Pertemuan 2 Lautan I [1]
 
Belajar Agama Umum
 
Saya mulai Perjalanan bagian ke [1] ini sebagai kelanjutan dari kisah-Perjalananku terdahulu.
 
Kumulai dari tahun 1984,
 
Ketika aku mulai melangkahkan kakiku di SMK,
 
Santa Maria di kota dingin `M`.
 
Aku masih ingat, ketika bagi umat Islam yang sekolah di situ,
 
memang tidak diikut sertakan pelajaran agama Katolik secara khusus,
 
melainkan diistilah mata pelajaran AGAMA UMUM.
 
he..he..he..
 
Aku jadi ingat ketika salah seorang guruku di Santa Maria itu mengatakan,"Ini bukan agama baru....memang tidak ada agama UMUM itu, yang ada adalah agama Katolik, Kristen, Islam, dll".
 
Tapi, jujur saja, yang diajarkan di dalam ajaran agama UMUM adalah ajaran Katolik dengan lebih mengenal al-Kitab.
 
Sungguh menarik pemikiran-pemikiran mereka,
 
dan disaat hari Rabo Agung, merupakan hari yang sangat agung,
 
dan dijalankan dengan khidmat oleh mereka dalam bentuk ritual Misa.
 
Bagi para pemeluknya,
 
setiap Misa mereka mendapatkan bagian roti tipis tawar berbentuk bulat,
 
Inginku tiap Misa, aku ingin minta roti juga ke romo,
 
dan sekaligus minum anggur dari romo,
 
sayangnya karena agamaku Islam,
 
aku tidak diperkenankan oleh beliau.
 
"Ndak papa", gumamku.
 
Roti aku bisa beli di luar....
 
juga anggurnya....(he..he..he..)
 
maklumlah anak SMA.
 
Misa demi misa kuikuti, dan disaat Romo menyampaikan ceramahnya, kuserap benar-benar.
 
Maklumlah pada masa itu api semangat Salman al Farisi ada di dalam diriku.
 
Beberapa Gereja kudatangi,
 
diiringi nyanyian-nyanyian suci, dan pengumpulan kolekte,
 
aku mulai mempelajari agama ini.
 
Sesuatu yang sangat baru bagiku,
 
yang tak pernah seorang guru agama Islamku yang mengajarkan agama Kristen atau Katolik ini,
 
Sampai sekarang, aku masih ingat nama-nama guruku di agama Katolik.
 
Suster "Fr", Mr. "Sab", dan Mr "Filip".
 
Saya masih ingat dawuh Nabi,
 
"Bertanyalah pada ahlinya, kalau tidak tunggulah kehancuranmu".
 
Sebab itulah, ketika aku belajar di Santa Maria,
 
merupakan satu ajang bagi diriku untuk bertanya tentang agama Katolik,
 
pada ahlinya agama Katolik.
 
Meski kadang pertanyaanku kubatasi,
 
karena aku masih berpikir tentang nilai.......
 
Satu waktu ada salah seorang temanku namanya Eliz (bukan nama samaran)
 
yang ketika kulihat sekilas.....diapun memandangku dua kilas..he..he..he..
 
Singkat cerita, cukup dekat aku dengan dia,
 
pada satu sisi,
 
aku dicatatkan pelajaran, satu sisi PR-nya kukerjakan.
 
Dan satu sisi,
 
aku sering bertanya kepadanya masalah agama Katolik mengingat dia adalah anak seorang pendeta.
 
Entahlah,....diskusi berjalan dengan santai dan menyenangkan,
 
tanpa masing-masing merasa dipaksa atau terpaksa untuk mendengarkan.
 
Waktu berlalu,
 
aku mendapatkan kesempatan untuk meninggalkan sekolah itu,
 
maka keluarlah aku dari sana.
 
bersambung ....


--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke