Tentang diri Qushay ini dikisahkan bahwa bapaknya meninggal dunia saat dia
masih kecil dalam asuhan ibunya. Lalu ibunya kawin lagi dengan seorang
laki-Iaki dari Bani Udzrah, yaitu Rabi'ah bin Haram, yang kemudian membawanya
ke perbatasan Syam. Setelah Qushay menginjak remaja, dia kembali ke Makkah,
yang saat itu gubemur Makkah adalah Hulail bin Hubsyah dari Bani Khuza'ah.
Qushay melamar putri Hulail, Hubba, dan ternyata lamaran itu disambut baik
olehnya. Maka dia dikawinkan dengan putri Hulail. Setelah Hulail meninggal
dunia, terjadi peperangan antara Khuza'ah dan Quraisy, yang akhirnya membawa
Qushay menjadi pemimpin Makkah dan menangani urusan Baitul-Haram.
Ada tiga riwayat yang menjelaskan sebab meletusnya peperangan ini,
yaitu:
1. Setelah Qushay mempunyai banyak anak dan hartanya pun melimpah ruah,
bersamaan dengan itu Hulail pun meninggal dunia, maka dia merasa bahwa dialah
yang lebih berhak berkuasa di Makkah dan menangani urusan Ka'bah daripada Bani
Khuza'ah dan Bani Bakr. Sementara Quraisy adalah pelopor anak keturunan
Isma'il. Maka dia melobi beberapa pemuka Quraisy dan Bani Kinanah agar mengusir
orang-orang dari Bani Khuza'ah dan Bani Bakr dari Makkah. Usul ini disambut
baik dan mereka pun melakukannya.
2. Menurut pengakuan Bani Khuza'ah, Hulail telah berwasiat kepada
Qushay agar menangani urusan Ka'bah dan Makkah.
3. Sebenarnya Hulail telah menunjuk putrinya, Hubba sebagai orang yang
berwenang atas penanganan Ka'bah. Lalu Abu Ghibsyan Al Khuza'y tampil sebagai
orang yang mewakili Hubba. Maka dia pun menjaga Ka'bah. Setelah Hulail
meninggal dunia, Qushay membeli kewenangan mengurusi dan menjaga Ka'bah dari
Abu Ghibsyan, yang ia tukar dengan satu geriba arak. Tentu saja orang-orang
dari Bani Khuza'ab tidak menerima jual beli itu. Maka mereka berusaha
menghalangi Qushay agar tidak bisa tampil sebagai pengawas Ka'bah. Sementara
Qushay menghimpun beberapa pemuka Quraisy dan Bani Kinanah untuk mengusir Bani
Khuza'ah dari Makkah, dan ternyata mereka menyambut ajakan Qushay itu. (Rahmah
Lil-alamin, 2/55. Abu Ghibsyan adalah seorang pemabuk dan benar-benar sudah
ketagihan arak, sehingga dia rela menjual hak pengawasan terhadap Ka 'bah
dengan arak. pent.
Apa pun alasannya, setelah Hulail meninggal dunia dan Shu'ah berbuat semaunya
sendiri, maka Qushay tampil bersama orang-orang Quraisy dan Kinanah. Bani
Khuza'ah dan Bakr siap menghadang dihadapan Qushay. Tapi Qushay lebih dahulu
bertindak. Dia menghimpun pasukan untuk memerangi mereka. Maka kedua belah
pihak saling bertemu dan meletus peperangan yang dahsyat di antara mereka.
Banyak yang menjadi korban dari masing-masing pihak. Kemudian mereka sepakat
untuk membuat perjanjian damai. Mereka mengangkat Ya' mar bin Auf dari Bani
Bakr sebagai hakim untuk urusan perdamaian ini. Maka dia menetapkan bahwa
Qushay lebih layak menangani urusan Ka'bah dan berkuasa di Makkah daripada Bani
Khuza'ah. Setiap darah yang tertumpah dari pihaknya, merupakan kesalahan Qushay
sendiri dan harus menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan setiap nyawa yang
melayang dari Khuza'ah dan Bakr harus mendapat tebusan. Dengan keputusan ini,
Qushay berhak menjadi pemimpin di Makkah dan
menangani urusan Ka'bah. Karena mungkin dirasa kurang adil, maka saat itu
Ya'mar dijuluki AsySyadzakh (orang yang menyimpang).
Qushay berkuasa di Makkah dan menangani urusan Ka'bah pada pertengahan abad
kelima Masehi, tepatnya pada tahun 440 M. Dengan adanya kekuasaan di tangan
Qushay ini. maka Quraisy memiliki kepemimpinan yang utuh dan sebagai pelaksana
kekuasaan di Makkah. disamping itu. dia juga menjadi pemimpin agama di
Baitul-Haram, yang menjadi tujuan kedatangan semua Bangsa Arab dari segala
penjuru.
Di antara tindakan yang dilakukan Qushay, yaitu dia mengumpulkan kaumnya untuk
membangun rumah-rumah di Makkah dan membuat batas-batas menjadi empat bagian di
antara kaumnya. Setiap kaum dari Quraisy harus menempati tempat yang telah
ditetapkan bagi masing-masing. Dia menetapkan tempat bagi Nas’ah. keturunan
Shafwan. Adwandan Murrah hin Auf. Dia melihat hal ini sebagai tuntutan agama
yang tidak bisa ditubah lagi.(Lihat lbnu Hisyam, l/l24-l25. Sebagai tambahan
penjelasan, sebelum itu di sekitar Ka'bah tidak ada. Rumah-rumah tempat
tinggal, pent. )
Di antara peninggalan Qushay, dia membangun Darun-Nadwah di sebelah utara
Masjid atau Ka'bah. Pintunya langsung berhubungan dengan masjid. Darun-Nadwah
adalah tempat pertemuan orang-orang Quraisy, untuk membicarakan masalah-masalah
penting. Bangunan ini merupakan kelebihan tersendiri bagi Quraisy, karena
tempat itu bisa mempersatukan orang-orang Quraisy dan sebagai tempat untuk
memecahkan berbagai masalah dengan cara yang baik.
Qushay mempunyai beberapa wewenang dalam kekuasaan, yaitu:
1. Sebagai pemimpin di Darun-Nadwah. Di tempat itu para pemimpin
Quraisy mengadakan musyawarah untuk memecahkan masalah-masalah penting yang
mereka hadapi, dan juga untuk menikahkan anak-anak putri mereka.
2. Pemegang panji. Tak seorang pun berhak memegang panji atau bendera
perang kecuali di tangannya.
3. Hijabah atau wewenang menjaga pintu Ka'bah. Tak seorang pun boleh
membuka pintu Ka'bah kecuali dia. Dengan begitu, dia pula yang berhak mengawasi
dan menjaganya.
4. Memberi minum orang-orang yang menunaikan haji. Dia bertanggung
jawab mengisi tempat-tempat air bagi orang-orang yang menunaikan haji, dan
ditambah dengan sedikit korma atau anggur kering. Sehingga semua orang yang
datang ke Makkah bisa minum sepuas-puasnya.
5. Jamuan bagi orang-orang yang menunaikan haji. Maksudnya, dia
menyediakan jamuan yang disajikan bagi orang-orang yang menunaikan haji lewat
undangan. Untuk itu Qushay meminta pajak kepada orang-orang Quraisy pada musim
haji, yang harus diserahkan kepada Qushay. Dengan pajak yang terkumpul itu dia
bisa membuat makanan untuk disajikan kepada mereka, khususnya mereka yang tidak
banyak hartanya dan tidak mempunyai bekal yang memadai.
Semua itu menjadi wewenang di tangan Qushay.
Sebenarnya Abdu Manaf (anaknya yang kedua) lebih terpandang dan dihormati
hidupnya. berbeda dengan kakaknya Abdud-Dar yang kurang disukai. Maka Qushay
pernah berkata kepadanya, "Aku akan mempertemukan dirimu dengan semua kaum jika
memang menganggapmu lebih tehormat." Namun akhirnya Qushay menyerahkan
kekuasaan kepada Abdud-Dar demi kemaslahatan Quraisy. Dia berikan kewenangan
untuk mengurus Darun-Nadwah. hijabah, panji, penyediaan air dan makanan. Qushay
tidak menentang dan menyanggah apa pun yang dilakukan anaknya Abdud-Dar.
Arab Mustariba
Ismail dan Keluarganya
Keturunan Ismail bin Ibrahim
====================================================================
Rumah Islam - Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam
http://www.rumahislam.com/
tafsir, hadis, aqidah, dasar islam, akhlak, adab, syariah, fiqih, sejarah,
istilah dan berbagai hal tentang islam
Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/