|
Very nice story indeed... resent for
all....
----- Original Message -----
From: suria insani
Sent: Monday, May 23, 2005 3:33 PM
Subject: Bismillah [hidayahnet] The story of summer camp Cerita yang nak share
ialah pengalaman seorang ustad yang diajak menyertai dan menganjurkan programme
- Summer Holidays Camp dengan golongan elite diKL . This ustad diberi tugas bab
keagamaan as the main intention for this programme ialah nak isi bab kerohanian
During registration ,
dia ubah konsep dengan mengadakan interview dengan ibubapa - trying to collect
as much personal data about the kids yang nak dihantar , kehidupan dalam
keluarga , objective of sending them to this camp and so on . The purpose ialah
nak tau level dekat mana I think
this was not done by other group because for them lagi ramai lagi bagus boleh
buat duit sebanyak mungkin tapi konsep ni lain - lebih pada nak improve and meet
the objective for the parents . sometime ibubapa mangaji pun tak tau tapi
dia orang ada niat baik bahawa anak dia orang tak mau macam jadi like them .
They forgot the term - leading by example. After all these particulars dia
compile . Then they go for the second stage Taaruf - suai kenal -
get to know the kids interest , hobby , weakness , strength and so forth .
Masa ni ibubapa dah tak ada dan tak dibenar bersama dengan anak anak sehingga
programme tamat . No handphone allowed during this time as they dont want
inteference from the loves one . Ustad ni realise ada satu budak perempuan ni
yang paling tak suka nak hadir dlm The first thing ialah
diajar budak budak ni - zikir munajat , baca ramai ramai dalam suasana yang
syahdu . Actually true this zikir technique memang ada impact pada hati lebih
lebih lagi dibaca ramai ramai dan diawal subuh pula tu sampai matahari naik .
Tujuan nya nak melembutkan hati sebab bila hati lembut ajaran lain senang masuk
maka keperibadian senang dibentuk . Diisi juga dalam
programme tu kuiz , team work to do things and challenge among teams dan
sebagainya . Lupa nak kata ada diantara budak budak ni solat pun tak tau tapi
tak pula diasingkan mereka malah diajar mereka dengan ikut pergerakan solat dulu
From day to day boleh
rasa everybody take part and everybody become close to each other and the most
important thing apa yang dia orang minat dah berubah , eg kalau dulu tulis hobby
dengar musik sekarang ditukar nak pandai baca quran ! The ustad realise the
most stubborn girl tu yang paling banyak progress . So bila sampai hari last day
, dijemput semua ibubapa hadir disamping melihat persembahan nasyid dan pantomin
yang diatur . No 1 ditentukan dari budak yang progress the most bukan yang
participate atau pandai baca quran dan sebagainya . Jadi menang dekat budak
perempuan ni . Nak tambah impact dijemput ibunya sendiri naik kepentas dan
sampaikan hadiah pada anaknya . Diajar pula pada anak ni , bila nak pi ambil
hadiah - cium tangan ibu , rangkul lehernya dan bisikkan ditelinga ibu - "Saya
sayang ibu dunia akhirat dan halalkan susu ibu dan makan minum saya selama
ni dan ampunkan segala kesalahan saya yang lalu " . Wow , dua dua berpelukan dan menanggis teresak esak termasuk
penonton . kalau lah anak kita buat macam tu , buat sesuatu yang dia tak pernah
buat selama ni , impactnya memang besar . Sibapa kena naik atas pentas dan turunkan kedua dua anak beranak
ni , bapa pun turut mengalirkan air mata .
Masa nak berpisah satu lagi kejutan berlaku tapi tak di plan oleh ustad ni . Keluarga ni orang kaya , datang pun dgn Merc . Anak perempuan ni tak mau naik kereta . Ustad ni pun dipanggil , pasal apa tak mau naik kereta ? Bila ditanya padanya dia kata - saya tak mau naik kereta sehingga ibu saya pakai tudung kepala . Saya sayang ibu saya dan saya tak mau ibu saya jadi penghuni neraka . Ustad ni pun jadi gelabah sebab tak la sampai ajar sedemikian , cuba pujuk tak pa , balik nanti ibu mu akan pakai tudung kepala , ibu pun mengiakan lah katakata ustad ni . Tapi anak ni masih tak mau naik juga . Nak cari tudung dimana , mana ada orang bawa spare tudung . Mau tak mau ibunya ambil kain dashboard dan kelumbung rambutnya , baru lah sianak mau naik kereta . Lepas tu saya tak tau kesudahan keluarga ni diharap berkesudahan yang baik hendaknya. Apa yang saya rasa
ialah - kita kena pi cari triggering
point seseorang tu untuk membangkitkan kesedaran dan lepas tu
akan ada lonjakan perubahan - paradigm shift in thinking and action . Dalam
kisah Sirah Rasulullah banyak kisah macammana sahabat ni memeluk Islam , apa
yang buat mereka berubah dan sanggup mati atas nama Islam . Rasulullah tackle
yang ni , tapi kita ikut rentak kita dan kita nak orang ikut rentak kita so
approach yang tak betul tidak akan membuahkan hasil yang sepatutnya . Banyak
perkara kena belajar ni
Another thing is that
- everything is in our hand , others could offer help , advice , guidance but if
we dont want to make a move nothing else will change . Thats what we are facing
in our daily situations . This is what I got in my searching for better
understanding about life . Jalan dah ditunjukkan malah kita ucapkan setiap kali
dalam Fatihah kita - tunjukan aku jalan yang lurus bukannya jalan mereka mereka
yang sesat . Panduan sudah disediakan iaitu AlQuran dan AlHadith dimana AlQuran
dijamin tidak akan ada penambahan dan penyelewengan dan AlHadith pula telah
disaring dan tapis oleh ulama tentan kesahihannya , yang tinggal ialah cuma utk
kita belajar , memahami dan mempraktikannya . Seruan sentiasa berkumandang - 5 X
sehari - Mari lah menuju kejayaan . Kejayaan ? Bukankah itu yang kita kejar
selama ini ? Pengajaran - ada dimasjid masjid majlis ilmu agar kita dapat
belajar dan ada peningkatan ilmu dari hari kehari . Bak kata - Jalan terbentang
, panduan diberi , seruan berkumandang . pengajaran dimana mana , yang tinggal
cuma kita - apa yang kita nak dan apa yang kita nak pilih
? We dont have any excuse during Judgement
Day when we stand infront of our Rabb . Takut ? Sapa yang tak taku ? Harap ?
Memang lah mengharapkan keredhaanNya cuma . Perasaan takut dan harap bercampur
baur . Takut siksaannya , harap terlepas dari siksaan api neraka . Takut tak
masuk syurga , harap kita dimasukan kedalam syurga . So bila berdoa dua dua
perasaan saling datang mendatangi tak boleh dipisahkan . Just to share bukan nak
mengajar . Kadang kadang bila berdepan dengan
masaalah kita sendiri tengelam punca apa tindakan yang terbaik utk diambil
sedangkan kita ada ilmu tentangnya malah kerap bercakap tentangnya . Do you
think the preacher always a practitioner ? Kalau Ya , tak
-------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest". Yahoo! Groups Links
|
