From: mohd suhaizi 
To: Ikhwanul Muslimun 
Subject: Virus-virus Ukhuwwah


 

Sumber : www.hudzaifah. org


Tujuh Kiat Menangkal Virus-virus Ukhuwah

Dalam surat Al Hujurat (QS 49) Allah SWT memaparkan 7 kiat bagi kita untuk 
menangkal virus-virus ukhuwwah yang bisa menghancurkan shaf ukhuwwah yang telah 
dibina.

1. Tabayyun 

Tabayyun berarti mencari kejelasan informasi dan mencari bukti kebenaran 
informasi yang diterima. Karena Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa 
berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah 
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal 
atas perbuatanmu itu." (QS 49:6)

2. 'Adamus Sukhriyyah 

Artinya tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain. Firman Allah SWT: 
"Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olokkan kaum 
yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari 
mereka (yang memperolok-olokkan) ." (QS 49:11)

Saat ini terdapat banyak kelompok atau organisasi dakwah. Harus kita sadari 
bahwa diantara kelompok-kelompok dakwah tersebut terdapat perbedaan yang 
prinsipil maupun yang tidak prinsipil. Perbedaan dalam menentukan al-hadaful 
a'la (sasaran tertinggi) termasuk dalam masalah prinsip.

Kondisi ini memancing suasana tanafus (persaingan) yang kadang bentuknya tidak 
sehat. Persaingan ini akan semakin tidak sehat dengan tampilnya oknum-oknum 
yang senang melontarkan ungkapan-ungkapan bernada cemooh persaingan.

Berhimpunnya kelompok-kelompok dakwah dan harakah yang ada di bumi sekarang ini 
adalah suatu mimpi indah. Sebagaimana yang ditulis DR.Yusuf Qardhawi, maka 
kesatuan wala' (loyalitas) dan tumbuhnya suasana ta'awun dalam menghadapi 
konspirasi para thaghut adalah sesuatu yang tidak dapat ditawar lagi. Dan 
kalaupun hal ini belum terwujud karena ada beberapa hal yang belum bisa kita 
lakukan, maka tidak mampukah kita sekadar meninggalkan tradisi sukhriyyah dan 
perasaan ana khairun minhu (saya lebih baik daripadanya) seperti yang 
dinyatakan iblis???

3. 'Adamul Lamz 

Maksudnya tidak mencela orang lain. Ini ditegaskan dengan firman-Nya:

"Dan janganlah kamu mencela diri sendiri'. Mencela sesama muslim, oleh ayat ini 
dianggap mencela diri sendiri, sebab pada hakekatnya kaum muslimin dianggap 
satu kesatuan. Apalagi jika celaan itu adalah masalah status dan standar 
kebendaan. Allah sendiri menyuruh Rosul dan orang-orang yang mengikutinya untuk 
bersabar atas segala kekurangan orang-orang mukmin. (lLihat QS, 18:28).

4. Tarkut Tanabuz 

Yakni meninggalkan panggilan dengan sebutan-sebutan yang tidak baik terhadap 
sesama muslim. Ini berdasarkan firman Allah SWT:

"Dan janganlah kamu saling memanggil dengan sebutan-sebutan (yang buruk)." (QS 
49:11)

Tanabuz dalam bentuk yang paling parah adalah berupa pengkafiran terhadap orang 
yang beriman. Pada kenyataannya masih saja ada orang atau kelompok yang dengan 
begitu mudahnya menyebut kafir kepada orang yang tidak tertarik untuk masuk ke 
dalam kelompok tersebut.

5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan 

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena 
sebagian prasangka itu dosa." (QS 49:12)

Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya, kecuali 
jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut. Dan sebaliknya, kepada 
orang kafir dan musuh Islam, kaum muslimin harus menaruh curiga bila mereka 
bermanis budi. Allah SWT sendiri menegaskan:

"Sesungguhnya orang-orang kafir menginfakkan harta-harta mereka untuk 
mengahalangi manusia dari jalan Allah." (QS 8:36)

6. Adamut Tajassus 

'Adamut Tajassus adalah tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang lain. 
Perbuatan ini amat dicela Islam. Setiap cara da'wah ada metodenya 
masing-masing, yang berusaha semaksimal mungkin mendekati cara berda'wah 
Rasulullah SAW. Allah SWT amat suka bila kita berusaha menutup aib saudara kita 
sendiri. Firman Allah SWT:

"Dan janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan (dan aurat) orang lain." 
(QS 49:12)

7. Ijtinabul Ghibah 

Allah SWT menegaskan:
"Dan janganlah kamu sekalian menggunjing sebagian lain.Sukakah salah seorang 
diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?."

Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW adalah menceritakan keburukan 
dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain, 
maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang diceritakannya 
benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang diceritakannya itu 
tidak terjadi berarti ia telah memfitnah orang lain. Begitu besarnya dosa 
ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang melakukannya dengan orang yang 
memakan bangkai saudaranya sendiri.



 



--------------------------------------------------------------------------------


Palestine:
Gesaan sumbangan RM1.00 satu kepala
            RM1 setiap bulan kepada Palestin 
     

      Masukkan derma anda ke dalam akaun: 

      Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia 
      Bank Islam Malaysia Berhad 
      Nombor akaun: 12113010005797 
      http://palestinkini.info/ 

http://jim.org.my/galeri/pdf/flyer_palestin2a.pdf


Banjir Donation:
"Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia".

Atau masukkan ke akaun JIM Johor di 
Bank Islam Malaysia Berhad 
Akaun no.  01014010010372 
http://www.freewebs.com/jimderu/index.htm

Moderator
Ikhwanul Muslimun
http://hidayahnet.multiply.com

Attachment: nc3=3848583
Description: Binary data

Attachment: 234_60c.gif
Description: GIF image

Kirim email ke