mereka ini bertobat (Lukas 
5:32). 
Implikasi 
Kita telah mengetahui firman Tuhan. Apakah pengetahuan kita tentang firman itu 
membuat kita benci (berbelok arah) terhadap dosa? Seorang hamba Tuhan telah 
bertahun-tahun melakukan dosa seksual. Ia benci terhadap dosa ini. Ia 
berkomitmen untuk tidak melakukan dosa ini lagi. Ia membuka masalah dosanya 
kepada saya dan beberapa rekannya untuk didoakan. Ia mau “berbelok arah” 
terhadap dosanya itu. 
Hamba Tuhan yang lain memiliki akar pahit terhadap keluarga papanya. Ia 
membenci mereka. Ia bersikap lebih baik menghindar daripada bertemu mereka. Ia 
membuka masalahnya untuk didoakan. Ia mau “berbelok arah” terhadap dosa, yaitu 
membenci keluarga papanya. 
Mari kita “berbelok arah” dari dosa-dosa kita, bukan “berbelok arah” dari 
orang-orang! 
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi  yang menggunakan berbagai sumber 
sebagai bahan rujukan) 


      
___________________________________________________________________________
Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas.
Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke