bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of God, the Compassionate, the Merciful


=== News Update ===

http://www.sabili.co.id/wawancara-e22thXII05.htm

wawancara : Wahfiudin, Mubaligh


Ini Bagian dari Ghazwul Fikri






Kasus grup musik Dewa yang dituding menghina Allah mungkin tidak akan
menjadi heboh, jika Wahfiudin tidak ‘bergerak’. Awalnya, secara tidak
sengaja malam itu mubaligh yang jarang menonton TV ini, tiba-tiba ingin
menonton TV. Wahfiudin berniat istirahat sebentar setelah lelah
bepergian. Wahfiudin menunda acara mandinya. Tapi ayah lima orang anak
ini begitu terkejut ketika menonton tayangan Trans TV tentang konser
eksklusif grup musik Dewa, Ahad (10/4). Pada karpet di panggung live
show itu terpampang Khat (tulisan—biasa disebut kaligrafi dan bukan
lambang Allah— red) Allah dari buku The Cultural Atlas of Islam yang
ditulis Prof Dr Ismail Raj’i Al-Faruqi.

Dari sana cerita bergulir. Ustadz yang lembut dalam pembicaraan ini
langsung menelepon stasiun Trans TV. Bak bola salju kasus ini terus
menggelinding jadi membesar. Sejak itu Wahfiudin jadi sering ditelepon,
menanyakan kasus ini. Karena banyak orang yang tidak senang. Apalagi
Dhani pernah mengatakan Laskar Jihad menyebar kebencian dan laskar cinta
menyebar kasih sayang. Padahal, dalam sanubari Wahfiudin terpendam
pertanyaan, “Ketika umat Islam di Ambon babak belur, apa yang kalian
kerjakan.” KalauLlaskar Jihad tidak ke sana, musnahlah umat Islam di
Maluku. “Justru Laskar Jihad ada, karena cinta,” katanya.

Apa pandangannya tentang tasawuf dan umat Islam Indonesia? Berikut
petikan perbincangan Eman Mulyatman dan Artawijaya, disertai Fotografer
Anizar M Jasmine, dengan Wahfiudin:


Kasus Dewa kabarnya Anda yang pertama menangani?
Hari itu saya pulang malam, letih sekali dan selama ini memang jarang
menonton TV. Tapi, karena mau mandi saya agak segan, iseng-iseng lihat
berita dulu, namun yang nampak kaligrafi Allah yang dijadikan alas
panggung. Saya tidak kenal Band Dewa, apalagi Dhani. Kaligrafi itu
sangat saya kenal betul. Apalagi ketika dishot dari atas, jelas sekali.

Saya berharap itu hanya sebuah keteledoran saja. Saya tidak mau
meributkan, tapi iman saya di dalam batin berkata, “Kamu tidak bisa
diamkan hal itu.” Meskipun kaligrafi itu hanya sebuah simbol dan bukan
Allahnya itu sendiri.


Lalu, apa tindakan Anda?
Saya lalu mencari nomor telepon stasiun TV tersebut. Itu bukan hal yang
mudah. Yang menerima Satpam. Dia menjawab, “tidak berani menginterupsi
acara live show”. Saya bilang, bukan saya memerintahkan Anda
menghentikan, tapi saya minta disambungkan dengan manajer yang
bertanggungjawab, “Kasih tahu saja, nanti saya yang ngomong.” Akhirnya
saya mendapat nomor Pak Chairul Tandjung, rupanya dia pun terkejut
karena melihat lafazd Allah di lantai panggung. Ketika saya telepon
kembali, barulah stasiun TV itu menerima.

“Apa saran bapak?” tanya mereka.
Tutup saja. Tapi rupanya pihak stasiun TV khawatir bahwa saya tidak
sendiri, pasti ada banyak orang yang sudah menonton dan jelas mereka
kecewa melihat itu. Jadi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak
diinginkan saya menyarankan, grup band itu harus menyatakan permohonan
maaf.


Setting panggung itu dari siapa?
Pihak stasiun TV menyatakan bahwa ini sepenuhnya ‘milik’ Dewa. Kalau pun
pihak stasiun TV yang setting, Dhani harusnya tahu dan bisa mencegah.
Karena memang dia sudah tahu bahwa itu kaligrafi Allah, masak ditaruh di
lantai.


