*Elok juga tengok tonton Video Sajak Kematian di sini
* *
http://www.youtube.com/watch?v=L9eVrmMdo5Y&eurl=http://wahabamri.blogspot.com/
*<http://www.youtube.com/watch?v=L9eVrmMdo5Y&eurl=http://wahabamri.blogspot.com/>

Salaam & Regards
Amri el Wahab
68000 Ampang, Selangor
MALAYSIA
SMS: 0122441105
http://wahabamri.blogspot.com


2009/2/10 <NadiahHasan>

>
>
> *Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut* *
> "Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara
> sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian,
> niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri
> kalian sendiri".* (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
> *
> Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an :*
> *
> 1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita
> berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.**
> Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang
> telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka
> terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam
> dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha
> Mengetahui isi hati. *(QS Ali Imran, 3:154)
> *
> 2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng
> yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta
> ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.**
> Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu
> di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh
> kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka
> ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu
> (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa
> orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan
> sedikit pun? *(QS An-Nisa 4:78)
> *
> 3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.**
> Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka
> sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan
> kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan
> kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". *(QS al-Jumu'ah, 62:8)
> *
> 4. Kematian datang secara tiba-tiba.**
> Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari
> Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam
> rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang
> akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di
> bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
> Mengenal. *(QS, Luqman 31:34)
> *
> 5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
> **
> Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila
> datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
> *(QS, Al-Munafiqun, 63:11)
>
> *
> Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut*
>
> Sabda Rasulullah SAW : *"Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan
> tiga ratus pedang"* (HR Tirmidzi)
> Sabda Rasulullah SAW : *"Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon
> penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri
> itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?"*(HR 
> Bukhari)
>
> Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
> Ka'b al-Ahbar berpendapat : *"Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri
> yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya
> dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh
> yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".*
>
> Imam Ghozali berpendapat : *"Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul
> maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian
> orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari
> setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit
> kepala hingga kaki".*
>
> Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang
> sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan
> satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran
> sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka
> dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. *"Wahai
> manusia !"*, kata pria tersebut. *"Apa yang kalian kehendaki dariku?
> Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa
> perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku."*
>
> Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang,
> dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia
> ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa
> Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki
> dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami
> proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa
> detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah
> mimpi.
>
> Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam
> tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau
> kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa
> rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan
> akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a'lam bis shawab.
>
> *
> Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim*
>
> Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan
> Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang
> zhalim.. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut
> sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk,
> memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba
> hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika
> melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim
> as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah
> cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman
> kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
>
> Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah
> menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik
> paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar
> roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh
> kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di
> tanah yang terbuat dari timah keras.
>
> Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan
> roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam
> mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan
> kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
> *
> Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim
> (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul
> dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu
> dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu
> mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu
> selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.* (QS Al-An'am 6:93)*
> (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat
> lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil
> berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun".
> (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah
> kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di
> dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri
> itu..* (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
>
> Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah
> dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata,
> "Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami
> terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami
> hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan
> burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! " Ketika itulah
> orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
>
> Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan
> roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul
> Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah
> bersabda, *"Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia
> ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya
> tempatnya di surga atau di neraka". *
> Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim
> di neraka, *"Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau
> merasakan siksa neraka".* Naudzu bila min dzalik!
>
> *
> Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa*
>
> Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa
> Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan
> wangi yang sangat harum.
> *
> Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah
> diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan)
> kebaikan".. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan)
> yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah
> sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka
> masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu
> mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki.. Demikianlah Allah memberi
> balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang
> diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada
> mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa
> yang telah kamu kerjakan". *(QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
>
> Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga
> yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, 
> *"Bergembiaralah,
> wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa
> menunggumu".*
>
> Wallahu a'lam bish-shawab.
>
> Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada
> dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat
> yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul
> maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al
> mustaqim, dan seterusnya.
> Amin !
>  st p span { margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:bold;}
> #yiv1646371167 dd.last p span.yshortcuts { margin-right:0;} #yiv1646371167
> div.photo-title a, #yiv1646371167 div.photo-title a:active, #yiv1646371167
> div.photo-title a:hover, #yiv1646371167 div.photo-title a:visited {
> text-decoration:none;} #yiv1646371167 div.file-title a, #yiv1646371167
> div.file-title a:active, #yiv1646371167 div.file-title a:hover,
> #yiv1646371167 div.file-title a:visited { text-decoration:none;}
> #yiv1646371167 #ygrp-msg p { clear:both;padding:15px 0 3px
> 0;overflow:hidden;} #yiv1646371167 #ygrp-msg p span {
> color:#1E66AE;font-weight:bold;} #yiv1646371167 div#ygrp-mlmsg #ygrp-msg p a
> span.yshortcuts { font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
> #yiv1646371167 #ygrp-msg p a { font-family:Verdana;font-size:10px;}
> #yiv1646371167 #ygrp-mlmsg a { color:#1E66AE;} #yiv1646371167
> div.attach-table div div a { text-decoration:none;} -->
>
>
>  
>

Kirim email ke