From: Azhari 
Sent: Friday, January 18, 2008 8:06 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Taushiyyah Jum'at: HIDUP INI SINGKAT
   
  HIDUP INI SINGKAT
  Oleh: Azhari
   
  http://mafahim–azhari.blogspot.com/
   
  Mantan Presiden Soeharto saat ini berumur 87 tahun (lahir 8 Juni 1921), 
Soeharto terbaring sakit dan mengalami kegagalan multi organ (jantung, ginjal 
dan paru-paru), sehingga harus di bantu peralatan untuk bertahan hidup. Manusia 
tertua saat ini berasal dari Jepang, seorang wanita bernama Yone Minagawa 
berumur 114 tahun, umur rata-rata penduduk Jepang paling panjang di dunia; pria 
78,5 tahun dan wanita 85,5 tahun. Sedangkan penduduk Eropa rata-rata 76 tahun 
(Swedia 78,4 tahun, Inggris 76,9 tahun dan Perancis 76,7 tahun), AS 74,8 tahun, 
Rusia 59 tahun, Cina 70 tahun, Lihat 1 sedangkan Indonesia 67 tahun. Artinya, 
sangat jarang manusia mencapai umur lebih dari seratus tahun, bahkan baru 
mendekati 100 tahun saja sudah mengalami kerusakan beberapa organ. Meskipun 
Nabi Nuh berumur hingga 950 tahun (al-Ankabut 14), tetapi ini manusia zaman 
dahulu.
   
  Hidup ini singkat maka jangan disia-siakan dan nikmatilah dunia ini dengan 
segala kemewahannya, ini motto para penganut hedonisme. Sementara bagi orang 
beriman mempunyai prinsip bahwa hidup ini singkat, jangan di isi dengan 
perbuatan dosa dan segala sesuatu yang sia-sia (tidak ada pahala).
   
  Jika di kaji lebih jauh maka banyak perbuatan sia-sia yang sering kita 
lakukan tanpa sadar, sia-sia artinya tidak menghasilkan apa-apa (mubah: tidak 
ada pahala maupun dosa). Perbuatan yang tergolong mubah (boleh), misal: olah 
raga, wisata, menonton TV, tidur atau mengobrol. Meskipun perbuatan mubah ada 
manfaatnya secara duniawi, seperti: meningkatkan kesehatan, mempererat kerabat 
atau menambah pengetahuan/informasi, tetapi yang dimaksud disini adalah jangan 
berlebihan sehingga melalaikan kita untuk mengingat Allah swt.
   
  Perbuatan mubah bisa menjadi haram jika sampai meninggalkan kewajiban atau 
menjurus kepada kemaksiaatan. Menonton pertandingan bola di Stadion mubah 
tetapi jika kumandang adzan Ashar diabaikan maka ini termasuk perbuatan haram. 
Menonton TV mubah tetapi jika menonton infotainment yang penuh dengan ghibah 
(gunjing), jelas perbuatan haram. Olah raga mubah tetapi jika dibarengi dengan 
taruhan (judi) menjadi haram, serta banyak contoh lainnya.
   
  Bagaimana jika seseorang tidak tahu telah meninggalkan kewajiban atau 
melakukan keharaman?, ini agak repot memang tetapi tidak bisa dijadikan sebagai 
dalih untuk mencari pembenaran. Allah swt telah mengutus Muhammad saw untuk 
menjelaskan risalahnya, al-Quran dan hadits telah dibukukan, para 
Ulama/Ustadz/Da’i (pewaris Nabi) telah berda’wah melalui mimbar mesjid, media 
cetak dan elektronik. Jadi, seharusnya tidak ada alasan lagi mengaku tidak 
tahu, kecuali jika bertempat tinggal di Puncak Gunung, tidak memperoleh 
informasi apapun tentang Islam; terpencil, terkucil dan terisolir maka status 
manusia seperti ini Allah swt yang akan memutuskan. 
   
  Untuk menghindari karena ketidaktahuan sehingga tanpa sadar meninggalkan 
kewajiban atau melakukan keharaman maka perlu mempelajari Islam. Allah swt 
telah mengatur agama ini dengan sempurnanya; bagaimana berhubungan dengan Sang 
Khaliq, sesama makhluk dan diri sendiri dalam masalah aqidah, ibadah, mu’amalah 
dan akhlaq. Ketika telah tahu (paham/aqliyah) maka harus ditindaklanjuti dengan 
perbuatan (amal/nafsiyah). Sudah paham tetapi masih melanggar berarti ”nekad”, 
tidak paham tetapi tidak mau belajar berarti ”lebih nekad lagi” Seorang hamba 
yang taqwa selalu berhati-hati dalam menjalani setiap langkah kehidupannya, 
tahu hukumnya dahulu sebelum berbuat atau seperti melangkah di atas batu yang 
tajam.
   
  Perbuatan maksiat yang sudah diketahui berdosa tetapi masih melakukannya, ini 
jelas perbuatan nekad karena sudah tahu berdosa tetapi masih melakukan juga. 
Meskipun dibarengi dengan mohon ampun kepada Allah swt atas perbuatan dosa 
tersebut, tetapi jika diulangi lagi di lain waktu maka belum termasuk taubat 
yang sungguh-sungguh (taubat nasuha). Karena taubat disamping memohon ampun, 
juga harus diiringi dengan menyesali perbuatan dan berjanji tidak akan 
mengulangi lagi.
   
  Jadi seharusnya hidup ini digerakkan untuk menggeser perbuatan mubah menjadi 
sunnah, disamping (tentu saja) tidak meninggalkan kewajiban. Juga, menghindari 
perbuatan dosa sekecil apapun, tetapi jika tidak bisa dihindari maka segera 
istighfar (mohon ampun) dan diimbangi dengan kebaikan (ibadah sunah) sehingga 
dosa-dosa kecil bisa terhapuskan.
   
  Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) 
perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. 
(Hud 114).
   
  Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, iringilah perbuatan jelekmu 
dengan kebaikan yang akan menghapusnya dan bergaullah dengan manusia dengan 
akhlaq yang baik (HR At-Tirmidzi).
   
  Waktu shalat Jum’at hari ini: 12.05 WIB
   
  Wallahua’lam
   
  Maraji’:
  1. www.antara.co.id, 2 Juli 2007: Perempuan Fukuika Jadi Manusia Tertua di 
Dunia

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke