Cinta [11]
Kisah
Khan Gozan � Eta
Sudah pernahkah engkau
mendengar kisah cinta ini ? Ketika seorang anak manusia
telah tertambat hatinya ? Alkisah di sebuah kapal di
atas lautan yang bergelora, Khan sedang merenung di
pinggiran kapal, Merenung� Begitu indahnya
lautan, ketika lautan yang haru biru
tertebar berkilauan airnya diterpa sinar berkilat semu kemerahan,
menebar terkena angin deras
lautan, seolah memancarkan cahaya
sendiri, menghunjam jauh kedalam lubuk
lautan tanpa Sejak saat
itu, Siang bagi Khan adalah
kerinduan, Malam bagi Khan adalah
penantian, Keinginan Khan hanyalah
pertemuan dan pertemuan dengan sang putri, Eta, Yang telah merampok isi
hatinya. Pertemuan demi pertemuan telah
terjadi. Eta menerima Khan dengan baik
hati� Ramah, murah senyum, saling
hormat-menghormati, Saling tolong
menolong�. Khan yang getol mengirim
Sementara.. Eta hanya membalas seperlunya
saja� Bahkan seringkali tak di
balasnya sama sekali.. Khan
Gundah, Inginnya setiap suratnya
dibalas oleh kekasihnya, Meski cuman kata sepatah atau
duapatah, Meski isinya cuman caci dan
sumpah serapah� Tapi tak ada
balasan� Khan tak kuat menahan
kerinduannya, Dikirimlah kata per
kata, �Eta, apa yang terjadi padaku
? Mengapa ketika ada
didekatmu, Hatiku berguncang, dadaku
bergetar, Tapi aku
senang. Eta, Mengapa bayangmu tak bisa
hilang dari hadapanku ? Katakanlah
manisku, Katakanlah, Apa yang terjadi pada diriku
?� Eta
menjawab, �Terlalu cepat untuk bicara
soal itu Khan, Pertemuan kita masih belum
cukup untuk bicara soal itu� Kadang pula Eta yang berkirim
Ketika hanya ada keperluan
saja� Tak ada tanda
cinta�. Kembali dada Khan
bergemuruh, Gundah
gulana, �Katakanlah Eta, jika engkau
membenciku� Etapun
membalasnya, �Kamu terlalu baik untuk
dibenci Khan� Tapi.. Tak ada tanda
cinta� Cinta bertepuk sebelah
tangan, Tak ada sambutan tangan yang
penuh cinta dari sang putri, Tak
ada�. Khan hanya bisa
bergumam, �Apa yang terjadi padaku
? mengapa bayangmu tak bisa
hilang dari ingatanku ? Eta
? Apa yang terjadi pada diriku
?� �Ijinkan aku memandang
wajahmu, meski hanya
sekilas, meski hanya
selintas, dan meski dari jarak jauh yang
tak terjangkau� �Ijinkan aku mendengar
suaramu, meski hanya sumpah serapah
yang kau lantunkan, meski hanya desah jengkel yang
kau nyanyikan� �Ijinkan aku melihat goresan
tulisanmu, meski hanya tulisan
alasan, tuk menjauh
dariku� �puaskanlah dahaga kerinduanku
ini Eta, puaskanlah��� meski hanya dengan setetes air
pertemuan� Cinta bertepuk sebelah tangan
menimbulkan pusing yang keterlaluan, Keinginan hati yang tak
terturuti, Menyebabkan ketidak seimbangan
dalam pikiran. Dada berdebar kencang tak ada
juntrungan, Peluh sebesar jagung meleleh
menahan rasa sesak di dada, Hati ndak
karu-karuan, Seolah ada gelombang dari
dalam yang mencoba menerobos keluar dada. Menjebol, mendongkrak,
meruntuhkan bendungan pertahanan dan etika sosial. Kadang diredamnya gejolak rasa
dengan berkata, �Cinta tidak harus memiliki, Bagi seorang pecinta sejati, Bisa mencintai orang lain, Itu lebih dari cukup untuk imbalan sebuah
cinta. Cinta tlah cukup untuk Cinta� Tapi sebentar
kemudian, Gelombang kerinduan kembali
mengaduk, Mengombang-ambingkan
perasaannya. Khan Gozan
tertunduk, Berkata lirih mendendangkan
sebuah lagu menyayat sambil memegangi dadanya yang
sakit. �Biarkanlah Eta�biarkanlah aku
menyimpan bayangmu. Dan biarkanlah semua ini
menjadi kenangan, Yang terlukis di dalam hatiku,
Meskipun perih dan sakit di
hati ini.� -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest". Yahoo! Groups Links
|
