Pada suatu hari, Abu Dzar al-Ghifari meminta kepada Rasulullah SAW agar
memberi dia satu jawatan . Tapi, Nabi SAW menolaknya.Sambil menepuk-nepuk
pundak sahabatnya itu, kepadanya Nabi SAW berkata, *''Tidak, Abu Dzar,
engkau orang lemah. Ketahuilah, jawatan itu amanah. Ia kelak di hari kiamat
merupakan kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkannya
dengan benar dan melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan benar pula.''
(HR Bukhari).*
**
Imam Nawawi menyebut hadis di atas merupakan pedoman dasar dalam berpolitik.
Politik boleh menjadi sumber bala bagi orang yang tidak mampu dan tidak
bertanggung jawab.Sebaliknya, kata Imam Nawawi lagi, politik dapat pula
menjadi ladang pengabdian dan amal saleh yang subur bagi orang yang mampu
dan bertanggung jawab. Politik (kekuasaan) bukan sesuatu yang buruk. Ia
ibarat pisau bermata dua.Boleh jadi baik dan boleh jadi buruk.

Ia boleh menjadi baik jika tiga syarat ini ada, saperti disebut dalam hadis
di atas, yaitu berada di tangan orang yang baik dan berkebolehan,diperolehi
dengan cara yang adil dan benar, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya
bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Sayangnya, dalam percaturan politik, orang kerap hanya bicara satu hal,
yaitu bagaimana merebut kekuasaan dan mendapat kuasa, bukan bagaimana
mempergunakan kekuasaan itu serta mempertanggungjawabkannya kepada rakyat,
dan terlebih lagi kepada Tuhan, Allah SWT. Diakui, kuasa memang sangat
sangat di idamkan oleh semua orang, terutama orang politik dan parti parti
politik. Sebab, dengan kuasa, orang membayangkan dapat mencapai semua impian
dan keinginannya.
Imam Ghazali berkata, dibandingkan harta, kuasa dan tahta jauh lebih
menggoda.

Dari laman Blog: HEMBUSAN AMAL4u <http://hembusan-amal.blogspot.com/>


Salaam & Regards

Amri el Wahab
Jemput ke laman blog saya di http://hembusan-amal.blogspot.com

Mutiara Kata:"Kalau kita hendak menasihati orangTanya hati kita
dahulu.Tujuan kita hendak beri nasihat atau hendak memberi malu pada
orang.Apabila kita hendak menyampaikan ilmu kepada orang.Apakah tujuan kita?
Hendak berkongsi ilmu atau hendak menunjuk yang kita lebih tahu.Kalau kita
hendak bercakap tentang sesuatu,  kita tentu tahu niat kita, hendak menunjuk
kita pandai atau rasa berkewajiban menyampaikan ilmu".

Ingatlah pahala sesuatu amal ditentukan oleh keikhlasan kita.Kalau tujuan
bukan kerana Allah, amalan itu akan menjadi macam debu.Bukan pahala kita
dapat tapi bala.

Kirim email ke