|
Rabu, 19
Oktober 2005 20:18:00
PKS Minta Presiden Merombak Kabinet Jakarta-RoL-- Presiden Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan bahwa Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) hendaknya melakukan perombakan kabinet (reshuffle)
bila tidak ingin kinerja pemerintahan semakin
buruk. "PKS sangat setuju
dengan rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan membuat rapor
kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Kami pun mendorong presiden agar
bertindak lebih tegas, termasuk untuk melakukan reshuffle kabinet yang tidak
bagus kinerjanya," kata Tifatul ketika dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.
Menurut Tifatul, PKS
memahami betul karakter kepemimpinan SBY yang tidak "gerasa-gerusu" (terburu-buru)
dalam mengambil keputusan. "Itu sebabnya presiden harus didorong supaya
mengambil langkah-langkah tegas (merombak kabinet),"
katanya. Lebih lanjut ia
menegaskan bahwa PKS menilai perombakan kabinet merupakan upaya pencegahan
keadaan nasional yang lebih buruk. "Saya yakin bila
kabinet tidak dirombak, maka keadaan akan semakin parah pada masa mendatang,"
ujar Tifatul. Ia menegaskan bahwa
bangsa Namun secara khusus
PKS mencermati kinerja tim ekonomi SBY-JK. "Tim ekonomi memang harus ada
perombakan besar-besaran, supaya ada perbaikan di sektor ekonomi,"
ungkapnya. "Arah
kebijakan-kebijakan yang diambil tim ekonomi KIB belakangan ini tidak memiliki
fokus yang jelas, apa perbaikan yang telah dilakukan? Pengangguran justru
semakin banyak dan bahan bakar yang telah dinaikkan pun tetap langka di pasar.
Ini adalah tanggung jawab pemerintah mengapa sampai kebutuhan-kebutuhan pokok
masyarakat sulit didapat," katanya. Dia menjelaskan bahwa
tim ekonomi KIB, selama satu tahun terakhir telah melakukan praktik dwi-fungsi
baru yang menandakan ketidak-ikhlasan. "Dwi-fungsi tersebut
sangat terlihat ketika penguasa merangkap peran sebagai pengusaha, sebagai
regulator yang juga pemain. Kami menginginkan jangan sampai pejabat terlalu
sibuk berbisnis, sehingga lupa untuk mengurusi rakyat," tukas
Tifatul. Selain mendesak agar
seluruh tim ekonomi diganti, PKS juga mencermati kinerja di bidang penegakan
hukum. "Jaksa Agung Abdul
Rahman Saleh juga harus diganti karena tidak 'well-organised'. Seharusnya
Jaksa Agung sedikit lebih berani dan nekat," kata
dia. Sedangkan untuk korps
kepolisian, Tifatul mengatakan pihaknya menilai kinerja Kapolri sudah sangat
bagus. "Satu jempol untuk Kapolri," katanya. Ketika ditanya tentang
siapa-siapa yang dianggap PKS cukup mumpuni untuk menduduki formasi tim ekonomi
yang baru, ia berkomentar bahwa PKS menginginkan siapa pun yang menjabat
haruslah orang-orang yang profesional dan tidak banyak konsensus
politik. "Bila ada desakan dari
Golkar yang ingin menempati posisi-posisi itu kami meminta agar pola-pola lama
KKN, yang dilakukan Golkar pada masa silam, tidak diulangi,"
katanya. "PKS ingin pola-pola
lama itu benar-benar berubah," tegas Tifatul. Ia mengaku inspirasi PKS itu telah
disampaikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Hubungan komunikasi kami
berjalan sangat baik, dan Wapres memiliki cara pandang yang kurang-lebih sama
dengan PKS," katanya. Mengenai kinerja
menteri yang berasal dari PKS, pria yang gemar berkaca mata itu menyatakan
pihaknya terbuka atas setiap kritikan dan penilaian. "Biarkan masyarakat yang
menilai kinerja mereka," katanya. Meski mendesak agar
presiden melakukan reshuffle kabinet, namun
secara umum PKS memberikan nilai 6 bagi kinerja
KIB. "Yaa ... enam koma
'lah. Itu juga dengan beberapa catatan," ujarnya. "Istilah mahasiswa yang ujian,
angka 8 diperoleh bila semua pertanyaan dijawab dengan benar. Angka 9 bila
mahasiswanya sama pintar dengan dosen, dan 10 jika mahasiswa bisa mengajari
dosennya." katanya. Ia mengatakan, "PKS
memang kecewa dengan kinerja KIB selama setahun ini, tapi kami tidak lantas
putus asa. Hal ini masih kami bicarakan dan carikan penyelesaiannya bersama
semua pihak." Walau mengaku sering
menjawab pertanyaan seputar kecewa-tidaknya PKS dengan hasil kerja SBY-JK,
Tifatul secara implisit berpendapat PKS bakal tetap mendukung pemerintahan
SBY-JK. ant/abi Sumber : http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=217959&kat_id=23 -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest". YAHOO! GROUPS LINKS
|
