Pengantar Kisah2 Pengalaman di IPB

 

Bismillahir rahmanir rahiem

 

Setiap orang mempunyai pengalaman yang unik dalam hidup ini. Itu artinya bahwa pengalaman setiap orang tidak ada yang sama persis antara satu dengan lainnya. Dan mengenai dampaknya, adakalanya kesan pengalaman tersebut berpengaruh tidak saja kepada orang yang mengalaminya secara langsung, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi orang2 lain. Barangkali karena itu pulalah, maka orangtua kita mengajarkan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik.

 

Dan ketika kita tahu bahwa para karkun didorong sedemikian rupa agar mereka berusaha dan berupaya untuk dapat khuruj di IPB (India, Pakistan, Bangladesh), maka se-akan2 kita memerlukan 'katalisator' agar orang2 yang sudah memendam niat di dalam hatinya bersegera untuk menumbuhkan niat tersebut menjadi wujud yang nyata. Dan katalisator tersebut adalah pengalaman2 menarik yang berkesan yang kita dapatkan dari ketiga negeri tersebut.

 

Dan yang lebih penting dari pengalaman2 menarik tersebut adalah tentang kepahaman yang dapat kita peroleh untuk meningkatkan kinerja kerja dakwah kita. Pengalaman2 tersebut tidak saja berupa pengalaman2 kita pada saat dibantu dan dibimbing oleh orang2 yang ikhlas dalam keadaan dan suasana yang kondusif, tetapi juga termasuk di dalamnya adalah setiap aktivitas di ketiga negeri tersebut yang ada kaitannya dengan usaha agama ini, semisal musyawarah, perkhidmatan, dlsb.

 

Sebenarnya setiap orang memiliki kesempatan yang sama dilihat dari segi masanya. Jika beberapa orang khuruj 4 bulan dalam rombongan yang sama, maka itu berarti bahwa mereka sama2 mendapatkan pengalaman selama 4 bulan. Akan tetapi tidak semua orang dapat menghargai pengalamannya sendiri dengan harga yang pantas. Oleh karena itu, secara umum kita mendapatkan bahwa hanya orang2 yang menyadari sekaligus diberi Allah (swt) kepahaman (bahwa pengalaman adalah suatu ilmu yang sangat berharga), yang rela merekam pengalaman2-nya dengan baik agar hal itu berguna bagi dirinya dan atau bagi orang lain.

 

Tidak itu saja, sesungguhnya Allah (swt) menjanjikan balasan yang baik bagi setiap kata atau ucapan, bagi setiap pengalaman yang bermanfaat dan bagi setiap usaha (yang ditujukan baik kepada dirinya sendiri ataupun kepada orang lain) yang dengan itu dia atau orang lain menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Kepada siapa saja yang menjadi asbab orang lain melakukan kebaikan, maka baginya pahala yang sama dari Allah (swt) sebagaimana yang Allah berikan kepada orang yang mengamalkan kebaikan tersebut, tanpa mengurangi sedikitpun ganjaran orang yang mengamalkan kebaikan tersebut.

 

Semoga Allah (swt) mengelompokkan kita ke dalam golongan orang2 yang dapat memberi menfaat kepada orang lain, termasuk pengalaman2 kita yang berharga. Dan semoga kita tidak pamrih kepada manusia atas manfaat apa saja yang kita berikan kepada mereka. Yang demikian adalah karena Allah maha kaya lagi maha pemberi ganjaran, lagi pula manusia tidak dapat membalas kebaikan yang dilimpahkan kepada mereka kecuali dengan sangat terbatas. Hal itu karena manusia memang sangat bergantung kepada kemurahan-Nya. Subhanallah.

 

Subhan ibn Abdullah

Pattaya, 11/06/2005

*

http://imanyakin.modblog.com/core.mod?show=blogview&blog_id=635840




--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke