Lima 'Jangan' Dalam Hadapi Masalah
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya akan diberi jalan keluar dari
setiap urusannya dan diberi pertolongan dari tempat yang tak terduga,
danbarangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya akan diucukupi segala
kebutuhannya (QS Ath-Thalaq: 2-3)
Fitnah, musibah, kekurangan harta, penyakit, penghinaan, adalah sebagian
masalah yang akan selalu menghampiri kita. Ke mana pun kita pergi dan di mana
pun kita berada, ia akan selalu turut serta. Masalahnya, bagaimana sikap kita
terhadap masalah tersebut? Inilah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup
kita; bahagia atau nestapanya perasaan kita. Kenyataan pun memperlihatkan, ada
yang hancur oleh masalah; namun tak sedikit yang melejit menjadi manusia
terhormat, berkah dari masalah yang menimpa. Karena itu, kita harus memiliki
pemahaman bahwa masalah yang menimpa bukan sebagai beban apalagi bencana, namun
anggaplah sebagai karunia untuk meningkatkan ilmu, amal, wawasan, ganjaran, dan
kemuliaan di sisi Allah.
Bukankah selama bertahun-tahun sekolah, kita harus menghadapi berbagai macam
ujian hingga akhirnya kita lulus dan dihormati sebagai orang berpendidikan?
Kuncinya, bila ingin mendapatkan nilai terbaik, kita harus mempersiapkan diri
dengan belajar dan berlatih terus menerus. Setelah itu hadapi ujian dengan niat
dan cara terbaik agar lulus dengan nilai terbaik. Nah, ketika dihadapkan pada
sebuah masalah, sikap seperti apa yang harus kita ambil? Kuncinya adalah 5
"Jangan" yang akan membantu mengatasinya:
1. Jangan panik
Saat tertimpa suatu masalah, langkah pertama yang harus kita ambil adalah
jangan panik. Kepanikan hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan
masalah. Maka latih diri dan keluarga untuk tenang dan tidak panik menghadapi
situasi segawat apapun.
2. Jangan emosional
Jangan terpancing untuk marah dan bertindak emosional ketika kita dihadapkan
pada suatu masalah. Marah hanya akan memuaskan nafsu, sedangkan nafsu yang
tidak terkendali bukan jalan meraih kebenaran dan kemuliaan hidup. Bukan tidak
boleh kita bertindak, yang tidak tidak boleh adalah bertindak secara emosional.
3. Jangan tergesa-gesa
Tergesa-gesa itu berasal dari setan. Tindakan tergesa-gesa hanya akan menuai
penyesalan. Maka kendalikan diri, jangan ingin cepat-cepat menyelesaikan suatu
aktivitas tanpa perhitungan matang. Saat kita dihadapkan pada masalah yang
rumit, segera petakan masalah tersebut, kumpulkan informasi secara BAL (benar,
akurat, dan lengkap). Setelah informasi terkumpul baru kita membuat keputusan
dan segera bertindak.
4. Jangan larut mendramatisasi
Sebagian penderitaan yang dialami adalah hasil dramatisasi pikiran kita
sendiri. Akibatnya persoalan jadi tampak gawat, darurat, dan mencekam. Padahal
boleh jadi setelah dijalani, masalah tersebut tidak segawat dan semencekam yang
diperkirakan.
5. Jangan putus asa
Masalah akan membuat kita terpuruk dan menjadi hina, bila kita putus asa
menghadapinya. Putus asa terlarang bagi seorang Muslim. Putus asa lahir dari
lemahnya ilmu dan keyakinan pada Allah SWT. Ingatlah, bersama kesulitan pasti
ada kemudahan. Dalam QS Al-Insyirah ayat 5-6 diungkapkan bahwa satu kesulitan
selalu diapit oleh dua kemudahan. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan .
Saudaraku, sekali lagi, kita tidak mungkin lepas dari masalah. Maka, amalkan
prinsip "LIMA JANGAN" saat masalah menimpa. Lalu terima dan hadapi masalah
ersebut dengan lapang dada, setelah itu jalani sebagai sebuah proses
pembelajaran, kemudian hayati ikmah di balik masalah itu, hingga akhirnya kita
bisa menikmatinya sebagai karunia dari Allah SWT. Wallahu a flam.
.
Sungguh mudah dan ringkas untuk menambah lebih ramai rakan. Jemput rakan
anda dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger hari ini!
http://malaysia.messenger.yahoo.com/invite/