ACEH, MALANG BENAR NASIBMU.

Bapakku tidak jadi diberangkatkan ke Aceh
padahal sudah beratus-ratus batalyon diturunkan di sana
Rasa syukur.
Haru.
Aku masih bisa berkumpul bersama keluarga
Malahan bapakku yang sedih sesedih-sedihnya, teman-temannya yang sudah
seperti keluarga sendiri banyak yang ditugaskan di sana dan menjadi
korban

Indonesia!!!
Kukabarkan padamu..
Mata dunia kini tertuju padamu
Adakah kau merasa?
Tidak hanya kini,
Pun sebelumnya engkau mempertontonkan the reality shows
terorisme, ledakan bom dimana-mana
korupsi,
Adakah ingatan kita sampai kepada gempa di Nabire November lalu?
dimana tumpahan airmata dan do'a mengiringi deritanya
Atau banjir dan tanah longsor di berbagai pelosok nusantara
yang tidak terhitung berapa kerugian yang dideritanya

Ahad siang itu,
Bergidik aku menyaksikan puluhan......ratusan......
Masya Allah., ribuan nyawa tersapu tsunami
Apa itu tsunami? aku pun tidak tahu betul apa itu artinya
Beronggok-onggok nyawa dibiarkan tergeletak terjajar di jalan atau
tertimpa puing-puing reruntuhan
belum lagi yang dinyatakan hilang

Tak terbayang pedihnya kehilangan orang-orang yang kita cintai
Belum selesai pula....luka itu menganga lagi
Mereka menangis,
Itu air mata,
Samakah air mata mereka dengan punyaku???
Aku menangis karena melihat mereka menangis
Belum lagi kelaparan yang menyiksa, kedinginan yang menyerang,
dan kepedihan yang melanda

Aku kembali teringat suatu ayat
kalian juga pasti sudah tahu dan sering mendengar
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka
mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah
menghendaki keburukan terhadap suatu kaum maka tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Q.S
13:11)

Berkali-kali kita tertimpa musibah
Berkali-kali kita berdo'a
seperti dalam Q.S 10: 12
"Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo'a kepada Kami dalam
keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya
itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalan yang sesat), seolah-olah
dia tidak pernah berdo'a kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang
telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu
memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan."

Lalu apa Ya Allah...
Apa yang harus kami lakukan???
Haruskah kami menuju kemaafan-Mu,
seperti dalam firman-Mu:
"Dan bergegaslah kamu kepada Ampunan dari Tuhan-mu dan kepada surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertaqwa."

Seperti kalimat bijak yang sering aku lontarkan,
kepada sahabat-sahabat yang bersedih dilanda duka sesaat,
Kalimat yang kuambil dari Al-Quran
yang Kau turunkan kepada kami sebagai pedoman hidup
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat."
Sebab duka kita bukan duka sesaat
dan shalat kita bukan shalat sejenak

Aceh, sabar ya..
Ini ujian keimanan untuk kita bersama koq



[EMAIL PROTECTED] wrote:




Maha Benar Janji-Mu, Ya Alloh ...............
Namun terkadang manusia sering melupakan dan bahkan mendustakan wujud-wujud
nyata dari Janji-Mu ..........
Ya Alloh .......... Tiadalah Engkau ciptakan suatu kejadianpun di alam semesta
ini, melainkan memiliki maksud dan tujuan yang SANGAT JELAS.
Namun hanya Engkau-lah dan hanya orang-orang yang BEGITU dekat hatinya dengan-Mu
yang dapat melihat dengan jelas dan tepat MAKSUD-MU itu.
Ya Alloh ......... Kini teguran/cobaan/ujian/azab-Mu itu menimpa saudara-saudara
kami yang (sebenarnya) sedang mengalami konflik berkepanjangan di wilayahnya
sendiri yang tdk pernah jelas kapan akan berakhir.
Tolong dan bantulah mereka yang masih hidup Yaaaa Alloh ...... Kuatkan hati
mereka Yaaa Robbi ........... Bukakan hati mereka utk ber-HUSNUZHON kepada-MU
.....
Ampunilah dan Lapangkanlah SYURGA-MU bagi saudara2 kami yang telah Engkau ambil
jiwa dan ruh-nya ...........
Andaikan kejadian ini merupakan AZAB dari-MU atas orang2 yg telah melampaui
batas di daerah tsb, ampuni mereka yaa Alloh ......
Sesungguhnya mereka tidak tahu apa-apa, Yaaaa Robbun Ghofur .........
Ampunilah kami Yaaaa Alloh ....... Kami hanya bisa melihat dengan iringan DO'A
dan TETES AIR MATA atas kejadian ini.
=============
Bagi Para Shahabat ......................
Apa sebenarnya yang telah kita lakukan di dunia ini ?. Pernahkan selama ini kita
membayangkan andaikata kejadian ini menimpa kita .... ?
Pernahkah kita bayangkan, betapa kekayaan kita yang selama ini kita perjuangkan
MATI-MATIAN, hancur lebur begitu saja tanpa disisakan satupun.
Pernahkah ........ Pernahkah ........ Pernahkah dan Pernahkah
..................................
Tsunami merupakan 0,00001% dari RIBUAN JUNDULLOH (Tentara Alloh), pernahkan kita
bayangkan andaikan Alloh menurunkan lagi TENTARA-nya yang lebih kuat dan hebat
dari Tsunami kepada kita semua, sementara dari detik ke detik, dari waktu ke
waktu kita hanya bisa MELUPAKAN dan MENGKHIANATI ALLOH.
Kini sa'atnya kita memikirkan MASA DEPAN kita yang lebih baik. Hikmah dari
kejadian ini mari kita jadikan PATOKAN dan PEGANGAN bahwa Sebesar Apapun, Sekaya
Apapun dan Sekuat Apapun kita, dimata Alloh SANGATLAH KECIL bak seekor semut
keciiiiiil nun jauh di ujung lautan.
Ingatlah ......... Allah akan menimpakan Azab kepada satu kaum tanpa melihat
siapapun (yang dholim maupun yang didholimi). Dan salah satu alasan Alloh
menimpakan Azab adalah ............. Tatkala disekeliling kita telah
MEMASYARAKAT kemaksiyatan dengan TIDAK ADA RASA MALU, dan kita hanya bisa
berpangku tangan atas KEBEJATAN dan KEHINAAN tsb.
Dan atas kejadian inipun ...... mari kita sama2 bergandengan tangan membantu
SAUDARA2 Kita di Aceh dan lainnya. Bantuan yang kita lakukan, sudah jelas telah
Alloh janjikan PAHALA yang BERLIPAT. Jangan pernah takut sengsara dikarenakan
Infaq dan Shadaqah, harta kita tdk akan pernah berkurang. Kini saatnya kita
bersihkan harta yang selama ini kita perjuangkan. Dan salah satu wujud syukur
kita atas NIKMAT ALLOH adalah men-shadaqah-kan harta kita.
Semoga kita semua senantiasa ada dalam Lindungan, Petunjuk dan Bimbingan Alloh
SWT ............ Amin !
==================
Salamun 'Alaikum
============
Berikut kisah nyata pemberi bantuan memberikan bantuan kepada korban di Aceh..
------------------------------------------------------------------------
di sisi lain, aku pingin sekali berbagi kisah nyata yang mengharukan..
tadi pagi aku dan beberapa orangtua murid di sekolah anakku ke pasar
mayestik (pasarnya, bukan toko tekstil), untuk beli kain kafan & selimut.
Kami bawa uang amanah teman-teman, yang kami pikir sudah banyak sekali..
lalu dengan yakin menanyakan harga kain untuk kafan dan setelah
dihitung-hitung, kami sampai terduduk karena sadar bahwa ternyata uang yang
kami bawa cuma cukup untuk kafan sekitar 20 jenazah.. rasanya pedih banget,
membayangkan perbandingan angka korban tewas dan jumlah kain yang bisa kami
sumbangkan.. Padahal kami belum tanya harga selimut... ada rasa putus asa,
juga keinginan untuk urung saja membeli kafan dan selimut.. mungkin
sebaiknya masukkan ke rekening2 bantuan saja uangnya...

di tengah diskusi & keraguan untuk membeli, si empunya kios menghampiri
kami, bertanya tentang tujuan kami beli kain kafan sekian banyak. Kami
ceritakan bahwa ada rekan yang akan berangkat ke Aceh dan kami ingin
menitipkan bantuan. Lalu beliau bertanya, apa boleh menitipkan bantuan juga?
Dan begitu kami iyakan.. langsung beliau menyuruh anak buahnya ke sana ke
mari.. ternyata menyampaikan pada sesama pedagang kain tentang bantuan untuk
Aceh itu. Dalam waktu setengah jam, pedagang2 lain berdatangan membawa
setumpuk kain kafan dan bahan flannel yang sudah dipotong-potong untuk jadi
selimut, ada yg untuk anak, ada juga yang untuk dewasa... jumlahnya
ratusan.. dan semuanya disumbangkan. Mereka sampai membantu mengangkut ke
mobil, dan ketika para kuli angkut ini mau kami berikan tip, mereka menolak.
Bahkan sempat2nya mereka bilang "titip salam bu untuk semua di Aceh.. semoga
Allah segera mengangkat penderitaan mereka"..

aku merinding.. sampai sekarang pun kalau ingat kekagetanku ketika
sekonyong-konyong banyak pedagang mendatangi toko itu dengan setumpuk bahan,
aku masih sesak dengan haru.. antara pilu mempertanyakan kenapa harus lewat
musibah yang seberat ini ya Allah, kekompakan & toleransi terbangun...?? dan
juga bahagia karena ternyata masih begitu banyak hati yang tulus di bumi
bangsaku ini...

semoga saudara-saudara kita di Aceh bisa merasakan hangatnya hati kita-kita
di seluruh penjuru tanah air dan bahkan dunia, menggenggam mereka dalam
do'a.. aamiin








Silahkan kunjungi WebSite kami : Http://www.mediasalafy.com
Ikuti Forum di WebSite Kami : Http://forum.mediasalafy.com
Mari Ikuti milis kami : [EMAIL PROTECTED]


Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - now with 250MB free storage. Learn more.

--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke