|
Perjalanan III
[5]/ The Journey III [5]
Tanah
Suci
Tanah Suci aku
datang...... Lha....namanya
Tanah Suci itu sebenarnya SUci dari apa ya ???? Kalau banyak orang
ada yang kepingin mati di tanah suci, katanya biar
mati-nya langsung masuk sorga, Lho apa
bener...... Ingat
saya, musuh-musuh Islam
yang dikubur di tanah suci ini ya banyak juga..... Abu Jahal, Abu
Lahab, dan Abu-abu yang lainnya. he...he...he... Kalau katanya
kebaikan thok yang ada di tanah suci ini, he..he..he... Jangan tutupi
kenyataan-lah, Saat aku di
Dengan sedihnya
sepasang suami istri meminta belas kasih minta Uang real, untuk kelangsungan
hidupnya. Uangnya dicopet,
sakunya disobek dengan silet, dan ditunjukkan ke
kami semua. Belum selesai si
orang itu memohon belas kasih, Di depan Ka'bah
geger rame, Gara-gara Asykar
kerajaan berhasil menangkap dua orang copet di Lho...kok.... ya...itulah
kenyataan. Lalu kenapa namanya
Tanah Suci ??? Suci dari apa sih
??? he..he..he... Hari pertama di
masih menyesuaikan
diri dengan panasnya udara Bisa
dibayangkan, di Surabaya saja 33
derajat, sudah kepanasan. Di
di Masjidil harom
bisa mencapai 55 derajat celcius. Maka, ketika aku
mulai berjalan-jalan, di Bis, di pasar,
dijalanan, tahulah aku,
kenapakah Nabi adalah orang yang paling sabar di dunia, Kalau Nabi MUhammad
(misalnya) diturunkan di Tapi.... beliau ada di
Mekkah dan Medinah, tempat situasi dan kondisi yang keras, membuat orang mudah
tersinggung, mudah marah, dll. Maka seandainya
beliau bisa sabar di maka hal itu
berarti benar-benar kesabaran beliau berlipat-lipat. Beberapa kali
terjadi situasi yang memancing emosi, baik dijalanan,
dipasar, Bahkan di Masjidil
harom dan didepan ka'bah. Kalau anda mau
mengamati, Misal saja ada
suami istri berangkat haji, Insya alloh, akan
banyak anda temui suami istri yang berselisih paham,
bertengkar. he..he..he.. itu juga kuamati di
Pikiranku tiba-tiba
tergelitik. Wah....gawat...ini.... Jangan-jangan
Iblis, setan yang menggoda di sini sudah bukan krucuk
lagi. Jangan-jangan
Iblis, setan dan pasukannya di sini yang ada adalah para Jendral minimal bintang
4 atau mungkin tingkat panglima, atau mungkin
tingkat pang enam.........he...he...he.... Begitu mudahnya
orang terpancing emosi, Begitu mudahnya
orang tidak sabaran, Dan kejadian di
Anda ingat
peristiwa di terowongan mina ??? Di sekitar situlah,
sedikit terjadi insiden waktu saya ke Bayangkan, ada
serombongan orang, entah dari mana, berjalan dengan
kecepatan tinggi menuju Jumroh, dengan siku yang
digerakkan ke atas ke bawah, kekiri, ke kanan. dan bisa
dibayangkan jamaah yang didepan mereka akan mengaduh ketika sikut bertemu dengan
pinggang atau perut orang lain. Kenapa sampai
seperti itu ???? Dan yang kualami
sendiri, hampir saja
menyebabkan kematianku....... Ketika semua ingin
mencium Hajar Aswad, Aku terlanjur masuk
di dalam arus orang-orang tersebut. Dan dadaku dipepet
baik dari depan, maupun dari belakang, Tidak itu
saja, Orang disampingku
menyuruhku "thoriq....thoriq". Tak kugubris lha
wong aku kepepet. Maka tak ayal lagi
tinjunya dilayangkan kepinggangku beberapa kali. Masih tidak cukup
itu saja, orang-orang yang
berebut ke Hajar aswad, menggunakan segala macam cara, lengannya diangkat, dan
diayunkan seperti orang berenang, DDUASS.... Pipiku, wajahku
terkena sikut-an orang-orang yang rata-rata berukuran satu setengah kaliku
itu. Cukup sudah,
daadaku sesak, mata berkunang-kunang, Hampir jatuh di
situ, tapi aku masih sadar, kalau aku jatuh di
situ, tambah runyam lagi, aku bisa
terinjak-injak oleh kaki-kaki mereka. Sekuat tenaga aku
melepaskan diri dari mereka. dan...... Udara segar kembali
kuhirup...... Pulangnya aku jatuh sakit selama dua hari.
bersambung..
Journey
III
(5)
|
