Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu
`Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah
amma ba'du... 

AL BAQARAH (SAPI BETINA)AYAT 1-40

MUQADDIMAH

Surat "Al Baqarah" yang 286 ayat itu turun di Madinah yang sebahagian 
besar diturunkan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 
diturunkan di Mina pada Hajji wadaa' (hajji Nabi Muhammad s.a.w. yang 
terakhir). Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan 
Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al 
Qur'an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah 
penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada BAni Israil 
(ayat 67 sampai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada 
umumnya.

Dinamai "Fusthaatul-Qur'an" (puncak Al Qur'an) karena memuat beberapa 
hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain. Dinamai juga 
surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Pokok-pokok isinya :

1.      Keimanan :

Da'wah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan 
para musyrikin.

2.      Hukum-hukum :

Perintah mengerjakan shalat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum 
haji dan umrah; hukum qishash; hal-hal yang halal dan yang haram; 
bernafkah di jalan Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak 
yatim, larangan riba; hutang piutang; nafkah dan yang berhak 
menerimanya; wasiyat kepada dua orang ibu-bapa dan kaum kerabat; 
hukum sumpah; kewajiban menyampaikan amanat; sihir; hukum merusak 
mesjid; hukum merubah kitab-kitab Allah; hukum haidh, 'iddah, thalak, 
khulu', ilaa' dan hukum susuan; hukum melamar, mahar, larangan 
mengawini wanita musyrik dan sebaliknya; hukum perang.

3.      Kisah-kisah :

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.; kisah Nabi Ibrahim a.s.; kisah Nabi 
Musa a.s. dengan Bani Israil.

4.      Dan lain-lain :

Sifat-sifat orang yang bertakwa; sifat orang-orang munafik; sifat-
sifat Allah; perumpamaan-perumpamaan; kiblat, kebangkitan sesudah 
mati.

AL BAQARAH (SAPI BETINA)
SURAT KE 2 : 286 ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang.

TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL QURAAN

Golongan Mu'min

(2:1)
Alif laam miin. [10]

(2:2)
Kitab [11] (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi 
mereka yang bertaqwa, [12]

(2:3)
(yaitu) mereka yang beriman [13] kepada yang ghaib, [14] yang 
mendirikan shalat, [15] dan menafkahkan sebahagian rezki [16] yang 
Kami anugerahkan kepada mereka.

(2:4)
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah 
diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, 
[17] serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. [18]

(2:5)
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan 
merekalah orang-orang yang beruntung. [19]

# [10] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian 
dari surat-surat Al Qur'an seperti: alif laam miim, alif laam raa, 
alif laam miim shaad dan sebagainya. Diantara ahli-ahli tafsir ada 
yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk 
ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan 
yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada 
pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk 
menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Qur'an itu, 
dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Qur'an itu diturunkan dari Allah 
dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka 
tidak percaya bahwa Al Qur'an diturunkan dari Allah dan hanya buatan 
Muhammad s.a.w. semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al 
Quran itu.

# [11] Tuhan menamakan Al Qur'an dengan Al Kitab yang di sini 
berarti "yang ditulis", sebagai isyarat bahwa Al Qur'an diperintahkan 
untuk ditulis.

# [12] Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan 
mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan  menjauhi segala larangan-
larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.

# [13] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan 
ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah 
mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.

# [14] Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. 
Percaya kepada yang ghjaib yaitu, meng-i'tikadkan adanya 
sesuatu "yang maujud" yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, 
karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya 
Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.

# [15] Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah 
ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi 
dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan 
kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya 
dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-
adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu', 
memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.

# [16] Rezki: segala yang dapat diambil manfa'atnya. Menafkahkan 
sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang telah 
direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari'atkan oleh 
agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum 
kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.

# [17] Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad s.a.w. 
ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Qur'an seperti: Taurat, 
Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al Qur'an yang 
diturunkan kepada para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul 
ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril 
menyampaikannya kepada Rasul.

# [18] Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri 
keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah 
kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat 
ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia 
berakhir.

# [19] Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya 
kepada Allah sesudah mengusahakannya.

Golongan Kafir

(2:6)
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri 
peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan 
beriman.

(2:7)
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka [20], dan 
penglihatan mereka ditutup [21]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat

# [20] Yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala 
macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.

# [21] Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-
ayat Al Qur'an yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran 
dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di 
permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.

Golongan Munafik

(2:8)
Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan 
Hari kemudian [22]," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-
orang yang beriman.

(2:9)
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal 
mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

(2:10)
Dalam hati mereka ada penyakit [23], lalu ditambah Allah penyakitnya; 
dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

(2:11)
Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di 
muka bumi [24]". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang 
mengadakan perbaikan."

(2:12)
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat 
kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

(2:13)
Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-
orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami 
sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, 
sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak 
tahu.

(2:14)
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka 
mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada 
syaitan-syaitan mereka [25], mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami 
sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok."

(2:15)
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka 
terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

(2:16)
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka 
tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat 
petunjuk.

(2:17)
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api [26], 
maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya 
(yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak 
dapat melihat.

(2:18)
Mereka tuli, bisu dan buta [27], maka tidaklah mereka akan kembali 
(ke jalan yang benar),

(2:19)
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit 
disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya 
dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan 
mati [28]. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir [29].

(2:20)
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali 
kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan 
bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah 
menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan 
mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

# [22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di 
padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.

# [23] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad 
s.a.w.lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-
hati dan dendam terhadap Nabi s.a.w., agama dan orang-orang Islam.

# [24] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti 
kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi 
dan menentang orang-orang Islam.

# [25] Maksudnya: pemimpin-pemimpin mereka.

# [26] Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfa'at dari 
petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat 
kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka 
digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.

# [27] Walaupun pancaindera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu 
dan buta oleh karena tidak dapat menerima kebenaran.

# [28] Keadaan orang-orang munafik itu, ketika mendengar ayat-ayat 
yang mengandung peringatan, adalah seperti orang yang ditimpa hujan 
lebat dan petir. Mereka menyumbat telinganya karena tidak sanggup 
mendengar peringatan-peringatan Al Qur'an itu.

# [29] Maksudnya pengetahuan dan kekuasaan Allah meliputi orang-orang 
kafir.

KEESAAN DAN KEKUASAAN TUHAN

Perintah Menyembah Tuhan Yang Maha Esa

(2:21)
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-
orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

(2:22)
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit 
sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia 
menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki 
untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi 
Allah [30], padahal kamu mengetahui.

# [30] Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah 
seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

Tantangan kepada kaum musyrikin mengenai Al Qur'an

(2:23)
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami 
wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah [31] satu surat (saja) 
yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain 
Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

(2:24)
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan 
dapat membuat(nya) -, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan 
bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

# [31] Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan 
tentang kebenaran Al Qur'an itu tidak dapat ditiru walaupun dengan 
mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa karena ia merupakan 
mu'jizat Nabi Muhammad s.a.w.

Balasan terhadap orang-orang yang beriman

(2:25)
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan 
berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir 
sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan 
dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah 
diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa 
dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka 
kekal di dalamnya [32].

# [32] Keni'matan di syurga itu adalah keni'matan yang serba lengkap, 
baik jasmani maupun rohani.

Perumpamaan-perumpamaan dalam Al Qur'an dan hikmah-hikmahnya

(2:26)
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau 
yang lebih rendah dari itu [33]. Adapun orang-orang yang beriman, 
maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, 
tetapi mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan 
ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang 
disesatkan Allah [34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang 
yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali 
orang-orang yang fasik,

(2:27)
(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah 
perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah 
(kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka 
bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

# [33] Diwaktu turunnya ayat 73 surat 23 Al Hajj yang di dalamnya 
Tuhan menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak 
dapat membuat lalat, sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan 
turunnya ayat 41 surat Al Ankabuut yang di dalamnya Tuhan 
menggambarkan kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-
orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-
laba.

# [34] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung 
keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam 
ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa 
sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu 
menjadi sesat.

Bukti-bukti kekuasaan Tuhan

(2:28)
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu 
Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya 
kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

(2:29)
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan 
Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh 
langit.  Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi

(2:30)
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya 
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka 
berkata:  "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu 
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, 
padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan 
Engkau?" Tuhan berfirman:  "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang 
tidak kamu ketahui."

(2:31)
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, 
kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu 
berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu 
mamang benar orang-orang yang benar!"

(2:32)
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui 
selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya 
Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana [35]."

(2:33)
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama 
benda ini."  Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama 
benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, 
bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan 
mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?"

(2:34)
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah 
[36] kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan 
dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

(2:35)
Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga 
ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana 
saja yang  kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini [37]. yang 
menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

(2:36)
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu [38] dan 
dikeluarkan dari keadaan semula [39] dan Kami berfirman: "Turunlah 
kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada 
tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang 
ditentukan."

(2:37)
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat [40] dari Tuhannya, maka 
Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat 
lagi Maha Penyayang.

(2:38)
Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika 
datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti 
petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak 
(pula) mereka bersedih hati".

(2:39)
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka 
itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

# [35] Sebenarnya terjemahan "Hakim" dengan "Maha Bijaksana" kurang 
tepat, karena arti "Hakim" ialah: yang mempunyai hikmah. Hikmah ialah 
penciptaan dan penggunaan sesuatu sesuai dengan sifat, guna dan 
faedahnya. Di sini diartikan dengan "Maha Bijaksana" karena dianggap 
arti tersebut hampir mendekati arti "Hakim".

# [36] Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, 
bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud 
memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah.

# [37] Pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, 
sebab Al Qur'an dan Hadist tidak menerangkannya. Ada yang menamakan 
pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi 
itu adalah nama yang diberikan syaitan.

# [38] Adam dan Hawa dengan tipu daya syaitan memakan buah pohon yang 
dilarang itu, yang mengakibatkan keduanya keluar dari surga, dan 
Allah menyuruh mereka turun ke dunia. Yang dimaksud dengan syaitan di 
sini ialah Iblis yang disebut dalam ayat 34 surat Al Baqarah di atas.

# [39] Maksud keadaan semula ialah keni'matan, kemewahan dan 
kemuliaan hidup dalam surga.

# [40] Tentang beberapa kalimat (ajaran-ajaran) dari Tuhan yang 
diterima oleh Adam sebahagian ahli tafsir mengartikannya dengan kata-
kata untuk bertaubat.








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 


--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in 
any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved 
otherwise. 

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily 
digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your 
mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the 
title "change to daily digest".  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke