|
Pertemuan
IV [2] MIMPI-MIMPI Aisyah menceritakan apa yang didengarnya
dari Rosululloh saw : �Sebelum kedatangan wahyu, yang pertama
sering dialami Rosululloh saw, ialah mimpi=mimpi yang benar (ar-ru�ya ash
shadiqah). Apa yang sering terlihat dalam mimpi selalu terbukti kebenarannya
secara nyata, seterang cahaya pagi��.� (riwayat Imam Bukhori)
Pernahkah kamu pelajari secara mendalam tentang kisah Nabi Yusuf
? Seorang ahli di dalam masalah mimpi-mimpi
? IDZ QAALA, INGATLAH, ketika Yusuf berkata
kepada Ayahnya, �Wahai ayahku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi sebelas bintang, matahari dan bulan kulihat semua sujud kepadaku�� Pernahkah kamu tahu, melalui apakah
perintah Alloh disampaikan kepada Nabi Ibrohim untuk menyembelih anaknya ?
Melalui mimpi-mimpi
��. Pernahkah kamu tahu, melalui apakah
petunjuk Alloh pada ibu Musa agar Musa dihanyutkan di sungai
? Melalui mimpi-mimpi
��� Imam Ja�far shodiq r.a (Ahlul bait)
berkata, �Pikirkanlah, bagaimana Alloh mengatur
mimpi, sehingga ada yang benar dan ada pula yang dusta. Karena jika semua benar
maka semua manusia adalah Nabi dan jika semua mimpi adalah dusta maka tak ada
manfaatnya, bahkan menjadi anugrah tak berarti. Karena itulah ia terkadang
benar, sehingga manusia dapat mengambil manfaat yang ditunjukinya dan menjauhi
mudhorot yang diperingatkannya�.� Maka jangan heran, jika ada satu sholat
yang disebut sholat istikhoroh, yang juga dijalankan oleh semua orang, diyakini
jalan untuk memohon petunjuk pada Alloh, yang kemungkinan besar petunjuk itu
akan datang melalui �� melalui mimpi-mimpi�
Rosululloh saw bersabda,
�mimpi yang benar merupakan seperempat puluh enam bagian dari
kenabian�
Peringatan wahai engkau para pemimpi, Janganlah engkau sembarangan menceritakan
mimpi-mimpimu pada orang lain yang bukan ahlinya, Alloh berfirman di
�Janganlah engkau ceritakan mimpimu itu
kepada saudara-saudaramu, nanti mereka membuat makar terhadapmu. Sebab setan itu
musuh manusia yang sangat nyata�.
Atau pernahkah engkau mendengar Rosululloh
bersabda, bahwa Barang siapa melihat nabi Muhammad SAW di
dalam mimpi, maka itu adalah mimpi yang benar, sebab setan iblis tidak dapat
menyaru Nabi yang mulia�
Sebagaimana disampaikan oleh Imam Ja�far Shoddiq
r.a, �..Karena itulah, mimpi itu terkadang
benar, sehingga manusia dapat mengambil manfaat yang ditunjukinya dan menjauhi
mudhorot yang diperingatkannya, dan terkadang pula, bahkan kebanyakan ia dusta,
supaya manusia tak berkeyakinan penuh kepadanya� Berpatokanlah pada Qur�an maupun
hadits, Jika mimpi-mimpimu tidak bertentangan
dengan Qur�an dan hadits bolehlah engkau perhatikan, jika tidak,
berdo�alah, �A�udzu
billahiminnasysyaitonirojim�. �Aku berlindung kepada Mu Yaa Alloh dari
godaan setan yang terkutuk�. -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
Yahoo! Groups Links
| ||||||||||||||||||||||||
