ASSALAMMUALAIKUM WRWB,

MASYAALLAH, THIS IS SO BEAUTIFUL...JADI INSPIRATION SAYA DI MEDAN JIHAD DI
TEMPAT KERJA....

JAZAKALLAHU KHAIRAN KASIRO.

----- Forwarded by Kamisah Siraj/OPS/CLPHQ/CLP on 12/09/2006 11:12 AM -----
                                                                                
                           
                      @                                                         
                           
                      Sent by:                 To:       "Ikhwanul Muslimun" 
<[email protected]>  
                      [EMAIL PROTECTED]        cc:                              
                           
                      roups.com                Subject:  Boycott Israel 
[hidayahnet] Kala Cinta Meranggas  
                                                Aqidah                          
                           
                                                                                
                           
                      07/09/2006 03:32                                          
                           
                      PM                                                        
                           
                      Please respond to                                         
                           
                      hidayahnet                                                
                           
                                                                                
                           
                                                                                
                           




Kala Cinta Meranggas Aqidah
Author: Abu Aufa

Menunggu memang melelahkan jiwa. Pangeran yang dinantipun entah di mana
gerangannya. Namun…. Tidaklah sebanding ertinya kalau kau gadaikan aqidah
hanya kerana gundah gulana, bukankah kekanda kelak juga ada di surga? Lalu
mengapa tak tunggu saja ia datang berkereta kencana bertakhta emas permata?
Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap senyum dan tawa, serta
menciptakan riak anak sungai di sudut mata. Pedih dan sedih silih berganti
kunjung mengunjungi. Pupus segala harap, melukai semua impian yang kadang
memabukkan. Hingga, jiwa yang rapuh menciptakan serpihan kegelisahan yang
memilukan.

Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas sekelibat bayang.
Disibaknya kegelapan, namun entah di mana ia berada. Kecewa, hingga guratan
keresahan menyibukkan kelamnya malam. Kebisuan yang menusuk-nusuk, membuat
kedukaan semakin berat, hingga menghujam akal dan aqidah. Air mata semakin
deras tumpah, lelah, tubuh pun mencuba rebah. Namun jiwa ini lemah, mata
air di telaga yang cuba dibendungnya kembali menerobos kelopak mata, ke
pipi, hingga membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya.

Cinta...

Entah berapa banyak pahlawan yang tercipta kerananya, namun cinta juga
kadang melahirkan para pecundang. Ia laksana kobaran api yang berasal dari
setitik bara, menyuluh, namun dapat pula membakar. Impian cinta membuat
hati dan raga terselimuti bahagia, memompa harapan yang keluar masuk
melalui butiran darah. Mengharapkan kekanda tercinta yang siap mendampingi
saat tawa dan air mata, hingga terbentang siluet istimewanya seorang wanita
yang telah menikah, mengandung, dan melahirkan si kecil dengan selimut
kasih sayang.

Namun, impian berbeza dengan kenyataan. Sepi semakin menggerogoti hari,
sendiri... dan masih sendiri.
Duhai belahan hati, entah di mana kekanda bersembunyi.
Ukhti sholehah yang dicintai Allah Ta'ala...

Cinta dan impian membentuk sebuah keluarga memang begitu indah. Namun
takkala ia belum menyapa, janganlah membuat gundah dan resah, bahkan
merubah pandangan terhadap Sang Pemilik Cinta. Kegelisahan jangan pula
membuatmu menggadaikan aqidah, kerana sungguh harta itu tak ternilai
harganya. Tak ada yang dapat membelinya, apalagi dengan basa-basi cinta
yang menyelubungi halleluyah.

Cinta yang membara tak akan dapat menghapus ketentuan Allah Subhanahu wa
Ta'ala, "Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan
wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman..." [Al Baqarah: 221]. Namun,
ajaran junjungan Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam akan pupus, tidak
dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan
logika, dan tidak dalam benci tapi dalam cinta [Henry Martyn, missionaris,
1812 M].

Cinta akan membentuk sebuah keluarga samara (sakinah, mawaddah wa rahmah)
kerana kesamaan iman dan aqidah, dalam naungan redha Allah Subhanahu wa
Ta'ala. Jangan biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta
berselaput halleluyah, kerana cinta seperti itu akan meranggas aqidah.
Pernikahan dengan keyakinan yang berbeza, tak akan melahirkan ketenteraman
jiwa, kerana ia adalah zina.

Dapatkah engkau menjawab saat anakmu bertanya, mengapa ayah selalu pergi
setiap hari Minggu, sedangkan dirimu ruku' dan sujud? Bisakah engkau
menjelaskan saat anak lelakimu bertanya, mengapa ayah tidak pergi sholat
Jum'at padahal dirimu berbicara panjang lebar tentang kewajiban
menunaikannya? Atau, mengapa ayah tidak mengucapkan bismillah tapi atas
nama Bapa, Putera dan Roh Kudus? Juga, mengapa Tuhannya ayah ada 3
sedangkan dirimu selalu mengucapkan ahad... ahad... ahad?

Mampukah engkau menjelaskan semua itu dan banyak lagi kepada buah hatimu?

Duhai ukhti, sanggupkah engkau menahan murkanya Allah Subhanahu wa Ta'ala?

Saat jiwamu lelah bertanya di manakah gerangan kekanda berada, kembalilah
kepada Sang Pemilik Rahasia, lantunkan munajat dan do'a, mohon tetapkan
iman untuk selalu teratur kepada-Nya. Jadikan hati ini selalu ikhlas serta
rela atas setiap keputusan-Nya.

As'alukallahummar ridha ba'dal qadha, wa burdal 'iisyi ba'dal maut, wa
ladzdzatan nazhori ila wajhika, wa syauqon ila liqaa'ika.

Ya Allah, aku mohon kerelaan atas setiap keputusan-Mu, kesejukan setelah
kematian, dan kelazatan memandang wajah-Mu serta kerinduan berjumpa
dengan-Mu.

Mohonkan juga kepada-Nya, agar Ia menguatkan niat dan azam kepada lelaki
yang belum menikah untuk segera menyempurnakan setengah agama, sehingga
dirimu serta pasangan jiwa tercinta dapat bersama membangun sebuah istana
kecil nan indah dalam naungan redha-Nya.

Duhai ukhti sholehah...

Sabar... dan bertahanlah. Kalaulah Allah Subhanahu wa Ta'ala menakdirkan
dirimu sebagai lajang di dunia ini, yakinlah di syurga ada yang setia
menanti. Kuatkan hati, tegar... dan selalu tegar, kerana dirimu memiliki
harta yang tak ternilai harganya, yaitu aqidah.

Wallahua'lam bi showab.

www.abuaufa.net


 Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1¢/min. 



--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in 
any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved 
otherwise. 

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily 
digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your 
mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the 
title "change to daily digest". 

--------------------------------------------------------------------------

Recommended sites:
Angkatan Belia Islam Malaysia  : http://www.abim.org.my
Jamaah Islah Malaysia          : http://www.jim.org.my
Radio Islam Kuliyyah           : http://www.kuliyyah.com
Palestinkini Info              : http://www.palestinkini.info
Partai Keadilan Sejahtera      : http://pk-sejahtera.org
Fiqh Siber                     : http://al-ahkam.net/
The Muslim Brotherhood         : http://ikhwanweb.com 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke