Cinta [11]

 

Kisah Khan Gozan � Eta

 

Sudah pernahkah engkau mendengar kisah cinta ini ?

 

Ketika seorang anak manusia telah tertambat hatinya ?

 

Alkisah di sebuah kapal di atas lautan yang bergelora,

Khan sedang merenung di pinggiran kapal,

Merenung�

Begitu indahnya lautan,

 

ketika lautan yang haru biru tertebar berkilauan airnya diterpa sinar
matahari...,
dan ketika rambut panjang seorang gadis,

berkilat semu kemerahan,

menebar terkena angin deras lautan,
memercik menerpa wajah nan rupawan...
kilau kulit yang putih,

seolah memancarkan cahaya sendiri,
dan pandangan mata yang tajam,

menghunjam jauh kedalam lubuk lautan tanpa
tepi........
Sungguh,
paduan kesempurnaan keindahan............

 

Sejak saat itu,

Siang bagi Khan adalah kerinduan,

Malam bagi Khan adalah penantian,

Keinginan Khan hanyalah pertemuan dan pertemuan dengan sang putri,

Eta, Yang telah merampok isi hatinya.

 

Pertemuan demi pertemuan telah terjadi.

Eta menerima Khan dengan baik hati�

Ramah, murah senyum, saling hormat-menghormati,

Saling tolong menolong�.

 

Khan yang getol mengirim surat pada Eta,

Sementara..

Eta hanya membalas seperlunya saja�

 

Bahkan seringkali tak di balasnya sama sekali..

 

Khan Gundah,

Inginnya setiap suratnya dibalas oleh kekasihnya,

Meski cuman kata sepatah atau duapatah,

Meski isinya cuman caci dan sumpah serapah�

 

Surat demi surat sudah dikirimkan,

Tapi tak ada balasan�

 

Khan tak kuat menahan kerinduannya,

Dikirimlah kata per kata,

�Eta, apa yang terjadi padaku ?

Mengapa ketika ada didekatmu,

Hatiku berguncang, dadaku bergetar,

Tapi aku senang.

Eta,

Mengapa bayangmu tak bisa hilang dari hadapanku ?

Katakanlah manisku,

Katakanlah,

Apa yang terjadi pada diriku ?�

 

Eta menjawab,

�Terlalu cepat untuk bicara soal itu Khan,

Pertemuan kita masih belum cukup untuk bicara soal itu�

 

Kadang pula Eta yang berkirim surat kepada Khan,

Ketika hanya ada keperluan saja�

Tak ada tanda cinta�.

 

Kembali dada Khan bergemuruh,

Gundah gulana,

�Katakanlah Eta, jika engkau membenciku�

 

Etapun membalasnya,

�Kamu terlalu baik untuk dibenci Khan�

 

Tapi..

Tak ada tanda cinta�

Cinta bertepuk sebelah tangan,

Tak ada sambutan tangan yang penuh cinta dari sang putri,

Tak ada�.

 

Khan hanya bisa bergumam,

�Apa yang terjadi padaku ?

mengapa bayangmu tak bisa hilang dari ingatanku ?

Eta ?

Apa yang terjadi pada diriku ?�

 

�Ijinkan aku memandang wajahmu,

meski hanya sekilas,

meski hanya selintas,

dan meski dari jarak jauh yang tak terjangkau�

 

�Ijinkan aku mendengar suaramu,

meski hanya sumpah serapah yang kau lantunkan,

meski hanya desah jengkel yang kau nyanyikan�

 

�Ijinkan aku melihat goresan tulisanmu,

meski hanya tulisan alasan,

tuk menjauh dariku�

 

�puaskanlah dahaga kerinduanku ini Eta,

puaskanlah���

meski hanya dengan setetes air pertemuan�

 

Cinta bertepuk sebelah tangan menimbulkan pusing yang keterlaluan,

Keinginan hati yang tak terturuti,

Menyebabkan ketidak seimbangan dalam pikiran.

Dada berdebar kencang tak ada juntrungan,

Peluh sebesar jagung meleleh menahan rasa sesak di dada,

Hati ndak karu-karuan,

Seolah ada gelombang dari dalam yang mencoba menerobos keluar dada.

Menjebol, mendongkrak, meruntuhkan bendungan pertahanan dan etika sosial.

 

Kadang diredamnya gejolak rasa dengan berkata,

�Cinta tidak harus memiliki,

Bagi seorang pecinta sejati,

Bisa mencintai orang lain,

Itu lebih dari cukup untuk imbalan sebuah cinta.

Cinta tlah cukup untuk Cinta�

 

Tapi sebentar kemudian,

Gelombang kerinduan kembali mengaduk,

Mengombang-ambingkan perasaannya.

 

Khan Gozan tertunduk,

Berkata lirih mendendangkan sebuah lagu menyayat sambil memegangi dadanya yang sakit.

�Biarkanlah Eta�biarkanlah aku menyimpan bayangmu.

Dan biarkanlah semua ini menjadi kenangan,

Yang terlukis di dalam hatiku,

Meskipun perih dan sakit di hati ini.�

 

salam

huttaqi

www.huttaqi.com




--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke