|
Selasa, 26 Juli 2005 JAKARTA -- Guru Besar The Australian National University, Prof James J Fox, menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak hanya berpotensi turut dalam perdebatan-perdebatan mengenai pemerintahan yang sedang terjadi di dunia Islam, tapi dapat mengambil peranan kepemimpinan untuk masa depan. ''Diantara partai politik di Indonesia, PKS mempunyai kekayaan anggota dari berbagai kalangan intelektual dan teknik yang dapat diandalkan untuk membentuk kelompok kerja kebijaksanaan (polici working groups),'' kata James dalam diskusi bertajuk Masa Depan PKS, di Hotel Century, Jakarta, Senin (25/7). Kelompok kerja tersebut, kata James, dapat memikirkan dan memformulasikan ide-ide dalam pemerintahan modern yang dibutuhkan untuk masa depan Indonesia. Hal itu pula, kata James yang merupakan hal paling mendasar bagi PKS untuk memersiapkan diri menghadapi dan memenangkan pemilu mendatang. Dalam pemilu mendatang, kata James, PKS sangat mungkin mendongrak perolehan suaranya menjadi 15 hingga 21 persen. Meski demikian, dia mengingatkan agar PKS belajar dari perolehan suara partai-partai Islam sejak Pemilu 1955. Sebab sejak dulu sampai kini, kata dia, belum satu pun parpol Islam yang pernah meraih 21 persen suara. Kata James, pada Pemilu 1955, Masyumi meraih 20,9 persen dan NU 18 persen. Pada tahun 1955, jumlah total suara seluruh partai Islam tercatat 43 persen dan pada Pemilu 2004 menurun jadi 38,3 persen. Fakta itu, kata dia, memerlihatkan partai Islam tak pernah jadi mayoritas. ''Inilah realitas sejarah yang harus dilihat dan diantsipasi PKS.'' Hal senada dikatakan Wakil Direktur Lingkaran Survey Indonesia (LSI), Moh Qodari. Menurut dia, ke depan, PKS harus membuktikan konsistensinya dengan membumikan programnya secara lebih konkret. Kedua, memerhatikan konsolidasi partai lain, terutama Partai Golkar dan Partai Demokrat. Berdasarkan survey LSI, kata Qodari, jumlah pemilih yang memilih berdasar alasan primordial, jumlahnya kecil sekali, hanya sekitar 10 persen saja. Sebagian besar pemilih, kata dia, memilih partai dengan alasan rasional seperti ketokohan, program, dan penampilan partai. Sementara itu, tokoh pers, Jakob Oetama, mengatakan PKS harus berani merespon perkembangan zaman dan memberi arah pencerahan kepada umat Islam dan bangsa Indonesia. ''Kita sekarang tengah berada di persimpangan jalan. Kita sedang berusaha keras mencari apa yang dimaksud dengan kemaslahatan umat itu,'' kata Jacob. (uba ) -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
