From: Rofiqul Ghodiy [EMAIL PROTECTED]
Date: Thu, 25 Aug 2005 09:50:21 +0700
Subject: Allah Mengetahui Bahwa Kita Sibuk*Allah Mengetahui Bahwa Kita Sibuk
*

Oleh : Ust. Musyaffa A. Rahim, Lc. 

*[ www.usahamulia.net <http://www.usahamulia.net/> ]* Sebagai seorang da'i, 
atau sebagai seorang anggota lembaga yang menamakan dirinya sebagai lembaga 
da'wah, sudah seharusnyalah ia mempunyai hubungan yang kokoh kuat 
(quwwatush-shilah) dengan Allah swt. 

Ada banyak sarana yang bisa kita jadikan sebagai opsi atau pilihan untuk 
meningkatkan kuantitas dan kualitas hubungan tersebut. 

Di dalam al mustakhlash fi tazkiyatil anfus Sa'id Hawa rahimahullah 
menyebutkan 13 sarana yang bisa kita jadikan sebagai wasilah untuk 
mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Mulai dari shalat, 
zakat-infaq-sedekah, puasa, haji, tilawatul qur'an, dzikrullah, tafakkur 
alam dan seterusnya. 

Meskipun demikian, kita masih sering merasakan adanya kekeringan ruhani, 
karena kita memang sangat jarang mengalirinya dengan siraman-siraman ruhani 
yang berupa sarana-sarana tersebut. Atau istilah accu-nya, kita jarang 
ngeces accu dan baterai ruhani yang kita miliki dengan sarana-sarana 
Islamiyyah itu tadi. 

Alasan yang sering kita kemukakan selalu sama dan klasik: sibuk dan repot 
alias susah mengatur dan mendapatkan waktu senggang untuk menyiram dan 
mengecesnya. 

Kadangkala, kalau kita sedang berkumpul dengan sesama kader, kita ingat 
bahwa ruhani kita sedang sangat kekeringan. Namun begitu keluar dari majlis 
ikhwah, kita kembali lagi menjadi manusia-manusia yang "sibuk". 

Namun, kita perlu mengingat bahwa kesibukan kita tidak berarti meninggalkan 
langkah-langkah untuk melakukan siraman-siraman dan pengecesan ruhani kita. 

Mari kita renungkan bersama firman Allah swt berikut ini: 

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang 
dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian 
pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan 
ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat 
menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan 
kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia 
mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan 
orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan 
orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa 
yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah 
zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan 
apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) 
nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar 
pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Muzzammil: 20). 

Ayat ini menjelaskan bahwa: 

1. Allah swt mengetahui bahwa kemampuan kita dalam berqiyamullail 
berbeda-beda, ada yang hampir mampu mencapai 2/3 malam, ada yang mampu 
setengah malam, ada yang sepertiga malam. 

2. Allah swt-lah yang membuat ukuran-ukuran siang dan malam. 

3. Allah swt mengetahui bahwa kita ini lemah dan tidak akan mampu memenuhi 
kewajiban (ya, waktu itu qiyamullail setengah malam adalah kewajiban kaum 
muslimin) itu. 

4. Allah swt mengetahui bahwa diantara kita ada yang sakit, ada yang sibuk 
mencari ma'isyah, ada yang sibuk berperang fi sabilillah. 

Meskipun Dia mengetahui kesibukan kita, namun Dia tetap memerintahkan kepada 
kita untuk: 

1. Membaca Al Qur'an (bahkan diulang dua kali) sesuai dengan kemudahan kita. 


2. Menegakkan shalat. 

3. Membayar zakat, dan 

4. Memberikan pinjaman yang baik kepada Allah swt (sedekah dan semacamnya). 

5. Banyak-banyak beristighfar. 

Artinya, betapapun kesibukan yang melanda kita, kita tidak boleh melupakan 
tugas menyirami ruhani kita dan mengecesnya dengan berbagai sarana yang ada. 


Ada banyak cara yang ditawarkan oleh Islam agar kita tetap bisa mendapatkan 
kesempatan melakukan siraman dan pengecesan ruhani kita. Diantaranya adalah: 


1. Kita harus mensplit waktu-waktu yang kita miliki agar muncul menjadi 
berbagai macam saat, sehingga di hadapan kita akan muncul sederet waktu yang 
bisa kita daya gunakan. 

Pada suatu kali seorang sahabat yang bernama Hanzhalah bertemu Abu Bakar 
Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu. Begitu bertemu Hanzhalah berkata: Nafaqa 
Hanzhalah (Hanzhalah menjadi munafiq). Mendengar pernyataan seperti itu Abu 
Bakar kaget, lalu berkata: "Kenapa? Hanzhalah berkata: "Kalau kita berada di 
majlis nabi saw seakan kita melihat dengan kepala kita sendiri suasana surga 
danneraka, akan tetapi begitu ketemu anak-anak, kita lupa semua yang kita 
rasakan tadi". Mendengar penjelasan seperti itu Abu Bakar menjawab: "Kalau 
begitu sama dengan saya". Singkat cerita keduanya mendatangi nabi saw. 
Setelah keduanya menceritakan apa yang dirasakannya, nabi saw menjawab: "… 
Akan tetapi sa-'ah wa sa-'ah". Maksudnya: bagilah (spiltlah) waktumu agar 
ada saat untuk ini dan ada saat untuk itu. (HR Bukhari). 

2. Kita harus pandai memanfaatkan "serpihan-serpihan" waktu yang kita miliki 
dan mendaya gunakannya untuk melakukan penyiraman dan pengecesan ruhani 
kita. 

Pada suatu hari Rasulullah saw memperingatkan bahaya memaksakan diri sendiri 
untuk memperbanyak ibadah. Beliau bersabda: "Sesungguhnya agama ini mudah, 
dan tidak ada yang memberat-beratkan diri sendiri kecuali agama itu akan 
mengalahkannya, karenanya, luruskan langkah dan kokohkan, berusahalah untuk 
selalu mendekati (target ideal), bergembiralah (jangan pesimis), dan meminta 
tolonglah dengan waktu pagi, waktu sore dan sedikit malam". (HR Bukhari). 

Saudara-saudara yang dimuliakan Allah … 

3. Terakhir sekali, kita harus pandai-pandai membuat diversifikasi acara 
(keragaman acara) agar tidak cepat bosan, ingatlah bahwa "sesungguhnya Allah 
swt tidak bosan sehingga kita bosan, dan bebanilah jiwa ini sesuai dengan 
kadar kemampuannya, dan bahwasanya amal yang paling dicintai Allah swt 
adalah yang kontinyu" (HR Ahmad, Abu Daud dan An-nasa-i). 

Semoga Allah swt memberikan taufiq, bimbingan dan kekuatan kepada kita untuk 
istiqamah di atas jalan agama-Nya, amiiin.


[Non-text portions of this message have been removed]




Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya 
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links
 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 


--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in 
any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved 
otherwise. 

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily 
digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your 
mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the 
title "change to daily digest".  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke