Hukuman Bagi Yang Lupa

--------------------------------------

 

Bismillahir rahmanir rahiem

 

Allah (swt) berfirman, "Dan Yusuf berkata kepada orang (di penjara) yang diketahuinya akan selamat (dari hukuman) diantara mereka berdua, "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu (supaya dia membebaskan aku dari penganiayaan terhadapku)." Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu, tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya." (QS Yusuf 12:42)

 

Imam Al Qurthubi meriwayatkan bahwa segera setelah Yusuf (as) mengatakan permintaan dan harapannya kepada rekan sepenjaranya yang akan dibebaskan, maka malaikat Jibril (as) datang menemuinya di penjaranya dan menegur kekeliruannya.

 

Jibril (as) berkata, "Hai Yusuf, siapakah yang menyelamatkanmu dari rencana pembunuhan (yang dilakukan oleh saudara2-mu)?"

 

Yusuf (as) menjawab, "Allah (swt)."

 

Jibril (as) bertanya, "Siapakah yang mengeluarkanmu dari sumur (dimana saudara2-mu melemparkanmu ke dalamnya)?"

 

Yusuf (as) menjawab, "Allah (swt)."

 

Jibril (as) bertanya, "Siapakah yang menjauhkan darimu tipu daya wanita (yang bermaksud berbuat zina denganmu)?"

 

Yusuf (as) menjawab, "Allah (swt)."

 

Jibril (as) bertanya, "Lalu bagaimana kamu dapat meninggalkan Allah Tuhanmu dan mengandalkan makhluk-Nya?"

 

Yusuf (as) berkata, "Ya Allah Tuhanku, aku tergelincir dalam perkataanku. Aku mohon kepada-Mu, ya Allah, Tuhan Ibrahim, Tuhan Ishak dan Tuhan Ya'qub serta keluarganya, agar Engkau merahmatiku dan memberiku kebaikan."

 

Jibril (as) berkata, "Hukuman bagimu (karena melupakan Allah dan meminta pertolongan makhluk) adalah tinggal di penjara selama beberapa tahun."

 

Kisah nabi Yusuf (as) adalah kisah terbaik [1] yang telah diceritakan kembali oleh Allah (swt) untuk ummat akhir zaman. Kisahnya tidak saja melukiskan betapa setiap rencana Allah (swt) pasti akan terwujud pada waktunya, akan tetapi juga memberi pelajaran kepada kita (khususnya para da'i) agar kita tidak meminta dan mengharap bantuan kepada makhluk, apapun dan siapapun juga.

 

Karena itu, hendaknya kita menginstropeksi diri dan mengevaluasi kembali atas apa2 yang sedang berlaku pada diri kita pada hari ini dengan kaitannya terhadap apa2 yang telah kita lakukan pada masa2 yang telah lalu. Ada banyak keadaan dimana kesulitan2 dan kesusahan yang ada pada kita justru ditimbulkan oleh kesalahan kita sendiiri. Dengan cara pandang yang sama terhadap kisah diatas, kita akan dapat menemukan jawaban atas permasalahan kita sendiri.

 

Jika seorang yang miskin menyangka bahwa orang2 kaya mempunyai kelebihan2 yang dapat mereka berikan kepadanya sehingga dia bergerak meminta kepada mereka dan melupakan kemurahan Allah (swt), barangkali hukuman yang layak dikenakan keatasnya adalah dia tetap dalam kemiskinannya. Berapa lama? Barangkali hingga dia mau bertobat kepada Allah (swt).

 

Jika seorang yang kaya menyangka bahwa harta dan fasilitasnya mempunyai manfaat yang tak terbatas sehingga dia sangat bergantung kepada semua itu dan melupakan ketergantungannya kepada Allah (swt), barangkali hukuman yang layak dikenakan keatasnya adalah dia tetap dalam kesusahan dalam mengurus semua miliknya. Berapa lama? Barangkali hingga dia mau bertobat kepada Allah (swt).

 

Jika seorang da'i menyangka bahwa uang dan kebendaan adalah alat utama untuk menyebarkan hidayah diantara manusia, sehingga mereka berusaha mati2-an untuk mendapakannya dan melupakan bantuan Allah (swt), barangkali hukuman yang layak dikenakan keatasnya adalah dia akan tetap disibukkan dengan masalah2 uang dan kebendaan yang tak kunjung habis. Berapa lama? Barangkali hingga dia mau bertobat kepada Allah (swt).

 

Jika seorang da'i menyangka bahwa para pemimpin masyarakat mempunyai pengaruh langsung terhadap penerimaan dakwah oleh orang2 yang ada di bawah mereka sehingga dia mengharap dan meminta kepada mereka untuk menjadi pionir2-nya dan melupakan bahwa hidayah ada di tangan Allah (swt), barangkali hukuman yang layak dikenakan keatasnya adalah dia tetap dalam kesibukkan yang tiada manfaatnya dalam dakwah. Berapa lama? Barangkali hingga dia mau bertobat kepada Allah (swt).

 

Jika seorang da'i menyangka bahwa tanpa dirinya kerja dakwah tidak akan maju dan memberi gambaran sedemikian rupa sehingga dia malah menjadikan orang2 lain mengharap kepadanya lebih daripada sepatutnya dan melupakan bahwa Allah (swt) adalah maha raja dan berkuasa atas segala sesuatu, barangkali hukuman yang layak dikenakan keatasnya adalah dia akan disibukkan dengan kemahsyurannya yang tidak memberi manfaat sedikitpun untuk kebaikan akhiratnya. Berapa lama? Barangkali hingga dia mau bertobat kepada Allah (swt).

 

Dan tentu saja kita dapat mengambil analogi yang sama terhadap orang2 yang lupa meminta bantuan kepada Allah. Dengan cara itu, maka orang awampun akan dapat memprediksi hukuman apa yang pantas diterima oleh raja, presiden, menteri, gubernur, bupati, camat, ketua masyarakat, kepala rumah tangga atau bahkan siapa saja yang meminta tolong kepada makhluk dan melupakan Allah yang maha gagah perkasa. Subhanallah.

 

Subhan ibn Abdullah

Pattaya, 22/02/2005

 

Catatan kaki:

[1] Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang2 yang belum mengetahui. (QS Yusuf 12:3)

*

http://imanyakin.modblog.com/



--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke