Tidak Mendikte Allah

 

Bismillahir rahmanir rahiem

 

Berkenanan dengan masalah nikah, tidak mengapa seseorang curhat atau mencurahkan isi hatinya kepada kita. Yang demikian adalah karena kita mengetahui bahwa orang yang mengadukan masalahnya kepada saudara seiman se-olah2 juga mengadu kepada Allah (swt). Sebaliknya, orang yang mengadukan masalahnya kepada orang di luar itu, maka dia se-olah2 sedang mengadukan Allah (swt) kepadanya.

 

Jika keadaan saat ini (seumpama banyak OT di tempat kerja) membuat kita sulit bangun malam, maka cara yang lebih mudah daripada bangun malam adalah dengan berniat untuk sholat malam. Seorang yang berniat sholat malam tapi tidak dapat melakukannya (karena lelah atau hal lainnya), maka niatnya tersebut akan dicatat di sisi Allah (swt) sebagai suatu hal yang layak dibalas-Nya.

 

Sholat hajat dan sholat istikhoroh dapat dilakukan kapan saja di luar masa2 makruh untuk melakukan sholat sunnah (yakni pada saat matahari terbit, tepat diatas dan saat tenggelamnya). Meskipun waktu yang afdhol adalah pada waktu sepertiga akhir malam, kedua sholat tersebut dapat dilakukan antara maghrib dan isya atau sesaat sebelum tidur.

 

Selanjutnya, jika kita meminta kepada Allah (swt), maka hendaknya kita tidak mendikte Allah (swt). Dan jika kita memohon agar Allah (swt) memberi kita jodoh yang terbaik di sisi-Nya, maka selain karena agama-Nya hendaknya kita tidak membatasi pilihan Allah (swt) dengan hal2 yang lain, seumpama yang lebih tua, yang muda, yang kaya, yang ganteng, yang cantik, yang berpendidikan tinggi, yang berpenghasilan besar, yang masih bujang, yang masih gadis atau hal2 lain yang serupa dengan itu.

 

Jika kita meminta kepada Allah (swt) pasangan yang terbaik di sisi-Nya, maka sudah pasti dan pasti bahwa Allah (swt) mengetahui kriteria terbaik tersebut buat kita lebih daripada diri kita sendiri. Oleh karenanya jika kita meminta kepada Allah (swt) tanpa membatasi-Nya dengan kriteria2 yang tertentu, maka hal itu bukan saja menunjukkan bahwa kita pasrah dan berserah diri kepada-Nya, akan tetapi hal itu juga membuktikan pengakuan kita terhadap ilmu dan kekuasaan-Nya.

 

Sebaliknya, jika kita meminta kepada Allah (swt) dengan syarat2 yang tertentu, maka hal itu tidak saja menunjukkan bahwa kita tidak yakin dengan ilmu dan kekuasaan-Nya, tetapi juga mencerminkan bahwa kita belum lagi menjadi seorang muslim yang sebenarnya. Padahal, padanan kata untuk muslim adalah orang yang berserah diri (kepada Allah). Subhanallah.

 

Subhan ibn Abdullah

Pattaya, 12/07/2005

*

http://imanyakin.modblog.com/core.mod?show=blogview&blog_id=678944

 

 




--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke