Cinta II [1]
Masalah
JODOH
Jodoh, mati dan lahir adalah di tangan Tuhan.
Sangatlah sering kita mendengarkan hal ini.
Sebagaimana masalah Lahir,
Alloh sudah menentukan dan kita tidak dapat minta padaNya.
Dimana kita lahir ??
Kapan kita lahir ??
Orang tua kita siapa ??
Demikian halnya dengan masalah mati,
Dimana kita mati,
Kapan kita mati,
Bagaimana cara kita mati,
Kita tidak tahu akan hal itu, karena hal itu SUDAH dipilihkan oleh
ALLOH.
Maka sekarang kita masuk pada masalah JODOH.
Seolah-olah, kita memiliki "Hak" untuk memilih masalah
JODOH.
Nah, disinilah ke SALAH PAHAMAN yang pertama pada kita sebagai
manusia.
Bukankah ALloh sudah memberikan contoh masalah LAHIR dan MATI
???
Bukankah LAHIR dan MATI itu yang menentukan adalah ALLOH ??
Tapi mengapakah kita berani-beraninya melakukan "PILIHAN" akan masalah
JODOH ???
Ini adalah
masalah KETAATAN yang samar.
Perhatikanlah, bahwa masalah JODOH, LAHIR dan MATI adalah masalah
TAKDIR Tuhan,
Nama Alloh
diantara 99 namaNya adalah al-MUQTADIR, YANG MAHA MENENTUKAN.
Begitu
beraninya kita untuk menentukan sesuatu yang sebenarnya adalah HAK-nya ALLOH
.................................
Apakah ini
bukan sesuatu yang besar ?????
Mestinya,
saya katakan mestinya,
apabila kita memahami bahwa masalah LAHIR, MATI dan JODOH ditangan
Tuhan,
dan apabila kita memahami bahwa LAHIR dan MATI adalah DITENTUKAN oleh
ALLOH sendiri,
maka mestinya untuk masalah JODOH inipun,
MESTInya kita BERTANYA pada ALLOH.
Manakah sebenarnya yang DIPILIHKAN oleh ALLOH pada kita.
Bukankah kita sudah memperoleh pelajaran sholat ISTIKHOROH
???
Yaitu sarana bagi manusia untuk MEMOHON PETUNJUK langsung pada
ALLOH.
Atau sebagaimana Sabda Nabi,"Bertanyalah engkau pada
AHLInya".
Artinya, apabila Sholat istikhoroh saja kita merasa kesulitan untuk
memperoleh petunjuk, dapatlah kita bertanya pada AHLI yang DEKAT dengan
ALLOH.
Inilah Kesalahpahaman kita selama ini yang pertama.
Mayoritas
Kita tidak melakukan sholat istikhoroh di saat menentukan masalah JODOH.
Kesalah pahaman yang kedua adalah:
Sholat istikhoroh, hanya kita gunakan sebagai sarana untuk MEMILIH
calon ISTRI / SUAMI saja.
Padahal itu adalah Sholat untuk MEMOHON PETUNJUK pada
Alloh.
Apapun masalahnya, apapun masalah kita, maka sholat ISTIKHOROH adalah
sarana yang diberikan oleh Alloh pada manusia untuk berkomunikasi langsung,
bertanya langsung padaNya.
Kesalahpahaman yang ketiga.
Memang benar bahwa disebutkan di Qur'an, bahwa manusia diciptakan oleh
Alloh itu berpasang-pasangan.
Kita memahaminya sepasang itu adalah satu pria dan satu
wanita.
Tapi bagaimana kita menjelaskan dengan kisah Nabi Muhammad yang
memiliki istri lebih dari satu ??
Apa itu tidak termasuk JODOH ????
Dan bagaimana dengan orang-orang lain yang memiliki istri lebih dari
satu ??
Apa itu bukan JODOH ??
Nah disinilah kita memahami bahwa masalah "berpasangan" bukanlah
berarti satu hal yang sempit yaitu satu orang dan satu orang, melainkan
memiliki arti lebih luas dari pada itu yaitu "berkesesuaian" atau
keCOCOKan.
moga-moga bisa dipahami sebagaimana adanya.
Alloh berfirman dalam Qur'an, "Nikahlah dengan wanita yang
menyenangkan bagimu, 2, 3, 4, atau kalau kita tidak
mampu berbuat adil, nikahlah dengan satu orang
saja
Seandainya ada orang yang sampai mati, belum menikah, apakah hal itu
berarati TIDAK memiliki JODOH ???
Pahamilah akan hal ini, bahwa Proses Bertemunya kita dengan JODOH kita
ada yang prosesnya cepat, ada yang prosesnya lambat dan ada yang prosesnya
sangat lambat.
Kadang-kadang di dalam proses yang sangat lambat ini, kadangkala sampai
mati kita, kita tidak sempat BERTEMU dengan Yang dijodohkan ke
kita.
Nah, disinilah, di jaman Rosululloh, maupun jaman sekarang, bukanlah
hal yang menyalahi ajaran agama, seandainya kita memakai WASILAH atau
perantaraan untuk memohon pada
Alloh agar PROSES bertemunya kita dengan JODOH kita itu
dipercepat.
Baik memohon kepada Alloh secara langsung, maupun melalui
perantara-perantara,
"AL Ulama warosatul anbiya". "Ulama itu warisnya Nabi".
Bila pada jamannya Rosululloh para sahabat meminta bantuan pada
Rosululloh,
maka pada jaman sekarang, bertanyalah pada ULAMA yang benar-benar
"warosatul anbiya", memakai WASILAH beliau, memakai perantara beliau-beliau
itu, kita memohon pada Alloh agar PROSES kita bertemu dengan JODOH kita dapat
dipercepat.
Moga-moga dipahami sebagaimana mestinya.
Bagi yang sudah berumah tangga, atau yang sudah menikah, memohonlah
pada Alloh agar benar-benar ALLOH me RESTUI hubungan kita dengan ISTRI/SUAMI
kita.
Ditiap do'a
kita dan di tiap permohonan kita, demi mengharap RIDHONYA Alloh SWT.
bersambung
www.huttaqi.com