|
Pertemuan [2]
Belajar agama Umum [2]
Nasib terus membawaku kemana-mana,
sampai satu waktu,
aku memiliki 2 orang sahabat.
Yang satu turunan Cina beragama Kristen dan yang
satu adalah umat Hindu.
Yang sampai sekarangpun masih sering aku
berhubungan dengan mereka.
Yang satu bekerja di kota `S`, dengan nama
`G`,
dan yang satu bernama `Md` yang bekerja di kota
�J�,
Seringkali malam-malam hari,
waktu kita habiskan dengan berdiskusi dan saling
menghormati.
Satu waktu, pernah si `G` bercerita
padaku.
"Eh....Cak hutt.....kapan itu aku penasaran dan
ingin berdoa,
tetapi menggunakan gerakan-gerakan sholat"
"Dan aku merasakan keanehan-keanehan yang selama
ini belum pernah kurasakan"
"Rasanya lebih khusyuk....",
Aku terhenyak heran dan bertanya ,"Lha kamu berdoa
pakai doa bagaimana ??"
"Aku berdoa ya seperti biasanya doa yang kubaca di
gereja, yang kunyanyikan digereja "....
Aku diam dan berkomentar,
"Jangan begitu.....akidah agama jangan dicampur
adukkan,
lebih baik engkau dalami saja
agamamu".
Karena selama ini, seandainya aku bertemu dengan
orang seperti itu,
malahan kusarankan mereka untuk mendalami agama
mereka masing-masing.
Menurut keyakinanku waktu itu, kalau orang
mendalami agamanya masing-masing,
pastilah orang tersebut akan menemukan satu titik
kebenaran yang akan mengantarkanmereka pada agama Islam.
Sedangkan dengan sahabatku yang beragama Hindu
inilah pertama kali aku mengenal ajaran agama Hindu.
Bahkan demi dilihatnya aku dapat memahami ajaran
agamanya,
salah satu kitab suci sahabatku itu diberikannya
kepadaku (kitab suci Atarwaweda)...
insya alloh sampai sekarang masih aku simpan dan
kadang saja kubaca.
Terus terang saja,
setelah mempelajari agama Katolik meskipun sedikit,
dan setelah mempelajari agama Kristen meski
sedikit,
aku merasa lebih condong pada agama
Hindu.
Maklumlah, keluargaku bukanlah dari keluarga yang
ketat menerapkan disiplin Islam,
bahkan bertahun-tahun, aku hanya sholat kalau waktu
maghrib saja.
Ya waktu itu hanya Islam asal-asalan atau
ikut-ikutan saja.
Maka kukatakan padamu wahai saudaraku,
mengapakah aku lebih condong pada agama
Hindu.
Satu hal, mereka adalah umat-umat yang kulihat
mayoritas tawadhu,
merendahkan hati mereka,
dan benar-benar agama adalah bagi mereka
pribadi.
Tidak suka mencampuri orang lain...
tidak suka menganggu keyakinan orang
lain...
dan rasanya penuh kedamaian di dalam ketenangan
mereka.
Beberapa cara meditasipun kuperoleh.
Berbareng dengan hal itu,
sebagaimana yang pernah kuceritakan
kepadamu,
bahwa aku juga mempelajari silat tenaga
dalam,
salah seorang saudara seperguruanku adalah orang
yang sudah menguasai yoga tingkat tinggi.
Bagi dia, minum minuman keras berapapun juga tidak
akan mabuk,
karena dia minum, dari ujung jarinya mengalir air
yang diminumnya.
Di dalam istilah ilmu jawa, dia juga menguasai ilmu
`ngrogoh sukmo`.
satu ilmu untuk memanfaatkan jiwa-jiwa orang yang
mati dan memanfaatkan ilmu-ilmu mereka.
Dari beliaulah beberapa cara meditasi
kuperoleh.
Seperti meditasi `bintang-bulan`.
Buku-buku tentang Hindu kukumpulkan waktu
itu,
dan kupelajari karena terus terang ku condong pada
ajarannya.
Mulailah aku mengenal lebih dalam tentang kitab
"Bagavad Githa",
mulailah aku mengenal kisah-kisah pewayangan yang
kuanggap waktu itu sumbernya adalah agama Hindu.
Kisah-kisah Mahabarata, dan
Ramayana.....
Hebat..benar-benar hebat...
Bagavad Githa adalah kitab yang sangat detail dan
gamblang membicarakan masalah ROH.
bersambung..
-------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest". Yahoo! Groups Links
|
