|
Pertemuan
[12]
SULITNYA MENERIMA
KEBENARAN
Saya ingat
pertanyaan seorang guru agama saya diwaktu sekolah dulu, "Kalau Qur'an
mengatakan A, sedangkan seluruh orang di dunia ini mengatakan B, manakah yang
akan kita ikuti ???" Serempak kami
menjawab, "AAAAAAAAAAAAA..........................." he..he..he... itu
teorinya. Di dalam
prakteknya, ternyata sungguh-sungguh sulit menerima apa yang dikatakan Qur'an,
dan meniadakan pendapat mayoritas manusia (umat). Anda ndak percaya
??? Baik kita
uji. Mayoritas pendapat
ulama yang ada di bahwa Nama pohon
yang buahnya dimakan Adam adalah Pohon KHULDI. Disebutkan
diseluruh buku-buku yang bercerita tentang Adam, Disebutkan di
pengajian-pengajian, Dan dimana saja,
bahwa buah yang dimakan Adam adalah buah dari pohon
Khuldi. Dan kalau ditanya,
dasar mereka apa ? Mereka akan
menjawab, �Qur�an� Maka perhatikanlah
keterangan di dalam Qur�an, Bacalah sekali lagi
dan telitilah dengan jeli. Bacalah dan periksa
dengan seksama. Bacalah dan amati
dengan hati-hati. Siapakah yang
mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon KHULDI ??? Apakah Alloh yang
menyampaikan nama pohon itu KHULDI ?? Ataukah Iblis yang
mengatakan bahwa nama pohon itu KHULDI ?? Padahal jelas
perintah Alloh itu,�Jangan ikuti Iblis sebab Iblis itu adalah musuhmu yang
nyata�. Lalu mengapakah
kita mengikuti Iblis dengan memakai istilah yang sama dengan Iblis
? Pohon KHULDI
?? Alloh hanya
mengatakan pada Adam,�Jangan dekati pohon ini�. Dan bukannya
menyebutkan nama pohon itu adalah KHULDI. Lalu, sekarang
manakah yang anda ikuti ? Ikut orang banyak
?? Ataukah ikut Qur�an
dan perintah Alloh untuk tidak mengikuti Iblis ?? itulah jawaban
anda...he..he...he... Tapi beranikah kita
berbeda dengan orang kebanyakan, Apalagi berbeda
dengan Ulama-ulama ? Apalagi berbeda
dengan buku-buku agama yang ada ? dan ternyata memang
sulit, seandainya QUR"AN mengatakan A, sedangkan mayoritas orang mengatakan B,
ternyata kita sulit untuk melepaskan diri dari pendapat mayoritas
ini. Benarlah dawuh
Nabi," Saya masih punya
banyak contoh yang mayoritas orang berpendapat, tetapi berbeda dengan apa yang
disampaikan di Qur'an. Cukuplah satu contoh di atas itu
saja. Maka perhatikanlah
kisah Iblis ketika diperintahkan Alloh untuk sujud pada
Adam. Dapatkah ia
menerima kebenaran ?? Sama saja
sebenarnya, ketika di dalam
proses menerima satu ajaran thoriqoh, atau ketika kita menerima ajakan untuk
memasuki suatu thoriqoh, maka yang pertama kali kita pasang adalah sikap curiga,
su'udzon dan yang berakhir pada sulitnya kita menerima ajakan tersebut, dengan
berbagai macam dalih. Perhatikan
dalih-dalih yang seringkali digunakan IBLIS (melalui akal pikir dan perasaan
kita) untuk menghentikan langkah kita disaat kita akan mendekatkan diri pada
Alloh melalui thoriqoh. 1. Umur saya belum
mencukupi, nanti saja kalau sudah umur 40 tahun, saya akan belajar
thoriqoh. 2. Saya belum
menguasai syariat, lebih baik saya menguasai syariat dulu, baru mendalami
melalui thoriqoh. 3. Jangan masuk
thoriqoh, nanti bisa gila atau nganeh-nganehi. 4. Jangan masuk
thoriqoh, thoriqoh itu berat pelaksanaannya, belum tentu kita
mampu. 5. Thoriqoh itu
mengada-ada ajarannya, bid'ah, sesat dan menyesatkan, dholalah,
dll. 6, Ajaran thoriqoh
atau tasawuf itu bukan berasal dari Islam, melainkan dari filsafat Yunani, hindu
dan serapan dari ajaran budha, maka lebih baik kita kerjakan saja yang sesuai
Islam yang murni, yaitu yang begini-begini saja. Cukup sholat 5 waktu, tiap
hari, kalau Romadhon puasa, cukup itu saja. 7. Jangan masuk
thoriqoh, di thoriqoh yang ada adalah kultus individu. Masakan kopi yang
diminum sang mursyid dibuat rebutan, bukankah itu syirik
?? Masakan berdoa
memakai wasilah, bukankah itu syirik ?? Bukankah kita dapat
berkomunikasi langsung dengan Alloh tanpa melalui wasilah
?? Cukuplah tujuh hal
itu yang saya sampaikan sebagai alasan yang paling sering dipakai oleh Iblis
agar kita TIDAK MEMULAI untuk belajar mendalami Islam melalui tasawuf atau
thoriqoh. Mengapakah hal itu
dilakukan oleh Iblis ?? Perhatikan dawuh
Nabi, "Iblis akan
kesakitan, akan kurus kering, jika ada orang yang dzikir LAA ILAAHAA ILLALLOH
dan membaca ASTAGHFIRULLOH". Nah, karena di
dalam ajaran thoriqoh itu yang diajarkan adalah Dzikir LAA ILAAHAA ILLALLOH dan
diajarkan untuk bertaubat dengan
ASTAGHFIRULLOH, maka tentu saja
BENCANA BESAR bagi Iblis jika kita masuk ke dalam
thoriqoh. Demikian pula yang
saya alami ketika di awal-awal proses saya akan memasuki sebuah
thoriqoh. Begitu sulitnya
bagi saya untuk menerima sebuah kebenaran. Maka saya jadi
teringat proses Imam Ghozali, tiga hari tiga malam beliau nggak bisa tidur demi
sulitnya menerima kebenaran. (al-Munqid minadzdlolal), saya juga teringat
prosesnya Abdul Qodir jailani, yang juga butuh waktu untuk dapat menerima suatu
kebenaran. Wahai
ingatlah, Jatuhnya Iblis yang
sebelumnya adalah makhluk yang KUAT IBADAH, selama 80.000 tahun ibadah, hanya
karena satu hal saja, jatuhlah dari ketaatan menjadi
kemurtadan. Yaitu karena IBLIS
TIDAK MAU MENERIMA KEBENARAN. Perintah Alloh
adalah KEBENARAN dan ditolaknya perintah Alloh, berarti ditolaklah
KEBENARAN. Semoga menjadikan
manfaat bagi yang sudah menerima hidayah Alloh, dan bagi diri saya
sendiri. -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
Yahoo! Groups Links
| ||||||||||||||||||||||||
