----- Forwarded by Mansor Adam/COMM_SECT/PNBIT on 05/20/2005 12:00 PM -----

 
[EMAIL PROTECTED] 
Subject: Wanita yang Mendapat Pujian Dan Wanita yang Dilaknat Allah 









Wanita yang Mendapat Pujian Dan Wanita yang Dilaknat Allah

Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara
mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada
pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak
semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit
ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita. Waanita Yang Beriman Sabda
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Seutama-utama wanita ahli surga
adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti
Imran dan Asiyah binti Muzahim." (HR. Ahmad)
1.Khadijah binti Khuwailid

Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat
tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan
mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa
jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci). Dia merupakan
orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak
membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membe-narkan, menghibur, dan
membela Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di saat semua orang
mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh
hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia
rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut
merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.

Pribadinya yang tenang membuat-nya tidak tergesa-gesa dalam mengambil
keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap
Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur
bangsanya. Karena keteguhan hati dan keistiqo-mahannya dalam beriman inilah
Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan
sebuah rumah baginya di surga. Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu
Hurairah, ia berkata: "Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai
Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan
dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya
dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari
mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada
kepayahan." (HR. Al-Bukhari).

Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya
sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut
kebaikannya walau-pun Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah,
beliau berkata:

"Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau
menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari
sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita
tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau?
Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi
Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia
telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di
saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan
tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji
untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya."

2.Fatimah

Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap
agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib. Dalam
shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: "Fathimah merupakan
belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku." Dia rela
hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami
tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan
agama suami. Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik
perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.

3.Maryam binti Imran

Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat
beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk
bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah
istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.

4.Asiyah binti Muzahim

Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir'aun
laknatullah 'alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia
harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan
dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat
tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi
tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia
sebagai akibat meninggalkan ke-mewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur
yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi
kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam
siksaan pengikut Fir'aun.

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata: "Fir'aun
memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka
ketika mereka (Fir'aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat
menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di
sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan
untuknya di surga sebelum meninggal." Wanita yang durhaka

1. Istri Nabi Nuh
2. Istri Nabi Luth

Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak
sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang
diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya.
Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan
dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya.
Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat
bersama kaumnya. Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama
kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang
shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas
kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual).

Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah
dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: "Allah membuat istri Nuh
dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah
pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu
kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu
tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan
(kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk
(neraka). Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang
beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di
sisimu dalam Surga.

Dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku
dari kaum yang dhalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara
kehor-matannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh
(ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan
kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat." Semoga kisah
para wanita ini bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini untuk
berkaca diri, kira-kira saya termasuk golongan yang mana? Apakah golongan
yang dicintai Allah atau yang dimurkaiNya? Bagi wanita yang belum berumah
tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak
amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan
masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat.

Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya
dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu
suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian meru-pakan harta yang
paling berharga. Dari kisah mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran
bahwa dalam keadaan bagaimanapun, hendaknya ketundukan kepada syariat Allah
dan RasulNya harus tetap di atas segala-galanya. Asalkan berada di atas
kebenaran, kita tidak perlu takut dibenci oleh masyrakat, sahabat, maupun
orang yang paling istimewa di hati kita. Justru kewajiban kita adalah
menunjukkan yang benar kepada mereka. Dengan begitu kita akan mendapatkan
cinta sejati .. cinta Allah Rabbul 'alamin. Mudah-mudahan kita selalu
diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq
(benar) walaupun kita seorang diri. Amin. (Faradillah)Maraji': Ahkamun
Nisa', Ibnul Jauzi. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani. Tuhfatul Ahwadzi,
Al Mubarakfuri. Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin
Abdul Hamid.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 


--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in 
any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved 
otherwise. 

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily 
digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your 
mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the 
title "change to daily digest".  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke