Salam..

Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita
dengan bulan yang penuh dengan tanda kecintaan dari Allah swt untuk
hamba-hamba-Nya. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk
yang beriman dengan-Nya di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan
sukacita, kegembiraan, keghirahan dan kesungguhan seraya berharap kelak
kita menjadi sebahagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya.
Detik-detik menjelang satu Ramadhan sehingga ke saat hari ini, ungkapan
cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat Ramadhan ditandai
dengan jalinan silaturahim melalui surat, telefon, SMS, email, atau
bahkan menerusi pelbagai acara-acara menyambut tamu agung ini.

Cinta
yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak, setidaknya dengan
Ramadhan, mereka yang terbiasa sibuk di tempat kerja akan berusaha
mempercepatkan aktivitinya agar segera tiba di rumah untuk menikmati
berbuka bersama keluarga. Juga yang biasanya tidak sempat untuk sarapan
bersama, Allah menyatukan ahli keluarga kita saat makan sahur. Bukankah
yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan
keharmonian keluarga?

Kata Rasulullah, saling mencintai dan
berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi, maka seluruh yang ada di
langit akan mencintai dan mengasihimu. Cinta kepada masyarakat, Allah
berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya pada saat-saat
bersama melakukan solat tarawih berjamaah, saling menghantarkan makanan
berbuka kepada tetangga, juga tidak lupa memberi sedekah dan hidangan
berbuka kepada pengemis, fakir miskin dan anak yatim. Bahkan menjelang
hari akhir Ramadhan, keindahan cinta terus terbina apabila para
muslimin akan mengeluarkan sebahagian harta mereka untuk zakat bagi
melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian.

Ikuti seterusnya di usrahkeluarga(sila click)



      

Kirim email ke