|
Lebih Baik Menyalakan Lilin Kecil Bismillahir rahmanir rahiem Beberapa waktu yang lalu saya berjumpa dengan seorang
bisnisman dari Dengan rezekinya yang melimpah saat itu, dia mengambil
keputusan untuk menggunakan sebagian rezekinya untuk upaya2 memperbaiki wanita
tersebut. Dia melakukannya sebagai salah satu bentuk kesyukurannya kepada Allah
(swt) atas rezeki yang diterimanya. Tidak diragukan lagi bahwa mengambil
tanggung jawab lebih atas perempuan2 lain sebagai istri (selain istri yang
sudah ada, dimana dia berkemampuan untuk itu), dapat merupakan salah satu tanda
syukur seseorang kepada Allah (swt). Selanjutnya, bersamaan dengan berjalannya masa pernikahan
mereka, dengan izin Allah (swt) juga, wanita tersebut menjadi baik amal dan
ibadahnya. Tidak hanya itu, bahkan dia juga memutuskan untuk menggunakan cadar
apabila keluar rumah. Dia betul2 tobat atas masa lalunya yang kelam. Pergi dan pulang berterusan ke Kawan kita tersebut barangkali termasuk sedikit orang yang
mau berkorban untuk menyelamatkan perempuan2 muda sebaik yang dapat dilakukannya.
Dan jika diibaratkan, se-olah2 dia seorang yang menyalakan lilin kecil diantara
beribu atau berjuta orang yang mengutuki kegelapan. Terlepas dari bisa atau
tidaknya seseorang merampungkan suatu pekerjaan atau tanggung jawabnya, maka
kawan kita tadi telah membuka satu peluang bagi perempuan tadi untuk bertobat
dan berbuat baik. Tentu saja, tidak banyak orang yang tahu bagaimana suka duka
yang dialami seseorang lelaki dalam menyelamatkan satu orang perempuan, selain
bahwa setiap amalan (baik atau buruk) pasti dicatat oleh malaikat2 pencatat
yang mulia. Dan tentu saja, kita juga tidak dapat memberi hadiah atau bonus
atas jasa2-nya selain kita yakin bahwa Allah (swt) pasti daan pasti akan
membalas kebaikannya. Yang demikian adalah karena Allah (swt) tidak pernah
meremehkan kebaikan dari hamba2-Nya, sedikit apapun dan sekecil apapun. Satu ujian telah berlalu baginya. Kita tidak tahu apakah
kawan kita tadi dianggap gagal atau dianggap berhasil pada ujian yang telah
dilaluinya. Itu lebih bergantung pada sisi apa yang akan kita nilai darinya.
Nyatanya, dia dalam keadaan baik pada saat kami duduk bersama dalam suatu
majelis. Dan satu hal yang menggembirakan darinya adalah bahwa Allah (swt)
telah mengembalikan bisnisnya dan dia siap dan sedia menerima dan menanggung
wanita2 lain. Subhanallah. Subhan ibn Abdullah Pattaya, 20/07/2005 * http://imanyakin.modblog.com/core.mod?show=blogview&blog_id=686840 -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest". YAHOO! GROUPS LINKS
|
