http://buku2008.wordpress.com
Habiburrahman

Harga : RM 22.90
Sinopsis
PEMENANG PENA AWARD NOVEL TERPUJI NASIONAL 2005
PEMENANG ANUGERAH PENGHARGAAN THE MOST FAVORITE BOOK 2005
Sesekali dalam ketenangan sastera Indonesia datang mengejut gelora seni yang 
tidak tersangkakan. Jika dulu pernah hadir “Ateist”, “Perburuan”, “Pulang”, 
“Merahnya Merah” dan “Bumi Manusia”, kini tampaknya gelora itu datang dalam 
bentuk “Ayat-Ayat Cinta” pula. Ternyata ia adalah sebuah novel yang sangat 
memujuk dan menghiburkan. Dengan bahasa yang sederhana mengalir, novel ini 
menghadapkan kita kepada sekelompok mahasiswa Indonesia yang tidak saja tekun 
menangguk ilmu, malah berupaya mengisi kehidupan dengan penuh sabar. “Ayat-Ayal 
Cinta” memangnya pintar mengheret kita menjejaki — malah menghidu — perhubungan 
Fahri (Indonesia) dan Maria (Mesir) secara penuh mengajar, menghantar isyarat 
dan kebijaksanaan baru melalui perhubungan sopan antara insan dua negara.
Rasanya memang sesekali kisah cinta yang Islami begini sempat disampaikan 
dengan penuh tertib.
Maka itu, tidak membacanya seperti sengaja melepaskan peluang untuk mencium 
bau, merasa iklim dan memahami gerak hidup insan Indonesia baru di iuar dan di 
dalam negaranya.
A. Samad Said Sasterawan Negara
Berbeza rentak dan nada dengan Harry Potter, akhirnya AyatAyat Cinta terpilih 
sebagai The Most Favorite Book…”
 

Harga Buku : RM 21.90
Sinopsis Buku
Entah kenapa tiba-tiba ia merasa berdosa. la merasa berdosa dan jijik pada 
dirinya sendiri yang begitu rapuh, mudah terperdaya oleh tampilan luar yang 
menipu. la jijik pada dirinya sendiri yang ia rasa terlalu cair pada lawan 
jenis yang belum halal baginya. la hairan sendiri kenapa jati dirinya seolah 
pudar saat berhadapan atau berdekatan dengan Eliana. Apakah telah sedemikian 
lemah imannya sehingga kecantikan jasadi telah sedemikian mudah menyihir 
dirinya. la beristighfar dalam hatinya. Berkali-kali ia meminta ampun pada Dzat 
yang menguasai hatinya.
Azzam meratapi kekhilafannya dan memarahi dirinya sendiri. Dalam hati ia 
bersumpah akan lebih menjaga diri, dan hal yang menistakan seperti itu tidak 
boleh terjadi lagi. la juga bersumpah untuk segera menemukan orang yang tidak 
kalah hebatnya dengan Eliana, tapi bertudung litup, solehah, boleh berbahasa 
Arab dan berbahasa Inggeris dengan fasih. Kalau terpaksa gadis itu orang Mesir 
tidak mengapa. Yang jelas rasa terhinanya harus ia sirnakan.
la harus menemukan kembali kehormatannya sebagai seorang Azzam yang memiliki 
harga diri. Meskipun masyarakat Indonesia di Mesir mengenalinya hanya sebagai 
tukang masak atau penjual tempe, tapi harga diri dan kesucian diri tidak boleh 
diremehkan oleh siapapun juga. la yakin akan memperolehi isteri yang lebih 
jelita dari Eliana, dan lebih baik darinya. la yakin itu tekadnya. la 
ulang-ulang tekad itu dalam hatinya. la rajut dengan doa. la bawa tekad itu ke 
dalam tidurnya. Ke dalam mimpinya. Dan ke dalam alam bawah sedarnya.
( episode ke 2 dah ada)

Harga : RM 15.90
Sinopsis :
“Ilahi, kasihanilah hambaMu yang lemah ini. Engkau Maha Tahu atas apa yang 
menimpa diriku. Aku tak ingin kehilangan cintaMu. Namun Engkau juga tahu, 
hatiku ini tidak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau 
ciptakan_ Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya larikan wajah dan 
suaranya, ya Ilahi, berikanlah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan 
embun-embun cinta yang menitis-nitis dalam dinding hatiku ini. Ilahi, tuntunlah 
langkahku pada garis takdir yang paling Engkau redhai. Aku serahkan hidup 
matiku untukMu.” Isak Zahid merayu kepada Tuhan sang Pencipta hati, cinta, dan 
segala keindahan semesta.
Zahid terus meratap hiba. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus dipaksa 
untuk menepis noda-noda nafsu. Anehnya, semakin dia meratap embun-embun cinta 
itu semakin deras air mata mengalir. Rasa cintanya pada Tuhan. Rasa takut akan 
azabNya. Rasa cinta dan rindunya pada Afirah. Dan rasa tidak ingin 
kehilangannya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung 
hatinya. Dalam puncak munajatnya …..
 
Harga : RM 25.9
Sinopsis :
Siang itu, Pondok Al-Furqan yang terletak di daerah Pagu, Kediri, jawa Tengah 
dikejutkan oleh satu peristiwa. Pengurus Bahagian Keamanan mengheret seorang 
santri yang disyaki mencuri. Beberapa orang santri langsung membelasah santri 
berambut gondrong itu. Santri itu berteriak kesakitan dan memohon supaya tidak 
dibelasah.
“Ampun, tolong jangan pukul saya. Sava tidak mencuri!” Santri yang wajahnya 
sudah berdarah itu disertai raut wajah meminta belas kasihan.
“Cepat mengaku. Kalau tidak pasti kupecahkan kepalamu!” Teriak seorang Santri 
yang bersongkok, hitam dengan wajah amat geram.
“Sungguh. bukan saya yang mencuri.” Si Rambut Gondrong itu tetap tidak mahu 
mengaku perbuatan mencuri.
Dengan serta-merta, dua tumbukan melayang ke wajahnya. “Rasakan ini pencuri!” 
Teriak Kepala Bahagian Keamanan yang turut melayangkan pukulan. Si Rambut 
Gondrong mengeluh lalu pengsan.
Menjelang Asar, si Rambut Gondrong itu sedarkan diri. Dia ditahan dalam satu 
gudang pondok yang dijaga beberapa orang santri. Kedua tangan dan kakinya 
diikat. Air matanya berlinangan. Dia meratapi nasibnya. Seluruh tubuhnya terasa 
kesakitan. Dia merasa kematian sudah di depan mata.
Di luar gudang para santri ramai berkerumun. Mereka berteriak dalam marah dan 
geram.
“Pencuri jangan diberi kata maaf’.”
“Belasah saja pencuri gondrong ini sampai mati!”
“Pencuri tidak sepatutnya mengaku sebagai santri. Ini kurang ajar. Tidak ada 
kata maaf”
Dia menangis mendengar sernua itu. Sepuluh punit kemudian pintu gudang terbuka. 
dia amat ketakutan. Tanpa dia sedari, die terkencing dalam seluarnya kerana 
takut yang teramat sangat. Para santri yang didera marah meluap hendak 
menerobos masuk ke dalam gudang. Tapi kepala kampung di kawasan Pondok melarang 
mereka dengan sedaya upaya. Pimpinan pondok kemudian masuk dengan wajah yang 
gementar menyaksikan kejadian ilu.
 

Harga : RM 11.90

Sinopsis
Tak terasa airmataku mengalir, dadaku sebak kerana rasa terharu yang teramat 
sangat. Tangisanku mulai gugur dalam isak tangisanku, semua kebaikan Raihana 
yang selama ini mulai terbayang di benak fikiran
ku. Wajahnya yang teduh bagaikan baby face, pengorbanan serta pengabdiannya 
yang tiada putusnya, dengan suaranya yang lembut, tangisannya yang mengalirkan 
perasaan haru dan cinta. Benar cinta itu datang dalam keharuan yang aku 
rasakan. Di saat keharuan yang aku rasai, ada hawa sejuk yang turun dari 
langit  dan  menusuk masuk dalam jiwaku. Pada ketika itu, pesona terhadap 
kecantikan Cleopatra mulai pudar…
Segera ku kejar waktu untuk membuktikan cintaku pada Raihana. Membuktikan 
rinduku yang tiba-tiba memenuhi set iap rongga dada ini. Air mat aku 
berderai-derai ku pecut laju kenderaan ku dengan diringi deraian air mata yang 
tiada hentinya membasahi setiap perjalanan ku pada saat itu aku tak peduli 
lagi, aku ingin segera sampai dan meluahkan semua rasa cinta ini padanya yang 
berhati mulia. Begitu sampai di halaman rumah mertua, tangisan ku sudah tidak 
dapat ditahan lagi. Ku tahan jua sambil menarik nafas panjang dan mengusap air 
mata yang gugur. Melihat kedatangan ku ibu mertua serta merta memelukku dan 
menangis terisak-isak. Aku jadi hairan dan ikut sama menangis.
“Mana Raihana bu?”
Ibu mertua hanya menangis dan terus menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya 
yang terjadi.
“Isterimu, Raihana dan anakmu yang dalam kandungannya!”
“Ada apa dengan dia!”
 
Untuk Tempahan :-
 
Mohd Suhaizi Kadir 
H/phone 019-6027183 @ 016-2251483
email ;[EMAIL PROTECTED]  
Maybank  164155 54653 3
Sesiapa berminat sila hubungi saya (call/sMs/email)
kos penghantaran adalah RM 3.10


      __________________________________________________________
Not happy with your email address?.
Get the one you really want - millions of new email addresses available now at 
Yahoo! http://uk.docs.yahoo.com/ymail/new.html

Kirim email ke