TAHAJJUD PENGUBAT KANSER
Solat tahajjud ternyata tidak hanya membuat seseorang yang melakukannya
mendapat tempat (maqam) terpuji disisi Allah tapi juga sangat penting bagi dunia perubatan dan kedoktoran. Munurut hasil penelitian Dr.Mohammad Soleh, dosen (dekan) IAIN(Institut Agama Islam NegerI) Surabaya, salah satu solat sunnah itu dapat membebaskan seseorang daripada serangan kanser.
Tidak percaya? "Cubalah anda rajin-rajin solat tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusyuk, dan ikhlas nescaya anda terbebas daripada infeksi dan kanser", ucap Soleh. Ayah dua anak itu bukan "tukang obat" jalanan. Dia melontarkan pernyataannya itu dalam desertasinya (kertas-kerja kajian projek untuk anugerah ijazah ) yang berjudul "Pengaruh Solat Tahajjud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan tubuh Imonologi". Dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedoktoran pada Program Pasca Sarjana
Universitas Surabaya, yang dipertahankannya. Selama ini, menurut Soleh,
tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah solat tambahan atau solat
sunnah. Padahal jika dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas, secara medis
solat itu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada
imonoglobin M,G,A dan limposit-nya yang berupa persepsi dan motivasi
positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk
menanggulangi (mengatasi) masalah yang dihadapi. Solat tahajjud yang
dimaksudkan Soleh bukan sekadar menggugurkan status solat yang muakkadah
(Sunnah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas
(berterusan) solat, ketetapan gerakan, kekusyukan, dan keikhlasan.
Selama ini kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan
mental psikis.
Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedoktoran.
Ikhlas yang selama ini di pandang sebagai miseri, dapat dibuktikan
secara kuantitatif melalui sekrasi (pengeluaran) hormon kortisol.
Parameternya (Pengukurannya), lanjut Soleh, bisa (dapat) diukur dengan
kondisi (keadaan) tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol
pada pagi hari normalnya antara 38-690 nml/liter. Sedang pada malam hari
atau pada selepas jam 12.00 malam normalnya antara 69-345nml/liter.
"Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan (dikenalpasti) orang itu tidak ikhlas kerana tertekan. Begitu sebaliknya". Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang mambantah paradigma (pandangan) lama yang menganggap pelajaran agama Islam semata-mata dogma (sesuatu ikutan yang termaktub yang tidak boleh dibantah) atau doctrin. (ajaran keagamaan)
Soleh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41
responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok Persantren Hidayatullah,
Surabaya. Drp 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan melakukan
solat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah di uji lagi, tingal 19
siswa yang bertahan solat tahajjud selama 2 bulan. Solat di mulai pukul
2.00-3.30 pagi sebanyak 11 rakaat, masing-masing 2 rakaat 4 kali salam
dan tiga rakaat witir. Selanjutnya, hormon kortisol mereka di ukur di
tiga laboratium (makmal) di Surabaya (Paramita, Prodia dan Klinika).
Hasilnya ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud
secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud.
Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajjud memiliki ketahanan tubuh dan
kemampuan individual untuk menghadapi masalah-masalah yang di hadapi
dengan stabil. "Jadi solat tahajjud selain bernilai ibadah, juga
sekaligus sarat dengan muatan psikologis (rohani) yang dapat
mempengaruhi kontrol kognisi (kawalan kesedaran). Dengan cara
memperbaiki persersi dan motivasi positif dan coping yang efektif, emosi
yang positif dapat meghindarkan seseorang dari strees," Nah, menurut
Soleh, orang yang strees (tekanan) itu biasanya retan (mudah) sekali
terhadap penyakit kanser dan infeksi. Dengan solat tahajjud yang
dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak
terpaksa, seseorang akan memiliki responimun (kesan) yang baik, yang
kemungkinan besar akan terhindar drp penyakit infeksi dan kanser. Dan,
berdasarkan hitungan teknik medis menunjukkan solat tahajjud yang
dilakukan seperi itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik
"Maka dirikanlah Solat kerana Tuhanmu dan berkorbanlah": (Al-Kautsar:2)
Sebuah bukti bahawa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui
semua rahsia atas rahmat, nikmat, anugerah yang di berikan oleh ALLAH
kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk masuk ke akal kita?"
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--------------------------------------------------------------------------
All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.
If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
Yahoo! Groups Links
http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/
[EMAIL PROTECTED]
