|
Pengantar Kisah2 Pengalaman di IPB Bismillahir rahmanir rahiem Setiap orang mempunyai pengalaman yang unik dalam hidup ini.
Itu artinya bahwa pengalaman setiap orang tidak ada yang sama persis antara
satu dengan lainnya. Dan mengenai dampaknya, adakalanya kesan pengalaman
tersebut berpengaruh tidak saja kepada orang yang mengalaminya secara langsung,
tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi orang2 lain. Barangkali karena itu
pulalah, maka orangtua kita mengajarkan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Dan ketika kita tahu bahwa para karkun didorong sedemikian
rupa agar mereka berusaha dan berupaya untuk dapat khuruj di IPB ( Dan yang lebih penting dari pengalaman2 menarik tersebut
adalah tentang kepahaman yang dapat kita peroleh untuk meningkatkan kinerja
kerja dakwah kita. Pengalaman2 tersebut tidak saja berupa pengalaman2 kita pada
saat dibantu dan dibimbing oleh orang2 yang ikhlas dalam keadaan dan suasana
yang kondusif, tetapi juga termasuk di dalamnya adalah setiap aktivitas di
ketiga negeri tersebut yang ada kaitannya dengan usaha agama ini, semisal
musyawarah, perkhidmatan, dlsb. Sebenarnya setiap orang memiliki kesempatan yang sama
dilihat dari segi masanya. Jika beberapa orang khuruj 4 bulan dalam rombongan
yang sama, maka itu berarti bahwa mereka sama2 mendapatkan pengalaman selama 4
bulan. Akan tetapi tidak semua orang dapat menghargai pengalamannya sendiri
dengan harga yang pantas. Oleh karena itu, secara umum kita mendapatkan bahwa hanya
orang2 yang menyadari sekaligus diberi Allah (swt) kepahaman (bahwa pengalaman
adalah suatu ilmu yang sangat berharga), yang rela merekam pengalaman2-nya
dengan baik agar hal itu berguna bagi dirinya dan atau bagi orang lain. Tidak itu saja, sesungguhnya Allah (swt) menjanjikan balasan
yang baik bagi setiap kata atau ucapan, bagi setiap pengalaman yang bermanfaat
dan bagi setiap usaha (yang ditujukan baik kepada dirinya sendiri ataupun
kepada orang lain) yang dengan itu dia atau orang lain menjadi lebih baik dan
lebih baik lagi. Kepada siapa saja yang menjadi asbab orang lain melakukan
kebaikan, maka baginya pahala yang sama dari Allah (swt) sebagaimana yang Allah
berikan kepada orang yang mengamalkan kebaikan tersebut, tanpa mengurangi
sedikitpun ganjaran orang yang mengamalkan kebaikan tersebut. Semoga Allah (swt) mengelompokkan kita ke dalam golongan
orang2 yang dapat memberi menfaat kepada orang lain, termasuk pengalaman2 kita
yang berharga. Dan semoga kita tidak pamrih kepada manusia atas manfaat apa
saja yang kita berikan kepada mereka. Yang demikian adalah karena Allah maha
kaya lagi maha pemberi ganjaran, lagi pula manusia tidak dapat membalas
kebaikan yang dilimpahkan kepada mereka kecuali dengan sangat terbatas. Hal itu
karena manusia memang sangat bergantung kepada kemurahan-Nya. Subhanallah. Subhan ibn Abdullah Pattaya, 11/06/2005 * http://imanyakin.modblog.com/core.mod?show=blogview&blog_id=635840 -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest". Yahoo! Groups Links
|
