Jauhilah Ghibah

Sering dalam kehidupan sehari-hari, manakala kita tengah berkumpul dengan
teman, tanpa kita sadari kita telah berbuat "ghibah" (menggunjing). Bahkan
sering kita merasa kurang sempurna, jika dalam topik pembicaraan kita tidak
ada agenda menggunjingkan kejelekan ataupun kekurangan orang lain. Apalagi
jika teman yang kita ajak ngobrol, tidak ada kerjaan, rasanya waktu seharian
penuh tidak terasa. Padahal, seandainya waktu yang terbuang dengan percuma
tadi digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat, dapat menghasilkan sesuatu
yang sangat berharga.

Kalau kita menyadari, ghibah merupakan dosa besar, sebagaimana yang telah
dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqolany dalam kitab "al-Zawaajir, bahwa
banyak dalil-dalil yang bersumber dari al-Qur'an, as-Sunnah maupun pendapat
para ulama yang menjelaskan bahwa ghibah adalah merupakan dosa besar,

Dalam al-Qur'an surah al-Hujurat ayat 12, Allah swt berfirman : "Hai orang-
orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan
orang lain. Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah
mati? Maka tentulah kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

Dalam sebuah Hadist shohih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Ibnu
Majah: Dari Abu Bakarah berkata: "Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. berjalan
melewati dua kuburan, lalu beliau berkata "Sesugnguhnya kedua mayat ini
sedang disiksa karena melakukan dosa besar, yang pertama karena sebab (tidak
hati-hati) ketika kencing dan yang kedua karena suka menggunjing orang lain.

Dalam hadist riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda: 'Maukah kamu saya
tunjukkan dosa yang paling besar? Para Sahabat menjawab: "Tentu wahai
Rasulullah, beliau mwengulang sampai tiga kali,  yang pertama menyekutukan
Allah, durhaka kepada kedua orang tua." Posisi Nabi ketika itu dalam
leeadaan bersandar kemudian duduk, dan beliau melanjutkan lagi, "Ucapan
dusta dan saksi palsu, ucapan dusta dan saksi palsu." Beliau mengulang-ulang
sampai saya berkata dalam hati semoga berhenti.

Bahkan Imam Nawawi dalam kitabnya "al-Adzkaar" mengatakan, seyogyanya bagi
orang yang mendengar jika ada seorang muslim dipergunjingkan, dia harus
berusaha untuk menghentikannya, jika tidak bisa dihentikan dengan ucapan
maka harus diihentikan dengan tangan (kekerasan), dan ketika dia tidak mampu
menggunakan keduanya, maka dia harus membubarkan perkumpulan tersebut agar
tidak berlanjut.

Apakah ghibah itu dilarang secara mutlah? Apakah tidak ada dispensasi bagi
seseorang untuk melakukan ghibah dengan alasan yang bisa bermanfaat bagi
orang lain. Dalam kaitannya dengan permasalahan ini, Imam Muslim mengatakan
bahwa, boleh bagi seseorang melakukan ghibah hanya terbatas dalam 6 kondisi,
yaitu :

1. Boleh bagi orang yang terzalimi untuk mengadukan kepada yang berwenang
maupun hakim dengan membeberkan kejahatan ataupun kejelekan orang yang zalim
tersebut;

2. Orang yang berkeinginan untuk merubah kemungkaran, diperbolehkan
melaporkan kepada orang yang mempunyai kekuasaan (perangkat keamanan) bahwa
si fulan telah melakukan perbuatan yang tidak baik, maka cegahlah dia;

3. Bagi orang yang meminta fatwa boleh mengadukan kepada mufti, bahwa si
fulan telah menganiayanya;

4. tajrih (membuka aib) rawi dan saksi demi tujuan untuk menjelaskan kepada
kalangan umat Islam bahwa rawi dan saksi tersebut tidak pantas untuk
dipercaya perkataannya.

5. Boleh melakukan ghibah terhadap orang fasiq, ahli bid'ah dan penguasa
yang zalim demi tujuan untuk memberikan peringatan kepada orang, agar tidak
melakukan perbuatan serupa; dan

6. Ketika seorang terkenal karena julukannya seperti: si buta, si tuli, si
botak. Maka boleh bagi orang lain memanggil (menggunakan) julukan tersebut
tanpa bermaksud menghina.

Masyarakat yang berisi  orang-orang senang melakukan ghibah, tidak lepas
dari beberapa faktor sebagaimana Imam Ghozali menjelaskan dalam kitab Ihya':

1. Mencari muka di depan orang banyak. Ketika seseorang berkumpul dengan
temannya, dimana ketika itu mereka sedang menggunjing, maka rasanya kurang
enak kalau tidak ikut nimbrung untuk meramaikannya dengan tujuan mencari
muka di di mata mereka;

2. Menutupi aib dirinya. Ketika seseorang melakukan suatu kesalahan atau
perbuatan yang kurang baik, biasanya dia berusaha untuk menutupi dirinya
dengan mengalihkan pembicaraan yang mengarah pada kejelekan orang lain; dan

Akibat-akibat buruk bagi mereka yang suka ghibah:

1. Orang yang suka menggunjing kejelekan orang lain, akan mendapatkan siksa
di neraka dengan memakan bangkai busuk;

2. Allah SWT akan menyiksa si penggunjing di kuburannya.

3. Orang yang sering melakukan ghibah akan menghilangkan cahaya keimanan
yang terdapat dalam hatinya.

4. Menjadi penyakit di masyarakat yang dapat merenggangkan dan bahkan
memutuskan tali  persahabatan diantara sesama saudara muslim.

Melihat dampak buruk yang disebabkan oleh ghibah, alangkah baiknya ketika
kita sedang berkumpul, kalau belum bisa mengucapkan suatu ucapan yang baik
dan bermanfaat, maka lebih baik diam. Diam bisa menjadikan seorang selamat
dari kebencian. Semakin banyak orang barbicara semakin banyak pula kesalahan
yang diucapkan.

Wallahu a'lam bishshowab

Oleh: Ulinn Niam
(Mahasiswa S2, Tafsir Hadist, IIUI Islamabad, Pakistan)

http://www.pesantrenvirtual.com





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in 
any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved 
otherwise. 

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily 
digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your 
mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the 
title "change to daily digest".  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke