This is an example of a muslim [Gus Dur] who has lost hidayah??
 
Where is his faith and brain?
 
IslahGateway
 
 
----- Original Message -----
From: yayasanibadahnet
Sent: Sunday, May 07, 2006 4:28 AM
Subject: ALQURAN DAN KAMASUTRA (Bantahan untuk Gus Dur)

ALQURAN DAN KAMASUTRA

M. Ihsan Abdul Djalil
Ketua Yayasan Ibadah Network (IbadahNet)

Wawancara KH Abdurrahman Wahid, biasa dipanggil Gus Dur, dengan
Jaringan Islam Liberal (JIL) berjudul "Jangan Bikin Aturan Berdasarkan
Islam Saja" yang dipublikasikan pada 10 April 2006 sarat dengan
statemen kontroversial. Sayangnya, bila sekarang Anda mengunjungi
situs JIL tersebut (terakhir penulis membuka pada 30 April 2006),
lebih dari separuh transkrip wawancara (sengaja?) dihilangkan.

Salah satu bagian transkrip yang dihapus adalah pernyataan Gus Dur
tentang Alquran sebagai kitab suci paling porno di dunia. Entah
mengapa di situs baru yang beralamatkan
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1036 statemen
tersebut sudah tidak dijumpai lagi. Tetapi bila Anda berkesempatan
mengunjungi situs lama di alamat
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1028, Gus Dur
terang-terangan menyebut kepornoan Alquran.

Petikan wawancaranya: "Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok
penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok
ini memiliki kitab suci yang porno?". Jawaban Gus Dur, "Sebaliknya
menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur'an,
ha-ha-ha.. (tertawa terkekeh-kekeh)". "Maksudnya?". "Loh, jelas
kelihatan sekali. Di Alqur'an itu ada ayat tentang menyusui anak dua
tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu.
Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini.
Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha....".

Transkrip wawancara Gus Dur soal Kamasutra, "Jadi erotisme itu tidak
mesti cabul, Gus?". Gus Dur menjawab,  " Iya, tidak bisa. Anda tahu,
kitab Rawdlatul Mu`aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu
merupakan kitab bahasa Arab yang isinya tatacara bersetubuh dengan 189
gaya, ha-ha-ha.. Kalau gitu, kitab itu cabul, dong? ha-ha-ha… Kemudian
juga ada kitab Kamasutra. Masak semua kitab-kitab itu dibilang cabul?
Kadang-kadang saya geli, mengapa kiai-kiai kita, kalau dengerin
lagu-lagu Ummi Kultsum—penyanyi legendaris Mesir—bisa sambil
teriak-teriak "Allah… Allah…" Padahal isi lagunya kadang ngajak orang
minum arak, ha-ha-ha.. Sangat saya sayangkan, kita mudah sekali
menuding dan memberi cap sana-sini; kitab ini cabul dan tidak sesuai
dengan Islam serta tidak boleh".

Pelecehan Alquran

Ayat yang disinggung Gus Dur berbunyi: "Para ibu hendaklah menyusukan
anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin
menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian
kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan
menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita
kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan
warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih
(sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka
tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan
oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan
pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan
ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan". (QS. Al
Baqarah, 233).

Ayat di atas merupakan tuntunan agar seorang ibu menyusui anaknya.
Lantas dimana letak kepornoannya? Jika "menyusui" dianggap porno,
adakah kata lain yang lebih pas mengungkapkan aktivitas wanita yang
memberikan ASI kepada anaknya? Kalau pengkategorian porno dikarenakan
seorang ibu harus mengeluarkan (maaf) teteknya ketika menyusui,
bagaimana dengan ayat yang menjelaskan hukum bersuci sehabis buang
air, karena untuk kencing juga harus membuka celana dan memperlihatkan
alat kelamin?

Sesungguhnya Alquran merupakan perkataan (wahyu) Tuhan yang dibukukan.
Mereka yang memiliki pengetahuan tentang bahasa dan sastra Arab tentu
sepakat bahwa Alquran merupakan bentuk ungkapan bahasa yang istimewa
dan belum pernah ada satupun manusia yang mengungkapkan perkataan
seperti itu, baik sebelum turunnya Alquran maupun sesudahnya.
Seringkali ungkapan yang tertuang di dalamnya malah merupakan
kiasan-kiasan yang amat indah. Misalnya, untuk menjelaskan hubungan
intim suami istri Alquran mengumpamakan wanita sebagai "hartsun" atau
tanah tempat bercocok tanam (QS Al Baqarah 223). Kedekatan hubungan
suami istri dalam ayat lain dilukiskan sebagai "libas" (pakaian).
"Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka"
(QS Al Baqarah 115). Dan banyak lagi ayat lainnya yang menunjukkan
keluhuran tata bahasa yang dipakai Alquran.

Semua pilihan kata yang digunakan adalah kosa kata yang baik, sopan,
dan tentu saja tak satupun mengandung kepornoan. Pernyataan Gus Dur
tentang kepornoan Alquran sama sekali tidak dilandasi argumentasi yang
kuat. Alquran bukanlah kitab porno. Justru dalam banyak ayat tentang
jilbab, Alquran jelas-jelas menentang adanya pornografi. Standar
kepornoan makin tak jelas karena terhadap buku Kamasutra yang dikenal
sebagai buku panduan seks, Gus Dur malah mempertanyakan kecabulannya.
Diakui atau tidak, statemen Gus Dur yang menganggap Alquran sebagai
kitab suci paling porno di dunia merupakan pernyataan yang berbahaya
dan bisa dikategorikan pelecehan terhadap Alquran. Anehnya publik
seolah mengabaikan Gus Dur begitu saja, sangat kontradiktif dengan
ketegasan sikap mereka terhadap kasus-kasus pelecehan Alquran yang
terjadi sebelumnya.

Misalnya pada tahun 1989, kita masih ingat bagaimana Imam Khomeini
sampai mengeluarkan fatwa mati terhadap Salman Rushdi yang
menggambarkan Alquran sebagai ayat-ayat setan dalam buku The Satanic
Verses (hingga kini Salman dilindungi Inggris). Atau sikap kaum
muslimin yang tegas tentang penghinaan terhadap fisik Alquran yang
dilakukan sejumlah personil tentara AS yang membuang kitab suci umat
Islam tersebut ke dalam toilet di penjara Guantanamo beberapa waktu
lalu seperti dilansir Newsweek.

Buah kebebasan

Dalam iklim demokrasi, kebebasan berekspresi memang merupakan salah
satu perilaku yang dijamin. Artinya kebebasan tersebut merupakan
sesuatu yang legal karena memang tidak ada demokrasi tanpa kebebasan.
Gus Dur sendiri mungkin merasa toh dia bebas ngomong apa saja. Dan
sikap diam masyarakat dalam masalah ini boleh jadi juga karena
pengakuan terhadap kebebasan itu sendiri.

Kebebasan berekspresi sangat dijunjung tinggi para pengagung demokrasi
pada saat ini, meskipun bila kita kaji secara mendalam, tampak
kesalahan fatal di sana sini. Kesalahan yang tampak jelas adalah tidak
adanya standar benar dan salah yang dijadikan patokan dalam menilai
pendapat seseorang. Akibatnya, semua orang bebas berpendapat apa saja,
berkata apapun, dan semua pendapatnya harus diakui sejajar,
seolah-olah tidak ada pendapat yang salah.

Dalam perspektif Islam, tidak dikenal adanya kebebasan berpekspresi.
Setiap orang terikat dengan hukum syariat. Bahkan secara tegas, Alloh
menugaskan para malaikat untuk selalu mengawasi setiap ucapan manusia,
seperti firman-Nya: "Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan (manusia)
melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir" (QS.
Qaff 18). Nabi juga memberikan tuntunan: "Siapa saja yang mengimani
Alloh dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam" (HR Bukhari
dan Muslim).

Ayat di atas seharusnya menjadikan umat Islam lebih berhati-hati dalam
tindakan dan ucapannya, karena semuanya kelak akan dimintai
pertanggungjawaban di akhirat. Makna "khoir" (baik) dalam hadits
tersebut adalah Islam atau yang bersesuaian dengan Islam. Artinya,
seorang muslim tidak boleh berkata-kata atau berpendapat tentang
sesuatu apapun yang bertentangan dengan Islam. Dan bila tidak bisa
berucap yang baik, pilihannya adalah diam, karena memang itulah yang
lebih baik.

Penilaian Gus Dur tentang Alquran sebagai kitab suci paling porno di
dunia, sementara di sisi lain malah mempertanyakan kecabulan buku
Kamasutra, adalah sebuah kesalahan. Tidak pantas pendapat tersebut
keluar dari lisan seorang muslim, apalagi mengingat Gus Dur pernah
pemimpin sebuah organisasi keislaman. Tetapi bila Gus Dur tetap
bersikukuh dengan pendapatnya yang salah, tidak ada pilihan lain bagi
kita sebagai umat Islam untuk menasehatinya agar kembali ke jalan yang
benar, kalau perlu memintai pertanggungjawaban di depan hukum. Gitu
aja kok repot.






--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".

--------------------------------------------------------------------------

Recommended sites:
Angkatan Belia Islam Malaysia  : http://www.abim.org.my
Jamaah Islah Malaysia          : http://www.jim.org.my
Radio Islam Kuliyyah           : http://www.kuliyyah.com
Palestinkini Info              : http://www.palestinkini.info
Partai Keadilan Sejahtera      : http://pk-sejahtera.org
Fiqh Siber                     : http://al-ahkam.net/
The Muslim Brotherhood         : http://ikhwanweb.com




SPONSORED LINKS
Divine inspiration Islam


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke