GETARAN ZIKRULLAH DI PADANG ARAFAH II
Sesungguhnya hari ini adalah hari yang paling malu bagi kita. Orang busuk seperti kita ini diberi kesempatan berada di tempat mulia, bahkan amal-amal yang paling tidak disukai Allah kita pun sering melakukannya. Kesombongan, ketakaburan adalah amal yang membuat iblis dilaknat oleh Allah selamanya. Tidak akan pernah selamat masuk syurga orang yang di dalam hatinya ada perasaan takabbur walau sebesar biji saga.
Lihatlah apa yang Allah kurniakan kepada kita menjadi penjana sifat sombong dalam diri kita. Otak kita dicerdaskan sedikit oleh Allah. Kita diberi kesempatan bersekolah, kesempatan belajar. Namun malah membuat kita jadi manusia pongah; menganggap rendah orang tua kita yang pendidikannya tidak setinggi kita. Menganggap rendah pembantu kita yang pendidikannya tidak setinggi kita. Menganggap rendah orang lain yang tidak pernah menikmati pendidikan setinggi kita.
Padahal, demi Allah, saudara-saudaraku, otak ini adalah milik Allah. Jikalau Allah mengambil beberapa bahagian saja, nescaya kita tidak dapat lagi mengingat apa pun. Sungguh! Gelaran, pangkat adalah lambang kebodohan bagi orang-orang yang takabur. Malu kita ini mengapa diberi otak yang sulit mengenal Allah. Padahal, otak kita ini tunduk mengejar keagungan Allah. Kita diberikan harta yang cukup. Tapi kita sering tidak mempedulikan dari mana harta itu kita dapatkan. Yang haram kita ambil, hak orang lain kita tahan. Zakat lupa kita lunaskan.
Kita lumuri diri kita dengan dosa dan kenistaan (Naudzubilah min dzalik). Tapi kita bangga dengan kenderaan yang mewah, dengan rumah yang megah, dengan perhiasan. Padahal, sungguh, semua itu adalah sekadar pinjaman yang sementara yang Allah juga berikan kepada makhluk-makhluk durjana lainnya. Para penjahat, para pelacur, penzina, orang-orang yang durjana diberi dunia oleh Allah. Kerana dunia ini bukan tanda kemuliaan bagi seseorang. Dunia adalah fitnah, cobaan bagi manusia. Sungguh malang bagi orang yang takabbur dengan tempelan duniawi padahal Allah menghinakan seseorang dengan duniawi itu sendiri.
Saudaraku-saudaraku sekalian�
Waspadalah kalian sepulang dari tempat ini. Haji yang mabrur adalah haji orang yang merasa malu kepada Allah. Allah memberikan nikmat tiada hentinya. Kita jarang mensyukurinya bahkan kita mengkhianatinya. Allah yang Maha Agung, Allah yang Maha Perkasa, memberikan kesempatan kali ini kepada kita untuk mengubah sisa umur kita. Mungkin.. mungkin kali ini adalah yang terakhir kali kita berada di tanah Arafah ini. Tidak ada jaminan kita tahun depan bertemu kembali di tempat ini.Tanah yang kita duduki ini akan menjadi saksi di akhirat nanti,
Kita berangkat mengeluarkan harta, waktu, dan tenaga. Kita lalui jalan berjam-jam untuk sampai ke tempat ini, tapi nikmat ini barangkali hanyalah sekali. Inilah nikmat yang datang dari Allah. Nikmat adalah pengorbanan. Rasululah saw mulia bukan kerana apa yang dimilikinya, tapi kerana pengorbanannya untuk umat. Harta yang dikorbankan, tenaga yang dikorbankan, waktu yang dikorbankan, perhatian yang dikorbankan, demi kepentingan umat.
Kepulangan dari sini, tidak akan bahagia kecuali orang yang paling bersedia untuk berkorban demi orang lain. Yakinkanlah bahwa apa pun yang kita miliki maka sebaik-baiknya biarlah bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi hamba Allah. Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya. Saudaraku, percayalah bahwa kita tidak akan bahagia dengan mengumpulkan wang. Justru, kebahagiaan datang dengan menafkahkan wang. Kita tidak bahagia dengan ingin ditolong orang lain. Tapi kita bahagia justru dengan menolong orang lain.
Kita tidak akan bahagia kerana dihormati orang lain, tapi kebahagiaan hati kita dengan menghargai orang lain. Jadikanlah diri kita menjadi orang yang tidak pernah berharap apa pun selain dari Allah. Itulah kebahagiaan yang awal dari pelajaran kita. Yang kedua, ingatlah baik-baik. Kain ihram yang kita pakai ini, ternyata inilah yang menemani kita saat pulang nanti. Tidaklah harta, tidak pangkat, dan juga tidak jabatan. Semua itu adalah topeng sejenak saja yang tidak berharga sama sekali, kecuali penyandangnya memiliki rasa syukur dan takwa kepada Allah.
