Sejuta Warga Inggris Gelar Aksi Protes Invasi AS ke Irak
Publikasi: 15/02/2005 14:12 WIBeramuslim - Warga Inggris turun ke jalan menggelar aksi protes menentang invasi AS ke Irak. Aksi massa ini digelar hampir di seluruh kota di Inggris, di antaranya di gelar di depan gedung Parlemen Inggris di London. Aksi massa menentang invasi AS ke Irak ini, diorganisir oleh organisasi koalisi Anti Perang atau Stop The War Coalition dan organisasi yang mengkampanyekan perlucutan senjata nuklir atau Campaign Nuclear Disarmament (CND), dalam rangka peringatan hari jadi ke-2 Koalisi Anti Perang.
Aksi massa yang digelar hari Selasa (15/02) waktu setempat, berhasil menarik simpati lebih dari satu juta warga Inggris untuk berbondong-bondong datang ke London, menyerukan agar AS menghentikan invasinya ke Negeri 1001 Malam, Irak.
"Aksi massa hari ini akan mengingatkan kita pada mereka yang terus berjuang melawan penjajahan. Selama lebih dari dua tahun invasi ilegal dan pendudukan AS ke Irak, menimbulkan banyak penderitaan. Senjata pemusnah massal tidak ditemukan di Irak, dan PBB sudah menyerukan agar AS menghentikan usaha pencarian senjata pemusnah massal itu," ujar ketua CND, Kate Hudson.
"Sebuah laporan mengindikasikan, akibat invasi AS itu sekitar 100.000 warga Irak menjadi korban dan lebih dari 1.400 pasukan koalisi AS tewas," tambah Hudson
Akibat aksi massa tersebut, lalu lintas di kota London agak terganggu. Para pengunjuk rasa duduk di jalan raya dan melakukan aksi diam, sebagai bentuk simpati pada para korban perang di Irak. Mereka juga mendesak agar pemerintah Inggris segera menentukan jadwal penarikan pasukannya dari Irak.
Selain di London, aksi massa yang menggelar aksi diam juga akan dilakukan di kota-kota lainnya di Inggris, seperti di Plymouth, aksi damai di Centerbury dan penempelan selebaran di pusat perekrutan anggota militer Inggris di Edinburgh.
Koalisi Anti Perang dan Kampanye Perlucutan Senjata Nuklir juga rencananya akan menggelar aksi massa serupa di London, pada tanggal 19 Maret mendatang, menuntut agar pauskan Inggris di Irak dipulangkan.
Anggota Parlemen Inggris, George Galloway, yang bersimpati atas aksi damai yang digelar Koalisi Anti Perang menyatakan dukungannya agar pasukan Inggris ditarik dari Irak. "Kita tahu bahwa mayoritas tentara infanteri dalam militer Inggris adalah orang-orang miskin yang dikenai wajib militer, mereka digaji kecil dan dikirim ke Irak oleh para imperialis kotor itu," ujar Galloway.
Di tengah maraknya aksi massa menentang invasi AS ke Irak, seorang komandan pasukan teritorial Inggris menyatakan akan mengundurkan diri dari dinas kemiliteran karena ketidaksetujuannya atas perang Irak. Kopral George Solomou, nama anggota militer Inggris itu meyakini bahwa konflik di Timur Tengah ilegal dan korup. Untuk itu ia menyampaikan surat pengunduran dirinya ke komandan militernya di London. (ln/aljazeera)
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now
--------------------------------------------------------------------------
All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.
If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