Sebenarnya kalau waktu itu langsung minta maaf sudah selesai ya?
Lalu pihak stasiun TV itu meminta saya datang. Mereka menjemput saya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Sampai di sana, saya disambut
Ishadi SK dan dia mempertemukan dengan personil Dewa. Waktu itu sikap
Dhani acuh saja.


Anda kecewa?
Sedangkan pimpinan stasiun TV duduk dengan baik dan sopan. Saya
menyimpulkan, rupanya dia tidak terima ketika saya tegur. Saya tidak
berpanjang kalam, ini ada buku The Culture Atlas of Islam. Begitu saya
buka Pak Ishadi langsung bilang, “Iya, sama!”


Dewa membantah?
Dhani langsung bilang, “Enggak, lain!” Saya minta keluarkan
logo-logonya. Dia membantah karena sudah dimodifikasi. Lalu saya
jelaskan bahwa modifikasi itu tidak mengubah bentuk dan bacaan, karena
tetap terbaca Allah. Kenapa Anda memodifikasi?


Jadi, ada unsur plagiat?
Bukan hanya itu, jadi sebenarnya Dhani sudah tahu bahwa itu sebenarnya
tulisan (bacaan) Allah.


Sikap Dewa?
Bagi saya itu sudah cukup, buat apa lagi melayani Dhani yang
petantang-petenteng. Akhirnya saya berdiri dan saya katakan, “Kepada
semua personil Dewa tolong hati-hati, jangan tempatkan ini di sembarang
tempat. Nanti kalau Anda berhadapan dengan Muslim ‘garis keras’ akan
jadi masalah. Assalamu’alaikum!”


Anda kecewa dengan hasil pertemuan itu?
Paginya ketika saya ke luar rumah di Rawamangun terpampang Kaligrafi
serupa bersama iklan rokok. Padahal bagi saya, rokok itu haram. Kalaupun
tidak, maka syubhat. Maka saya siapkan laporan ke Ormas Islam, MUI dan
Dewan Dakwah. Untuk apa? Ini sebagai kontrol publik sehingga kalau
terjadi lagi di daerah lain, harus dicegah.


Sebenarnya apa alasan Dhani sendiri?
Dalam pertemuan itu, juga saya permasalahkan kalung Bintang David yang
dipakai Dhani. Itu kan simbol Israel, masak kamu pakai bintang itu dan
menginjak-injak kaligrafi Allah.Itu kan suatu penghinaan. Dia cuma haha
hehe .…saja. Berita itu akhirnya muncul di koran. Lalu muncullah
pertanyaan dari banyak pihak. Dan masalah terus bergulir.


Sebuah surat kabar menulis, bahwa kabar Dhani antek-antek Israel, Anda
yang menghembuskan?
Saya tidak pernah menyebut itu.


Ini sensasi yang kebablasan ya?
Iya, karena berbeda dengan swastika (lambang Nazi). Nazi itu sudah
musnah, semua bangsa mengutuknya, tidak ada potensinya. Kalau anak muda
memakainya, itu karena faktor nyentrik secara historis. Tapi kalau
Bintang David, Israel itu masih ada dan aktif menghancurkan Islam,
Masjidil Aqsha dan Palestina. Kondisi kita ini sedang perang. Bahkan
Indonesia tidak punya hubungan diplomatik. Karena Israel, bertentangan
dengan jiwa dan semangat UUD 45. Ketika kita pakai logonya, itu satu
bentuk pemihakan pada lawan.


Soal Binang David Israel, apa jawaban Dhani?
Dia bilang ekspresi dari kecintaan pada Nabi Daud. Saya katakan, Muslim
mana yang tidak mencintai Nabi Daud. Setiap Muslim ketika Nama Nabi Daud
disebut dia akan mengucapa alaihis salam. Berapa banyak orang yang cinta
kepada Nabi Daud yang mengekspresikan dengan puasa Nabi Daud. Namanya
betul Bintang Daud, tapi dia sudah jadi logo Israel. Bukan soal Nabi
Daudnya.


Dhani tahu itu kaligrafi Allah?
Dhani kirim sms (short message servisce). Lalu saya balas dengan
menelepon langsung. Dia mengabarkan bahwa gambar kaligrafi itu didapat
dari Gurunya, Habib Faiz di Malang, Jawa Timur. Menurutnya, Habib itu
konsultannya artis-artis dan jenderal-jenderal. Yang jadi persoalan,
ketika Dhani mendapat gambar itu, pastilah dia bertanya, gambar apa? Dan
gurunya akan menjelaskan bahwa itu kaligrafi Allah. Jadi dia tahu, tapi
tidak mau mengakui. Ini yang jadi masalah.