Saudaraku, sepulangnya kita dari tempat ini pastikan jangan sembunyi di balik jabatan. Jangan bersembunyi di balik penampilan yang bagus, jangan bersembunyi di balik rumah yang megah, jangan bersembunyi di balik gelaran yang berjela-jela. Tapi bersembunyilah di balik Allah. Harta, pangkat, dan jabatan tidaklah berharga kecuali orang yang bertakwa kepada-Nya. Seboleh-bolehnya jangan ubah nikmat yang Allah pinjamkan ini menjadi sebab kesombongan kita. Sesungguhnya tiada yang dimuliakan serta diangkat derajatnya oleh Allah kecuali orang- orang yang tawadhu.
Rasulullah bersabda �Tiada seorang pun yang tawadhu di antara kamu semata-mata karena Allah, kecuali Allah akan meninggikan martabatnya.� Oleh karena itu, sepulangnya kita dari sini pastikanlah diri kita menjadi orang yang paling rendah hati, yang tidak akan mempamerkan topeng seperti ini. InsyaAllah, kemuliaan akhlak akan menjadi bekalan kepulangan dan kemuliaan mertabat kita.
Dan yang ketiga, saudaraku sekalian, sepulangnya kita dari haji ini ingatlah baik-baik bahwa Allah mensyariatkan haji ini agar kita boleh mengadakan pertemuan dengan segala bangsa. Sama ada yang berkulit hitam, mata sipit, yang tinggi, yang buruk, yang cacat; mahupun yang berkulit putih mereka semua adalah saudara kita. Kadang-kadang kita bersaudara karena darah, ada persaudaraan karena tempat, persaudaraan karena bangsa. Tapi kita lihat di sini, saudara kita begitu banyak.Mereka adalah saudara kita kerana akidah. Inilah tali persaudaraan yang paling kukuh dan utuh. Binalah tali persaudaraan. Kurangkan musuh dan permusuhan. Pepatah mengatakan seorang musuh sudah mempersempitkan kehidupan kita, tapi memperbanyak teman tidak akan pernah cukup. Sebab, memperbanyak teman adalah memperbanyakan saudara.
Sesungguhnya orang yang beriman itu bersaudara. Orang-orang yang merasakan banyak saudara, hidupnya akan lebih ringan dan senang. Kita berbelanja dengan harga yang mahal, kita bersyukur kerana biasa menafkahi pedagang yang masih saudara kita sendiri. Kita naik kenderaan umum dengan membayar kelebihan, kita bahagia karena sudah memberikan bekal bagi keluarga keturunan para pemandu saudara kita sendiri. Kita mendidik orang lain sehingga maju namun dia tidak berterima kasih, itu tidak apa-apa karena mereka adalah saudara kita sendiri. Semakin banyak yang boleh membantu kita atau kita bantu, insya Allah semakin berbahagia dan ringan hidup kita ini.
Dan yang terakhir ingatlah baik-baik. Hari ini adalah penutup lembaran lama kita. Sudah terlalu lama hidup kita gunakan untuk mengkhianati Allah. Sudah terlalu banyak nafas kita diisi dengan kelalaian kepada Allah. Sudah terlalu banyak keringat kita tercurah untuk menzalimi kebenaran, sudah terlalu banyak harta yang kita nafkahkan bukan di jalan Allah.
Saudaraku sekalian, hendak ke mana lagi... Hidup hanya sekali dan sebentar. Esok lusa mungkin malaikat maut sudah ada di hadapan kita. Pastikan mulai saat ini kita mempunyai niat yang betul, tekadkan dalam hati kita, �Ya Allah, tiada tujuan dalam hidup kami selain Engkau. Tiada yang kami tuju selain pulang kepada-Mu, Ya Allah. Dunia pasti kami tinggalkan, harta kami tinggalkan, keluarga kami tinggalkan. Kami ingin benar berjumpa dengan-Mu, Ya Allah�.
Bimbinglah kami dengan amal yang memungkinkan kami berjumpa dengan-Mu, Ya Allah. Tingkatkan kepada kami segala bekal yang boleh membuat kami berjumpa denganMu, Ya Allah. Kurniakan segala nikmat yang membuat kami dapat mensyukuri kemurahanMu, agar kami boleh berjumpa denganMu. Bebaskan kami dari belenggu setiap harta dan kesibukan yang menghalang kami dari berjumpa denganMu. Barang siapa yang merindukan hari berjumpa dengan Allah, niscaya hari-hari yang dinanti itu akan datang jua. Barangsiapa mengharapkan hari-hari pertemuannya dengan Allah, maka hari-hari yang dihayatinya di dunia ini hendaklah diisi dengan amal soleh dan tidak menyekutukan Allah dengan sesiapapun. Inilah bekalan kita untuk pulang. Pulang ke kampung atau pulang ke akhirat. Allah berfirman: �Hidup di dunia adalah kesenangan yang mempesona dan sementara�.
Wallahuaklam..![]()