Rozmal bin Malakan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
KONDOM Tidak 100% Aman!
http://www.kompas.com/kesehatan/news/0312/18/110434.htm
Jakarta, KCM
Meski penularan virus HIV/AIDS, bisa terjadi lewat
transfusi darah, jarum suntik dan bayi melalui tali
pusat ibu, namun penularan terbanyak melalui
perzinaan.
Dijelaskan oleh psikiater Prof. Dr. dr. H. Dadang
Hawari (63), dalam seminar tentang HIV/AIDS di
Fakultas Kedokteran UI, belum lama ini, konsentrasi
virus HIV/AIDS terbanyak terdapat pada cairan liang
senggama, sperma dan darah.
Untuk menghindari tertular dari virus HIV/AIDS,
hendaknya hindari perbuatan yang mengarah pada
perzinaan, misalnya pornografi, dan juga perzinaan itu
sendiri, seperti pelacuran, homoseksual dan seks
bebas, tegas Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia ini.
Dilanjutkannya, provokator penularan HIV/AIDS adalah
perzinaan sebagai akibat dari pornografi. Pelacuran
yang semakin di organisir, pola hidup seks bebas serta
penyimpangan seks seperti; kekerasan seksual
(pemerkosaan); pelecehan seksual dan perilaku
homoseksual, ditambah lagi penggunaan NAZA (Narkotika,
Alkohol & Zat Adiktif).
Penelitian membuktikan penyakit AIDS ditularkan 95,7%
melalui perzinaan/pelacuran termasuk perilaku
homoseksual dan seks bebas. Oleh sebab itu, AIDS
dikatakan sebagai penyakit kelamin.
Perihal pemakaian kondom untuk perzinaan, tidak 100%
aman, hanya mengurangi risiko penularan (risiko
penularan mencapai 30%, dengan catatan kalau kondom
itu tidak bocor).
Hal ini disebabkan material kondom mengandung beberapa
kelemahan seperti:
· Bahan kondom terbuat dari karet (latex) yang
merupakan senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi;
yang berarti berserat dan berpori bagaikan tenunan
kain.
· Pori-pori kondom dan virus HIV/AIDS hanya dapat
dilihat melalui elektron mikroskop.
. Besarnya pori-pori kondom dalam keadaan tidak
meregang 1/60 mikron, kalau meregang 10 kali lebih
besar.
· Kecilnya virus HIV/AIDS 1/250 mikron.
· Sperma dapat dilihat dengan mikroskop biasa,
sedangkan virus HIV/AIDS harus dilihat dengan elektron
mikroskop.
Seharusnya ada beberapa persyaratan yang harus
dipenuhi untuk pembuatan kondom oleh pabrik, seperti:
· Jumlah cacat lubang kecil mikroskopis (pinholes)
maksimum 0,4% berdasarkan uji kebocoran dengan
pengisian 30 ml air pada suhu kamar.
· Memenuhi standar ASTMD3492-83.
· Luas kondom 80 cm2
· Jumlah pinholes maksimum 0,4% x 80 cm2 = 4/1.000 x
8.000 mm2 = 32 mm2.
· Satu buah pinhole kalau lubangnya berdiameter 0,01
mm atau 10 mikron, maka banyaknya pinholes dalam 1
kondom ada 3.200 buah. Dan kalau diameter pinholes 1
mikron, maka akan terdapat 32.000 pinholes per kondom.
Saat ini, kegagalan penggunaan kondom untuk KB
mencapai 20%. Di Indonesia setiap tahunnya terdapat
3,5 juta kehamilan yang tidak diinginkan, 60%
diantaranya minta diaborsi.
Apabila efektifitas kondom untuk KB saja tidak 100%
aman, apalagi untuk mencegah penularan HIV/AIDS. (zrp)
Layari http://rozmal.blogspot.com
Too much spam in your inbox? Yahoo! Mail gives you the best spam protection for FREE! Get Yahoo! Mail
--------------------------------------------------------------------------
All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.
If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "hidayahnet" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