Apakah kasus ini memang ada rekayasa?
Saya belum melihatnya. Tapi perang itu selain fisik, ada juga dalam
bentuk, intelijen, ekonomi, budaya, ideologi atau sering kita sebut
ghazwul fikri (perang/invasi pemikiran-red). Ini bagian dari perang
budaya. Kenapa dia pakai logo Israel dan di bawahnya dia tahu ada
kaligrafi Allah. Ini ada apa? Apakah itu bagian dari akibat cuci otak,
atau sengaja mau memancing umat? Wallahu a’lam. Yang jelas industri
entertainment tidak berdiri sendiri.


Dhani mengklaim banyak massa di belakangnya?
Ke sebuah Harian Ibukota, dia mengirim surat yang isinya merendahkan
pribadi saya. Saya no comment. Kalau saya komentari, jadi kayak anak
kecil.


Anda juga dibilang cari popularitas?
Saya lakukan itu karena ghirah saya terpanggil.


Ini terus bergulir?
Malam itu, ketika saya dipertemukan, sudah saya peringatkan bahwa yang
beli produk kamu banyak umat Islam. Umat Islam Indonesia sedang sakit
karena saudaranya di Palestina sedang diinjak-injak.


Sebenarnya di mana letak persoalannya?
Ada dua, menggunakan logo Bintang David Israel dan menginjak-injak
kaligrafi Allah. Kedua, penempatan kaligrafi Allah itu pada
tempat-tempat yang tidak cocok, misalnya, sebagai iklan rokok.
Barangkali suatu saat karena ditempelkan di drum, lalu masuk Night Club.


Tapi sering pula orang menggunakan kaligrafi Allah?
Kaligrafi Allah dipakai untuk lambang organisasi Islam, itu sudah
banyak, seperti Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Kalau
sebagai artisitik, itu bagus, apalagi bernilai religius. Wajar kalau
orang ingin memiliki dan membanggakannya. Sah saja.


apa tidak ada yang menjamin bahwa itu akan...
Kalau pakai liontin kaligrafi Allah, itu karena nilai membanggakan.
Bagaimana kalau dia masuk WC? Itu kan karena ingin buang air, bukan
untuk membawa Allah ke WC. Ini kan kasusnya logo yang ditaruh di
panggung, lalu diinjak-injak.


Dalam Tasawuf itu bukan sekadar lambang kaligrafi Allah?
Lihat saja dalam penulisan kaligrafi di masjid-masjid dan di buku-buku.
Kadang-kadang dalam penulisan sebuah kalimat, lafazd Allah selalu
diletakkan paling atas, meski pun dalam urutan penulisan harusnya di
tengah. Itu sebagai sikap hormat.

Dalam dunia tasawuf—yang juga dipelajari Dhani—itu yang disebut adab.
Salah satu ciri dari orang yang belajar tasawuf adalah kehalusan batin.
Apalagi terhadap Jalaliyah (ketinggian-red) dan Jamaliyah
(keindahan-red) Allah. Tidak menganggapnya sebagai simbol semata.


Dalam sejarah, kasus seperti ini pernah terjadi?
Yang jelas Rasulullah melarang mencaci-maki tuhan orang lain. Tuhan
orang lain saja kita dilarang untuk mencaci makinya. Alasannya, karena
orang akan balik mencaci maki Allah. Meski pun secara substansi Allah
tidak akan mungkin dicaci.


Itu yang dijadikan alasan, yang tidak boleh adalah menginjak-injak
ajaran-Nya?
Anak kecil juga tahu, kenapa menginjak-injak bendera merah putih
ditangkap? Mahasiswa demo menginjak-injak foto Presiden ditangkap. Ini
kaligrafi Allah yang menciptakan Presiden?


Dhani hanya percaya ke Gus Dur dan Quraish Shihab?
Artinya dia meremehkan ulama lain. Apa tidak cukup ulama lain memberi
nasihat. Tapi, saya dengar Dewa akan mengubah logonya.


Lagu-lagu Dewa sering menyebarkan faham Al-Hallaj?
Sayangnya, saya belum pernah dengar lagu-lagunya.

===



-muslim voice-
___________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW





--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke