Assalammualaikum,

I tend to agree with En Azhari here.  I think,
Malaysians per se, or Muslims in general, should stop
thinking calamities or disasters happened to other
people or countries as God's punishment for their
negligence of the religion. Walaupun memang dalam
Quran , ada disebut tentang malapetakan yang Allah
turunkan terhadap sesuatu kaum yang ingkar atas
perintah Allah, at least it is a known fact that
memang kemungkaran itu dan balasannya Allah sebutkan. 
Tapi, pada zaman sekarang ini, when the world is
really approaching its end, memang very unfair and
unjust to simply apply the disasters as punishments. 
I m not commenting on the writing by puteri alone,
even before this pun memang banyak cerita yang keluar
kononnya, Acheh now is a disgrace to the city that was
once known as 'serambi mekah'.  Orang kata, orang
acheh dah tak sewarak dulu, orang acheh dah banyak
gone astray and 'social'.  In my opinion, kalau nak
compare orang acheh dengan orang KL nih, hmmm... tak
tau lah nak cakap, rasanya, dalam 10 bijik kondominium
dari damansara ker petaling jaya, yang mungkin dalam
sebijik kondominium, ada 400 unit apartment (400 unit
apt x 10 kondo = 4000 unit apartment), i can bet 80%
of the occupants commit adultery a.k.a. 'penzina' dan
mendambakan maksiat (regardless of religion).  Itu
baru from Damansara - PJ, tak masuk subang jaya,
sentul, ampang, cheras, etc etc....  macam ni nak
compare kan kita dengan acheh? i dunno... for me, the
disaster is meant as a reminder that the earth is
really old and end of the world is really near, so,
banyak2 lah beribadat dan bersyukur Allah tak pilih
tempat kita untuk mengingatkan dunia siapa yang lebih
berkuasa. Dalam bersyukur, doakan mereka saudara islam
kita yang terkorban tuh dikumpulkan sebagai ahli
syurga... 

I'm a mother, I have 3 children and I love them so
much.  Once I read stories of the tsunamis survivors,
of a mother who lost her 3 year old daughter.  When
the big wave came, she was carrying her baby and her 3
y/o daughter but the wave managed to disengage her
daughter's grip off her hand, can u imagine that
moment when the baby girl was screaming for her
'ummi', ummi told her not to call 'ummi' but to call
'Allah' instead while watching her being swallowed by
the sea? For me, Ummi is such a strong woman, she
'redha' to the incident that happened infront of her,
amidst the situation, the confusion, the panic, all
1001 feelings and emotions that engulfed u at that
time.  Frankly, i don't think i'll be as strong as
ummi.  If i were to be in her shoes, i dont think i'll
have any desire to live, i think i'll just give up and
let the wave swallow me too.  After all, it's end of
the world, everybody dies.  Isn't that suicide? Giving
up hope and faith to disaster from God? That's why i
said ummi is strong. For that, i dare not say that the
people in acheh or indonesia in general, are being
punished from Allah for their nahi mungkar.  They are
chosen for reasons only known by Him alone. After all,
"kun fayakun," when he said so, it will as so. 

As for entertainment and concerts, guest artists like
Inul, i think, kalau tak ada permintaan, tak adalah
supplies.  In this case, a lot of us, practise double
standards, kalau Inul maksiat, Siti pun maksiat jugak.
 I have nothing against siti and i dont even know who
Inul is, but for me, kalau TV3 buat sureheboh...
biarlah heboh macamana sekalipun, kalau takder orang
datang, takdalah dua tahun berturut2 derang buat...
betul tak?

Saya mintak maaf pada semua, actually saya memang
takut nak bercakap on issues pertaining to religion
sebab memang Allah dah kata, bila akhir zaman nanti,
ramai orang tak tau agama bercakap pasal agama, macam
derang pandai sangat agama.  Saya memang tak pandai
agama, sekolah pun sekular, sebab tuh saya masuk group
nih, utk belajar dan ingat kembali perkara yang pernah
belajar tapi dah lupa... tapi kali nih saya bersuara
sebab saya rasa hormat kepada mereka yang terkorban
esp pada ratusan ribuan rakyat Acheh... Al-fatihah utk
mereka.

~no offence; just my 2 cents worth~

 --- [email protected] wrote: 
> 
Message: 20        
   Date: Tue, 19 Apr 2005 13:58:58 +0700
   From: "Azhari" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: Inul sedia bergelek 1 Mei ?

Tidak selayaknya gara-gara seorang Inul, kemudian
menganggap Indonesia
buruk semuanya dan menganggap musibah yang menimpa
kami adalah ADZAB
(bala) dari Allah swt. Anda telah melangkahi iradah
Allah swt dengan
mengatakan musibah yang menimpa kami adalah ADZAB,
karena musibah 
karena
dua hal; UJIAN (cobaan) dan AZDAB. Bagaimana anda tahu
ini adalah 
ADZAB.
 
Merasa diri paling baik adalah kesombongan, Malaysia
memang lebih 
makmur
dari Indonesia, tetapi dari segi da'wah kami tidak
dikekang disini. 
Kami
bisa menyampaikan da'wah tanpa takut-takut ditangkap
intel karena ISA,
karena disini tidak ada ISA. Jika para ulama Arab dan
Timteng kesini,
mereka akan mengatakan bahwa Indonesia adalah syurga
da'wah. 
 
Inul sendiri sudah banyak mengalami tekanan dari para
ulama/partai 
Islam
dan sesama artis sendiri, sehingga tidak populer lagi
di Indonesia.
Sekarang untuk memperkaya dirinya, ia melakukan show
keluar negeri
semisal Hongkong, Malaysia, Korea, dll, hal ini karena
di Indonesia
tidak laku lagi. Jarang ada show disini, paling-paling
didiskotik 
hotel,
begitu juga jarang ada di TV. Banyak keharaman yang
telah dilakukannya,
membuka aurat, tabaruj (bersolek), bergoyang porno,
menyanyi yang 
jorok,
dll, semuanya bertentangan dengan Islam.
 
Akhirul kalam, marilah kita masing-masing introspeksi
apakah kita telah
menjalankan Islam secara kaaffah. Kami di Indonesia
sedang menggiatkan
da'wah disini, banyak partai dan kelompok da'wah
bergerak tanpa rasa
takut seperti: PKS, Hizbut Tahrir, MMI, DDI, NU,
Muhammadiyah, dll. 
Kami
berjuang agar mengembalikan Islam untuk mengatur
seluruh kehidupan, 
baik
dibidang sosial, ekonomi, politik dan negara. Malaysia
dengan Islam
hadharinya (berdasarkan yang dikirimkan) adalah sistem
sekuler juga,
dimana hadhari hanya polesan untuk mempermanis wajah
Islam, tetapi
penerapan hukum dipemerintahan masih menggunakan hukum
penjajah kafir
Inggris. Juga penerapan ISA yang menunjukkan sikap
represeif penguasa
(kalau tidak mau disebut diktator), terhadap para
pengemban da'wah
Islam.
 
Banyak maaf. Wallahua'lam,
Azhari
Jakarta 
 
-----Original Message-----
From: Puteri Nisa Abdullah
[mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, April 15, 2005 3:50 PM
To: [email protected]
Subject: Bismillah [hidayahnet] Inul sedia bergelek 1
Mei ?
 
        Inul sedia bergelek 1 Mei 
        Oleh Hanisah Selamat
         
        PS: Apakah Inul akan melakukan gelek gerudi yang
menjadi tarikan
utama kepada peminat? 
        
        Inul: Apabila dikhabarkan konsert di Malaysia
mendapat kelulusan
kerajaan, saya amat bersyukur. Sama ada saya gelek
atau tidak, ia
bergantung kepada permintaan. Jika ramai yang meminta
saya bergoyang
sudah pasti saya memenuhi kehendak penonton. Apapun,
saya akan memenuhi
syarat yang ditetapkan dan menghormati garis panduan
yang diberikan.
Kalau perlu memakai baju kurung, saya akan
pakai...(tertawa). 
         
        Sila baca wawancara sepenuhnya
http://www.bharian.com.my/m/BHarian/Wednesday/Hiburan/20050413080615/Art
icle/
         
        Hiburan dari luar negara silih berganti datang ke
Malaysia tanpa
sekatan malahan dibenarkan oleh sesetengah pihak.
Hiburan ini 
menjadikan
masyarakat melayu tua dan muda akan berduyun-duyun
menyaksikan konsert
Inul ini. Pastinya berlakulah pergaulan Lelaki &
Perempuan secara 
bebas,
meninggalkan solat tanpa alasan kukuh dan pelbagai
lagi maksiat akan
terjadi. Mengapakah tidak diambil iktibar dengan
pelbagai bala yg Allah
SWT datangkan dalam bentuk ribut & gempa bumi. di
Indonesia dan negara
-negara lain. Di Indonesia sendiri ada 11 gunung
berapi yg dipantau dan
dikhuatri akan aktif hanya menunggu masa untuk meledak
shaja.
         
        Perbuatan mungkar ini mesti disekat dan diharamkan
supaya
manusia tidak terus leka dan lalai dengan hiburan.
Sudah terlalu banyak
hiburan yang disiarkan di TV dan sekarang ni
berlangsung pula hiburan
bergerak di seluruh negara anjuran TV3. Selagi
perbuatan mungkar terus
berleluasa Allah SWT tidak teragak-agak menurunkan
bala kepada semua
manusia tanpa mengira yang beriman atau tidak.
         
        Marilah kita berdoa agar Allah SWT tidak menurunkan 
bala di
Malaysia (negara puteri) seperti mana negara Indonesia
(negera Inul) di
landa dengan Tsunami & gempa bumi. 
         
        ~puteri




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 


--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in 
any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved 
otherwise. 

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily 
digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your 
mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the 
title "change to daily digest".  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke