PengantarPerjalanan menuju Kebenaran� Pertemuan 2 Lautan �Assalamu�alaikum wr.wb
Buku ini merupakan trilogi yang akan terbit. Buku
pertama �Perjalanan Menuju Kebenaran : Risalah Perjalanan� ; buku kedua
berjudul �Perjalanan Menuju Kebenaran : Pertemuan 2 Lautan� (Risalah tasawuf);
dan buku ketiga �Perjalanan Menuju Kebenaran : Risalah Cinta�.
Menyimak setiap deskripsi
yang dijumpai dalam teks saya mempunyai kesan bahwa penulis mempunyai
ketrampilan menyampaikan gagasan secara jernih, bersih dan jelas. Bahasa yang di
gunakan lancar dan komunikatif. Keunggulan lain yang dimiliki penulis adalah
bahwa ia adalah penghayat tasawuf yang konsekwen artinya sebagai murid ia merasa
wajib untuk terus mencari.
Sebagai karya sastra suatu tulisan tidak
memerlukan referensi. Dari sekian banyak fakta yang dipaparkan dalam buku
penulis telah menunjukkan seberapa banyak referensi yang telah ia baca. Satu hal
yang penting dalam karya semacam ini adalah kemampuan berimajinasi. Imajinasi
literer hampir tidak terbatas. Penulis dapat menceritakan apa saja tanpa ada
resiko digugat siapapun. (Meskipun Jassin pernah dituntut penguasa gara-gara
cerpenya Langit Makin Mendung). Maksud saya secara ilmiah ia tidak terikat pada
kaidah akademis. Sebaliknya seorang akademisi seperti sejarawan ia terikat pada
imajinasi historis yang mengharuskanya untuk menggunakan bukti bagi setiap
pernyataan yang dikemukakanya. Oleh karena itu tidak pada tempatnya untuk
mempersoalkan apakah penulis buku ini menggunakan referensi atau tidak.
Buku kedua menurut saya jauh lebih menyentuh
dibanding buku pertama. Karena memang judul buku telah menunjukkan bahwa tema
pokok adalah ttg tasawuf. Pada buku kedua penulis yang mengaku mulai tertarik
mempelajari tasawuf pd 1984 telah melakukan pengembaraan yang luar biasa.
Kehausan akan ilmu tasawuf membuatnya tidak kenal lelah untuk terus berguru dan
berguru. Semua sumber ilmu ditimba dari guru tasawuf, kitab, peristiwa
disekelilingnya, kisah orang-orang suci, sampai Qur�an dan sunnah tentu saja.
Setiap kemajuan pemahamannya dituangkan dalam deskripsi yang menarik untuk
disimak dalam baris-baris dalam buku kedua tersebut. Sudah barang tentu
kelihaian penulis dalam berorasi serta kepekaan batin dalam menyerap isyarah
yang melintas merupakan barokah yang diturunkan olah Sang Maha Berilmu kepada
penulis buku tersebut.
Setiap murid tasawuf perlu bersyukur bahwa
ada tokoh yang perduli untuk menularkan pengalaman rokhaninya kepada sesama agar
orang lain dapat belajar dalam meningkat kemampuan dirinya untuk senantiasa
dzikrullah. Saya hanya dapat mendoakan agar penulis diberi kekuatan lahir dan
batin untuk mengamalkan diri dan ilmunya untuk sesama.
Wassalam.
Prof.Dr.Sugijanto
Padmo Msc
Fak.Sastra UGM
-------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
Yahoo! Groups Links
|
