Tidak Meminta Kepada Manusia ---------------------------- Bismillahir rahmanir rahiem
Dari Asma binti Abu Bakar (rha), dia bercerita, "Dulu, saya pernah tinggal di perkampungan Bani Nadhir, yakni di tempat yang diperuntukkan oleh Nabi (saw) bagi Abu Salamah (ra) dan Zubair [1] (ra)." Pada suatu hari, Rasulullah (saw) pergi bersama Zubair (ra), sedangkan saat itu (saya tinggal di rumah dan) kami bertetangga dengan satu keluarga Yahudi. Pada ketika itu, orang Yahudi (tetangga kami tersebut) memotong kambing dan (istrinya) memasaknya sehingga aroma masakan itu tercium oleh saya. Sedemikian rupa aromanya, sehingga saya terbit selera untuk menikmatinya. Hal itu karena sebelumnya saya memang tidak pernah merasakan (aroma) itu. Lagi pula, saat itu saya tengah mengandung anak kami, Khadijah, sehingga menjadikan hati saya (menjadi se-olah2) tidak sabar lagi. Saya pun pergi menemui istri orang Yahudi tersebut sambil meminta api, dengan harapan agar dia memberi sedikit masakannya. Padahal, sesungguhnya pada saat itu saya tidak membutuhkan api. Ketika saya berada di sana, maka saya melihat langsung daging yang sedang dimasak dan saya lebih mencium semerbak aromanya, sehingga selera saya semakin ber-tambah2. Selanjutnya, saya padamkan api yang telah saya bawa ke rumah. Lalu, untuk kedua kalinya saya kembali lagi meminta api. Demikian juga pada kali yang ketiga, (namun istri orang Yahudi tersebut tidak juga memberi saya sedikit masakannya). Akhirnya saya duduk sambil menangis dan berdoa kepada Allah (swt). Tidak lama kemudian, orang Yahudi itu datang dan bertanya kepada istrinya, "Apakah tadi ada orang yang datang kepadamu?" Istrinya menjawab, "Ya, seorang wanita Arab datang meminta api." Suaminya berkata, "Aku tidak akan makan daging itu sebelum kamu memberikan sebagiannya kepada wanita Arab itu!" Maka, dia pun mengantarkan semangkok daging gulai itu kepada saya. Pada saat itulah, tidak ada satu pun di dunia ini yang paling saya sukai selain makanan itu. [2] Subhanallah. Catatan kaki: [1] Zubair (ra) adalah suami Asma binti Abu Bakar (rha). [2] HR Thabrani dalam kitab al Ishabah jilid IV halaman 284. Al Haitsami berkata dalam kitabnya jilid VIII halaman 166, "Dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi'ah, dan haditsnya adalah hasan, sedang sanad2 lainnya adalah shahih." * http://imanyakin.modblog.com/core.mod?show=blogview&blog_id=550493 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest". Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
