|
Pertemuan
IV [1] BID�AH Yang satu menganggap bahwa
�Semua yang baru adalah bid�ah dan semua
bid�ah itu adalah sesat� Sebagian yang lain menganggap bahwa agama
dan teknologi itu pisah, kemudian mereka memahami bid�ah seperti ini
: �Semua yang baru di dalam masalah agama
adalah bid�ah dan itu sesat, sedangkan bid�ah atau sesuatu yang baru di dalam
masalah teknologi itu ndak papa, sebab teknologi itu tidak termasuk wilayah
agama� Dan sebagian yang lain berpendapat bahwa
seluruhnya itu tidak ada yang lepas dari masalah agama, baikpun itu masalah
teknologi. Mereka menganggap bahwa bid�ah itu ada 2 macam. �Yaitu bid�ah hasanah, atau sesuatu yang
baru, sesuatu yang baru adanya tapi baik, Dan yang satu adalah bid�ah dholalah, yaitu
sesuatu yang baru, mengada-adakan tapi tidak baik.� Tidakkah jaman Nabi belum ada perintah
untuk pembuatan buku atau kitab al-Qur�an ? Dan baru ada perintah pencatatan saja
? Bukankah jaman Nabi belum ada pembagian
seperti ini Fiqih, ini Ushuludin, ini Aqoid, ini tasawuf ? Benarkah Fiqih itu sesuatu yang baru atau
bid�ah ? Lalu apakah bid�ah hasanah ataukah dholalah
? Benarkah Ushuludin itu istilah yang baru
atau bid�ah ? Lalu apakah bid�ah hasanah ataukah dholalah
? Benarkah Tasawuf itu istilah baru yang juga
bid�ah ? Lalu apakah bid�ah hasanah atau dholalah
? Ingatkah engkau ketika Nabi melarang
pencatatan apalagi pembukuan hadits-hadits beliau ? Bacalah sejarah-sejarah di jaman Nabi
? Abu Bakarpun tak berani menuliskan hadits
ataupun membukukannya. Umarpun tak berani menuliskan hadits maupun
membukukannya. Usmanpun tak berani menuliskan hadits
maupun membukukannya. Alipun tak berani menuliskan hadits maupun
membukukannya. Lalu mengapakah sekarang kita tahu banyak
kitab-kitab hadits yang beredar ? Bukankah itu bid�ah ?
Bukankah itu sesuatu yang baru
? Bahkan melihat sejarah,
Bukankah pemukuan hadits-hadits Nabi itu
seolah menentang Nabi Muhammad yang melarang pembukuan hadits-hadits
? Tetapi, Apakah masuk pada bid�ah yang baik yang
hasanah ? Ataukah bid�ah dholalah
? Kalau sesuatu yang sudah ditetapkan oleh
Alloh dan RosulNya, Wajib kita tidak menambahi ataupun
menguranginya. Sholat wajib lima sehari semalam, maka
bid�ah sesat, bid�ah dholalah jika kita menambahi atau menguranginya. Mutlak
tidak boleh ditambahi dan dikurangi. Kalau Qur�an mengatakan �Qulhu Allohu
Ahad�, mutlak, tidak boleh ditambahi maupun dikurangi, Jikalau ditambahi atau dikurangi, itu
bid�ah yang dholalah, itu bid�ah yang sesat. Bukankah diajarkan oleh Rosululloh untuk
berijtihad ? Bagaimana cara supaya sabar
? Bagaimana cara supaya tawakal
? Bagaimana cara dzikir
? Jika perintah ada, tapi tuntunan resminya
tidak ada ? Bolehkan berijtihad ? Tiap-tiap orang memiliki keyakinan
sendiri-sendiri, pun meski Islam sebagai agamanya. Bagaimana seandainya
ditanya, Apakah sabar itu ? Bagaimanakah sabar itu
? Caranya supaya sabar bagaimana
? Apakah dzikir itu ? Bagaimanakah caranya dzikir itu
? Bagaimana cara supaya kita dzikir kepada
Alloh ? Bukankah perintahnya adalah �Dzikron
Katsiron ?� Apakah engkau sudah tahu cara bersyahadat
? Apakah cukup dibaca saja syahadat itu
? Apakah iman itu ? Apakah taqwa itu ? Maka janganlah heran jika banyak sekali
pendapat-pendapat akan masalah-masalah itu. Maka cukuplah, �Lana a�maluna wa lakum
a�malukum� �Apa-apa yang aku kerjakan adalah untuk aku
sendiri dan apa- apa yang kamu kerjakan adalah untuk kamu
sendiri�. Saling hormat menghormati diantara sesama
pemeluk agama Islam. Saling berhubungan dengan kasih sayang,
shilaturrohmi. Tanpa perlu menjelek-njelekkan pendapat
lain, Tanpa perlu menuduh sesat orang yang
berbeda faham, Tanpa perlu menuduh Zindiq orang-orang yang
berjalan menujuNya, Dan�.. Tanpa perlu mengkafir-kafirkan
saudara-saudara kita yang seagama. �Qu anfusakum wa ahlikum
naroo� �Selamatkanlah dirimu, dan keluargamu, dari
api neraka�. Marilah fastabihul khoirot
! �Mari berlomba untuk kebaikan dan bukan
saling menjatuhkan.� -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
Yahoo! Groups Links
| ||||||||||||||||||||||||
