Penipuan Berkedok Pembelian Rumah
Oleh [EMAIL PROTECTED]

Kemarin, Jum'at, 16 Juni 2006 saya mendapat telepon dari seseorang 
yang menamakan diri pak Mulyadi dari Jakarta. Beliau mengaku 
berprofesi sebagai pengacara dan sedang menangani sebuah kasus di 
Batam. Untuk mempermudah urusannya dengan klien, beliau perlu segera 
membeli rumah di wilayah Batam. Setelah membaca iklan di harian lokal,
beliau tertarik untuk membeli rumah saya, karena kebetulan rumah saya 
mau saya jual, dan saya sudah memasang iklannya di harian lokal.

Rumah saya tawarkan dengan harga 25 juta (over kredit), dan dengan 
gaya bicara meyakinkan, dia langsung tertarik rumah saya, dan sebagai 
tanda jadi, beliau akan mengirimkan / mentransfer uang sebesar 10 
juta ke rekening saya, jadi saya diminta mengirimkan nomor rekening 
BCA saya, melalui SMS/  "Cepat kirim ya nak, ya, sebab saya lagi 
ditunggu mau rapat," katanya di telepon. Tanpa berpikir 7 kali, saya 
langsung sms nomor rekening saya. Saya percaya saja, sebab dari nada 
bicaranya, dia terdengar sangat bijaksana. Apalagi setiap menelpon 
dia membuka dengan salam yang lengkap, "Assalamualaikum 
warahmatullahi wabarakaatuh", begitu. Begitu juga kalau mau menutup 
telepon, salamnya juga lengkap, seperti mau pidato.

Setelah nomor rekening saya kirim, 3 menit kemudian dia nelepon, 
kalau dia sudah mentransfer uang sebesar 10 juta rupiah ke rekening 
saya, dan dia minta agar saya mengecek hasil transfer di ATM BCA. 
Tapi sebelumnya dia memberi 2 nomor VALIDASI, guna konfirmasi di 
mesin ATM. Nomor validasi tsb adalah: 741 031 25 43 dan 999 777 0. 
Pak Mulyadi juga berpesan, agar kalau sudah sampai mesin ATM, dan 
mengecek saldo, saya misscall dia.

Mendengar dia sudah mentrasfer 10 juta, saya bersorak kegirangan, 
berlari-lari di dalam rumah, melompat-lompat, seperti pemain PSSI 
yang berhasil menjebol gawang Argentina. Tapi sebelum saya larut 
dalam kegembiraan yang lebih dalam, naluri pengacara saya mengatakan, 
kok gampang sekali ya, orang mau beli rumah, ngasih uang muka begitu 
saja. Padahal kami belum pernah ketemu, dan saya yakin dia juga belum 
pernah melihat rumah saya, walaupun dia bilang sudah pernah lihat 
rumah saya yang mau saya jual tsb.

Saya pun mulai curiga dengan bapak yang bernomor HP 0811 910 733 ini, 
jangan - jangan ini penipuan seperti yang sering saya baca di media. 
Untuk meyakinkan kecurigaan saya, saya pun menelpon BCA. Saya 
tanyakan, apa betul kalau kita mendapat transferan, kita mendapat 
nomor validasi. Maka jawaban yang saya dengar, "kalau transfer lewat 
bank (counter) memang ada nomor valisasi. Tapi kalau transfer lewat 
ATM, kita tidak dapat nomor validasi, tapi hanya slip atau stroke 
keterangan transaksi."

Saya pun mulai "ngeh", dan yakin 70 persen kalau ini penipuan. Sebab 
kalau memang si bapak itu mentrasfer lewat ATM, pasti tak dapat 
validasi. Sedang kalau mentransfer lewat bank, sudah tak mungkin, 
sebab waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, di mana pelayanan bank 
sudah tutup. Maka untuk melengkapi keyakinan saya menjadi 100 persen, 
saya pun menuju ATM terdekat. Dan selama proses menuju ATM, ketika 
saya mandi, ganti pakaian, menyisir, mengeluarkan kendaraan dan di 
jalan, pak "Mulyadi" menelpon tiap 3 menit, menanyakan saya sudah 
sampai di ATM belum.  "Tolong cepat ya nak, ya, saya ditunggu mau 
rapat ini", begitu. Jadi kesannya beliau ini memang orang penting, 
dan kita disuruh cepat-cepat dan sesegera mungkin mengeksekusi 
kemauan dia.

Berhubung saya yakin kalau dia pengacara gadungan, dan berniat tidak 
baik, saya sengaja mengulur-ulur durasi tiap dia nelepon, agar 
pulsayan tersedot banyak. He he he. Sesampai di ATM, benar dugaan 
saya, saldo tabungan tidak bertambah 10 juta. Lalu, sebagaimana 
instruksi beliau, saya pun segera miskol dia. "O, memang, uangnya 
belum masuk", jawabnya, "jadi harus memasukkan nomor validasi dulu". 
Saya pelototin layar ATM, kok tidak ada menu bertuliskan "validasi". 
Lalu seperti anak baru nabung, saya dituntut / dipandu bagaimana 
menggunakan ATM, dari caranya memasukkan kartu sampai menekan tut-tut 
di menunya. 

Ternyata saya digiring untuk menuju menu "Transfer ke rekening BCA". 
Dan di halaman mata uang Rp (rupiah) saya disuruh memasukkan angka 
"validasi" tsb. "Nah, sekarang coba masukkan nomor validasinya, 
9997770," katanya di telepon. Validasi gundulmu amblegh, gumam saya 
dalam hati. Ini kan jumlah rupiah yang mau ditransfer. Tapi saya 
tetap berpura-pura telah melakukan memencet angka-angka tsb. Lalu 
saya disuruh memasukkan nomor validasi kedua, yaitu 741 031 2543. ini 
lebih gundulmu amblegh lagi, ini kan nomor rekening BCA. Dan di situ 
terpampang jelas nama pemiliknya yaitu, Rizal Setiono. O, begini toh, 
caranya orang menipu-nipu si korban. 

Berhubung saya sudah tahu gelagat-geligit si bapak tidak betul, saya 
pun terus berpura-pura mematuhi perintah-perintahnya. Tapi begitu 
sampai di halaman konfirmasi untuk "kirim" atau "batal", saya tekan 
"batal". Lalu beribu "excuse" saya sampaikan seperti, "Waduh, maaf 
pak, salah pencet, ulang pak ya…" atau "waduh, ATM nya ndak 
mengeluarkan kertas, apa perlu dilanjut?" atau "Sorry pak, saya ke 
toilet dulu". Tapi memang dasar pengacara, sangat sabar dia meladeni 
korbannya. Sampai akhirnya saya bilang, "waduh pak, kartu ATM nya 
ketelan karena kelamaan".   

Ditotal-total lebih satu jam si bapak Mulyadi bicara di telepon. 
Pulsanya kok gak habis-habis ya? Tapi mungkin karena jengkel, si 
pengacara gadungan menutup sendiri teleponnya sambil mengumpat-umpat, 
"Oke.. oke.. saya tak jadi beli rumahnya!" emang gue pikirin.

Nah bagi rekan-rekan yang membaca ini, tolong dicermati kalau ada 
yang menelpon mengatakan akan mentrasfer uang ke rekening anda. Modus 
ini sepertinya termasuk baru. Sebab biasanya si korban dibilang 
menang undian. Sedang yang ini berkedok membeli rumah. Bisa jadi 
nanti juga pura-pura membeli mobil, tanah, sawah atau menjanjikan 
pekerjaan dan jabatan. 

Intinya, ciri-ciri si penipu menggunakan istilah "VALIDASI" untuk 
mengganti  istilah "rekening"nya. Atau "validasi pertama" untuk 
jumlah rupiah yang akan disetorkan seperti angka 9997770 di atas, 
yang kalau dieja jadi 9,997,770 (sembilan juta sembilan ratus 
sembilan puluh tujuh ribu tujuh ratus tujuh puluh rupiah). Dan kalau 
anda menuruti saja "hipnotisnya", dengan melengkapi nomor "validasi 
kedua" yaitu,  741 031 2543, maka saldo tabungan anda akan berkurang 
9,997,770. Jumlah yang lumayan cukup untuk mencari istri kedua.

Semoga bermanfaat.

wassalam  






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in 
any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved 
otherwise. 

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily 
digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your 
mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the 
title "change to daily digest". 

--------------------------------------------------------------------------

Recommended sites:
Angkatan Belia Islam Malaysia  : http://www.abim.org.my
Jamaah Islah Malaysia          : http://www.jim.org.my
Radio Islam Kuliyyah           : http://www.kuliyyah.com
Palestinkini Info              : http://www.palestinkini.info
Partai Keadilan Sejahtera      : http://pk-sejahtera.org
Fiqh Siber                     : http://al-ahkam.net/
The Muslim Brotherhood         : http://ikhwanweb.com 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke