|
Pertemuan IV [9] Majma�al
Majma�al
�Laa syariati fii haqioti batiila, Laa haqiqoti fii syariati atiila� �Hakekat tanpa syariat adalah Batal, Syariat tanpa
hakekat adalah kosong�. �Kulit tanpa isi adalah Kosong, Isi tanpa
kulit adalah Batal� �Ahli kuliti mestinya mendalami
isi-I� �dan ahli bathin-i mestinya menghiasi diri
dengan kulit-ti� Pertemuan dua lautan antara syariat dan
hakekat, Pertemuan dua lautan antara pikir dan
dzikir, Pertemuan dua lautan antara akal dan
rasa, apakah sesuatu itu memiliki
NILAI IBADAH, ataukah hanya ADAT atau
KEBIASAAN saja, hanya TAMPAKnya saja,
atau hanya GAMBARnya saja
sebagai GAMBAR IBADAH.
Maka ingatlah sabda
Nabi, "Innamal a'malu bi niat",
"sesungguhnya amal itu
bersama niat".
Maka yang membedakan sesuatu
itu termasuk IBADAH atau hanya TAMPAKnya saja ibadah, adalah
NIATnya. Apabila NIATnya :"Semata-mata
menjalankan PERINTAH ALLOH", maka semua apa yang kita
lakukan adalah Ibadah. dan sebaliknya, seandainya niat kita ternyata
adalah selain itu, maka meskipun wujudnya, atau
gambarnya atau tampaknya ibadah, tetapi NILAI Ibadahnya adalah
tidak ada.
Syahadat adalah bentuk
Ibadah, Sholat adalah bentuk
Ibadah, Puasa adalah bentuk
ibadah, Zakat adalah bentuk
Ibadah, Haji adalah bentuk Ibadah,
Tetapi seandainya bentuk-bentuk Ibadah
tersebut tidak kita niatkan"SEMATA-MATA karena MENJALANKAN PERINTAH ALLOH",
maka apa-apa yang kita kerjakan hanyalah
BENTUKnya saja, hanyalah GAMBARnya saja,
hanyalah TAMPILANnnya,
tidak ada nilai ibadahnya saja.
atau KOSONG MELOMPONG.
Maka ingatlah sabda
Nabi, Qola Rosululloh SAW,"Nanti akan banyak
umatku yang sholat tapi sebenarnya tidak sholat,Puasa tapi sebenarnya tidak
puasa melainkan hanya mendapaqtkan lapar dan dahaga saja" Inilah yang diancam oleh
Alloh "Neraka weil", diterangkan dalam
ayat, "Fawailulil musholin",
"Neraka weil bagi orang yang
sholat" Dan Perhatikanlah, Makan diperintahkan oleh Alloh di Qur'an,
minumpun juga diperintahkan oleh Alloh di
Qur'an, ( "Kulu wa asrobu","makanlah dan
minumlah"). Tetapi apabila kita makan dan minum karena
lapar dan haus, dan TIDAK DISADARI atau DINIATKAN bahwa
makan dan mimum kita adalah karena menjalankan PERINTAH ALLOH,
maka itu hanyalah makan dan minum karena
kebiasaan, k arena ADAT saja. Kosong dari nilai ibadah.
Tetapi apabila kita niatkan SEMATA-MATA
karena MENJALANKAN PERINTAH ALLOH, maka makan dan minum kita akan menjadi IBADAH
atau memiliki NILAI IBADAH. Maka jagalah,
dan perhatikanlah masalah
NIAT, letakkan kesadaran pada
SEMATA-MATA MENJALANKAN PERINTAH ALLOH. bukan yang
lainnya.
"Sesungguhnya Nabi Muhammad,
sedetikpun tidak pernah putus hubungannya dengan Alloh SWT" -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
Yahoo! Groups Links
| ||||||||||||||||||||||||
